Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

Berlaku Lemah Lembut

Berjanjilah untuk satu hal, bahwa kamu akan berlaku lemah lembut terhadap siapa pun. Sesungguhnya mereka hanya mengagumimu dan mencintaimu dengan cara mereka sendiri, baik yang menunjukkan kebencian kepadamu yang hanya dikarenakan rasa cinta yang mereka dustakan dengan kedengkian mereka, karena itu tunjukkanlah sikap lemah lembutmu.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. 
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
 
(QS. Ali Imran:159) 

Aku tahu kamu bisa, karena itu Aku memberitahumu. 
Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan berhati-hati.
 (HR. Muslim no. 5225)
dan,
Sesungguhnya Allah Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.
(HR. Al Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
 karena...
....Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.
(Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no.220)
bahkan kepada Fir'aun, sebagaimana perintah Allah SWT:
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas.
Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.
[QS. Thaha:43-44]
karena,
Sesungguhnya sejelek-jelek pengembala ternak adalah orang yang kasar kepada hewan gembalaannya.
(HR. Muslim no. 1830)
Permudahlah jalan orang untuk mendekat padamu, yang tertarik dengan cahayamu, cahaya yang kamu bersumber dari Allah yang berada di hatimu, yang memancar melalui seluruh tubuh, tutur kata, dan gerak-gerikmu.
Beritahukanlah tentang Pemilik cahaya itu, beritahukanlah segala kekuasaan Allah Sang Pemilik Cahaya itu.
Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734 dari Anas bin Malik. 
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 1732 dari Abu Musa)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Anbiya:35)
"Dead?"
"Astaghfirullah al-Adzim, Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un"
PS: 
Aku baru tau belakangan ini kalau kamu suka bersikap keras dan langsung menolak  dengan keras dan kasar bagi sebagian orang. 
Mau mati muda?
Mau terbaring dalam kubur tanpa bekal yang cukup?
Cukuplah kematian sebagai peringatan bagimu.
Cukuplah kematian sebagai peringatan (berharga).
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd)
"Oh God, that scared me T_T..."
Ya Allah Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah (yang patut disembah) kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku di atas janjiku kepada-Mu semampuku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku perbuat.
Aku mengakui untuk-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku.
Dan aku mengakui dosa-dosaku terhadap-Mu, maka ampunilah aku.
Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

(HR. Bukhari, juz 7/150)

Sabtu, 22 September 2012

Thank You

First and the most important, I have to thank My God, Allah for giving me another chance. Alhamdulillah.
And I have to thank everyone who has lived up my live, makes it so colourfull: thank you.
That's real, I didn't mind who are you, I don't mind, and insya Allah, I won't mind.
I didn't mind if you were trying to hurt me, harassed me, even if you were trying to get me killed, I love you still as I am an Allah's servant. I have no strong faith to hate people, even the baddest people on earth.
* but...I did mind, I do mind, and I will always mind, insya Allah, if you did something good to me, I can't stand it, because I have to repay it somehow.
Sometimes, a tear would come up, sometimes I was trying to covered it up by laughing like crazy when I feel touched.

I loves humans faster than a leave would fall to the ground, don't know why, don't know how, I don't mind either because that might have caused some collateral damages.
I
love them when I saw them smiling.
I love them when I heard their voices singing for me.
I love them even when they told me to stop smoking (which is I already know,but I don't have enough reason to "cease fire", yet).
But thank you, to make it easy for me to love you.
Your fears was always amusing me, it's so kawaiii (cute), what did you afraid of?
And actually even now, I found that parts is still funny, because The Owner of The Sky is my Guardian, maybe insya Allah, I won't fall again.
Subhan Allah, Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.

I hope you will not suffer, neither have I :D Hahaha
and I hope you'd be responsible for your own choice, because no one was pushing us for making a choice.
Because the second you left you choice, someone would felt somekind of feeling that usually called hurt, and that too, have some collateral damages.
By making a choice, we must realise that it's  not easy and it's involving so many people with "the choice". (Whatttt...?)
^_^

What the F you're gonna do...?
You want it...?
COME AND GET IT !!

Once, again thank you.
All praises for Allah.
If I did something good, it was because of Allah, but if I did something bad, it was my mistake.
^_^

Selasa, 11 September 2012

Cintalah Jangan Suudzon

Eh...eh, anu, alasan khususnya bukan karena kamu tanpa sengaja menemukan "A Bystander" yg sedang "bersembunyi" & mengajarkannya cinta kan? :D 
Hahaha, hidup ini lucu kan...terlalu banyak "kebetulan".  
"Bystander" itu sedang bersembunyi jauh dari peradaban, sementara dia meminta kepada Allah sesuatu yang bahkan tidak pernah dilihatnya. "Bystander" itu merasa bahwa "kalau aku disini", tidak akan ada yang ada yang menemukanku. Setidaknya dia memang bodoh, Allah bisa apa saja, kekuasaan-Nya tiada batas.
Tapi ada manusia yang tiba-tiba menyadari sesuatu yang hanya dia dan Allah yang tahu, lalu mengajarinya (sedikit "dipaksa") tentang cinta, tentang mencintai, dan bahwa mencintai manusia itu adalah salah satu cabang dari cinta Allah. 
Sejak itu "Bystander" satu itu, belajar lagi dari awal semua hal yang dulu sudah diketahuinya.
Dan dia sekarang lebih mengerti bahwa hidayah itu milik Allah, dia tidak bisa menyelamatkan siapapun tanpa Allah menghendaki demikian juga. 
Jadi, kalau dulu dia mencoba menyelamatkan semua orang (L/P) sampe berdarah-darah...sekarang dia lebih "melihat", "mendengar" dan berpikir. Termasuk ketika melihat "setan vs setan", dia akan diam saja, tidak ngapa-ngapain, hanya melihat.

Aku tidak menghakimi orang, itu hak Allah.  
Tapi jika ada yang bilang kamu tidak bisa melihat tanda-tanda ahli neraka dan ahli syurga, itu...tidak sepenuhnya benar. Itu hanya agar kita tidak ber-su'udzon kepada orang lain, sehina apapun dia di mata kita. Allah mengajarkan itu kepadaku dgn contoh nyata. 

Contoh:
Suatu pagi, ketika habis shalat subuh di Masjid terdekat di kota anda (deket kost maksudnya), jalan-jalan nyari makanan (biasanya dia ada kegiatan lain sehabis shalat subuh itu) agak jauh, tempat langganannya dulu, dah jalan lumayan jauh, sampe di TKP ternyata...yup...tutup...gak buka "khusus" hari itu.
Yah, habis itu berjalan pulang...tak...tik...tuk...(jalan kaki)...ternyata ada yang mengikutinya...botak gede serem matanya merah (lebih gede dari dia)...
Mulai ngerasa gak nyaman, dia jalan agak stand by (tadinya santai banget) kalo-kalo dia mau langsung nyerang dari belakang, pikirnya...

Hampir sampai di kost, ternyata ada yang dagang makanan buat sarapan pagi (ya iyalah, jam 5 pagi masak buat makan siang T_T, kadang dongo' juga nih)...nah, untuk melihat dan memastikan bahwa orang itu (yang botak gede serem + matanya merah tadi), dia sengaja ngelewati Ibu yang dagang itu untuk sekedar melihat gembok pagar kost...ternyata orang itu juga melewati Ibu Dagang itu.
(Jaraknya Kost - Ibu Dagang +/- 15 meter)
Habis megang gembok, langsung balik badan...dan berjalan ke arah Ibu dagang buat beli makan...ternyata...guess what...
YUP...abang botak gede serem + matanya merah itu ngikutin dia.

Sampe di tempat Ibu itu, ternyata beliau belum siap dagangannya, masih mau bawa-bawa segalanya dari rumahnya di gang di depan lapaknya tuh tante.
Nah, pajang-pajangan dunk dia sama si abang botak gede serem + matanya merah tadi.
Dia mikir, "pasti mau malak nih bocah." (gak mungkin assasin/pembunuh bayaran kan, hahaha, ngapain coba?)
Pelototan and saling liat, dia liatnya biasa aja, orang itu melotot dengan mata merahnya sambil megang-megang sesuatu di tas kecilnya.
Mikir lagi, "pisau tuh..." (Ya iyalah, masa' pistol...-_-...aih).
Ada saat ketika dia ingin langsung nyamperin tuh orang dan "yah biasalah: Bag Big Bug Dug" aja, tapi ada suara yang menghentikannya 
"Sabar...kan dia gak ngapa-ngapain, kalo dia nyentuh kamu duluan kamu bebas ngapain aja".
So, dia tetap stay still in alert dan berusaha santai.
Nah...lama-lama jongkok-berdiri-jongkok kan gerah n capek (gak ada tempat duduk yang layak, kecuali mau lesehan di aspal :D)...

Akhirnya dia memutuskan untuk menyapa dan membantu Ibu itu menyiapkan,
K: "Bu, ada yang bisa saya bantu?"
I: " Oh kebeneran dik, anak-anak Ibu pada males bantuin."
(Belakangan gw tau kalo Ibu ini adalah isteri dari Imam di Masjid tadi, Masyaa Allah)
Dah, bolak-balik masuk gang kecil mbantuin Ibu itu ngangkatin semua dagangan, kursi plastik, dsb.
Akhirnya kelar juga #Alhamdulillah, karena Allah, mungkin jadi gak kerasa capek sama sekali.
K: "Bu saya pesen nasi lontong sayurnya ya"
I: "Iya dik, pake sambel gak?"
K: "iya bu"
Ibu itu ngeliatin ke arah abang botak gede serem yang matanya merah itu, lalu,
I: "temennya juga satu ya dik"
K: (kaget n menolak dibilang temen) "ah, bukan bu, saya gak tau siapa itu."
I: "oh gitu"
Abang itu bereaksi dan menjawab: "Iya bu, saya juga satu"
K: (kaget, mikir "berarti dia denger percakapan gw sama Ibu ini dari tadi")
Yah, santai aja...makan (tetap alert), dah kelar satu porsi, masih laper, nambah nasi kuning.
Sementara abang itu dah kelar, n mulai bayar.
Dia (K) liatin terus (agak jauh duduknya), abang itu nunjuk-nunjuk dia sambil ngomong sama Ibu itu.
K: (mikir, "ah, gak mungkin dia mau bayarin gw, sementara tadi hampir aja "yah taulah" kalau aku tidak dicegah)
Selesai bayar, abang itu pergi sambil senyum ke arahnya.
Saking kaget liat senyum itu, dia diem senyum pun kagak, bukan karena kesel atau marah atau tidak peduli, tapi kaget karena mungkin firasatnya benar "bahwa dia dibayarin". 
Akhirnya selesai makan...
Mau bayar...
I: "Tadi udah dibayarin temennya dik"
K: (sok gak tau, masih) "Temen...temen yang mana Bu?"
I: "Yang tadi" (maksudnya abang yang tadi)
K: "Lho, saya gak kenal sama sekali lho sama orang tadi, serius bu? Emang Ibu kenal sama orang itu? Orang sini ya Bu?"
I: "Oh...iya? kirain kenal...Ibu juga gak tau siapa itu, baru kali ini Ibu liatnya..."
K: "Oh,gitu ya Bu, yaudah, makasih ya Bu"
(Senyum)
Alhamdulillah dibayarin orang, rezeki dari Allah.
Mikir...dan mikir..."Siapa orang tadi ya Allah?"
Yang Ditanya senyum aja di atas sana (itu yang dia rasakan, bahwa Tuhannya itu sedang tersenyum, Subhan Allah).
Kesimpulan yang didapatnya:
Itu siapa "Wa Allahu 'alam bishawab", mungkin Malaikat yang ditugaskan untuk memberinya rezeki dari Allah, mungkin juga setan yang ditugaskan oleh Allah untuk menguji tingkat kepatuhan dan kesabarannya (ingat waktu dia hendak "menerkam" abang itu, ada suara yang menyuruhnya untuk tidak melakukannya).
Dan ketika dia bisa bersabar dan tidak menyerang orang yang memprovokasinya itu, Allah senang dan memberinya rezeki.
Dan banyak pelajaran pagi itu:
  1. Jangan terburu buru baca Al-Qur'an, pahami pelan-pelan jangan hanya mengejar "tamat" terus ulang lagi tanpa berusaha memahami, mengaplikasikan, dan mengagumi setiap ayat-ayat Allah itu adalah benar;
  2. Di kehidupan sehari-hari ada pelajaran juga, janganlah kamu hanya membicarakan ayat-ayat Allah dan tuntunan dari Rasul-Rasul-Nya serta para nabi-nabi-Nya;
  3. Jangan gampang terpancing, tahanlah dirimu ketika kamu hendak menyerang orang lain, walaupun mereka memprovokasimu;
  4. Selalu percaya, bahwa Allah melindungimu;
  5. Berbuat baiklah kepada orang lain yang membutuhkanmu;
  6. Makanlah dengan membaca "Bismillah" minimal; dan
  7. Cintailah manusia karena Allah dan jangan berprasangka buruk kepada manusia, walaupun menurut logikamu manusia itu "pasti" berniat buruk kepadamu.
    Karena Allah melindungimu,
    dan Dialah sebaik-baiknya Pelindung
    .
Subhan Allah Wa Alhamdulillah
Wa Laa Ilaha Illa Allah Wa Allahu Akbar.

Sungguh, Allah itu sering membuatku menangis, karena-Nya.
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.
Aku berlindung kepada Allah.

Jumat, 31 Agustus 2012

Jangan Lemah

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah....
(QS. Ali Imran:110)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
(QS. Ali Imran:139)
Kita tidak perlu merasa terpojok dengan keberhasilan orang-orang kafir dan munafik, serta orang-orang yang kufur kepada Allah, dalam masalah duniawi yang berbasiskan materi, keturunan, serta kesenangan yang semu.
Sebab disini (dunia) hanya area permainan kita "This is our playground, not our home."
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. 
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. 
Maka tidakkah kamu memahaminya?
(QS. Al-An'am:32)
Begitulah aku memandang dunia, hanya tempat bermain dan belajar.
Dan kalau kamu ingin selamat, janganlah kamu tertipu oleh dunia, aku gak tau apa menariknya dunia ini, kenapa kamu sekalian bisa tertipu?
Wanita...? Uang...? Harta...?  Jabatan...? Pangkat...?
Apakah Wanita itu bisa menggoda Malaikat untuk tidak menyiksanya?
Apakah Uang dan Harta itu bisa membeli ampunan dan ridha Allah, membeli sebidang tanah di surga Allah, atau membeli AC di neraka atau menyuap Malaikat?
Apakah Jabatan dan Pangkat itu SK-nya sampe akhirat ataukah dengan Jabatan dan Pangkatmu di dunia, Malaikat itu tidak berani menyentuhmu, dan menggeretmu ke neraka?
Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. 
Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. 
Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. 
Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. 
Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. 
Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
(QS. Al-An'am:70)
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; 
kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. 
Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. 
Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
(QS. Al-Hadid:20)
Demikianlah, jika kita mengetahui, begitulah dunia ini, cepat atau lambat pasti berakhir juga.
So, stay cool, gak usah peduliin orang-orang bodoh (bakal kayu bakar neraka) yang pamer dunia kepadamu, gak usah dibalas juga, senyum aja.
Suatu saat mereka akan merasa bodoh dan malu sendiri kok, begitu sadar kalau apa yang dipamerkannya itu tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan apa yang kita punya....dari Allah.

"Smile...They'll Die."

Salah satu senjata untuk menghadapi keburukan hati orang lain adalah senyum.