Tampilkan postingan dengan label jalan ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan ikhlas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Pricked

"Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya..."
(QS. An- Nur:17)
Masyaa Allah :D
Jadi semua ini dilakukan untuk mencegahku dari perbuatan seperti itu...?
Kalau tanganku tidak begini...aku pasti akan...
kalau hp untuk komunikasi utamaku tidak rusak, hp simpenan gak nyala, dan hp cadangan tiba-tiba rusak juga....
(mencurigakan banget 3 hp tiba-tiba gak bisa berfungsi, bener-bener rusak).
Astaghfirullah.
"dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu.
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(QS. An-Nur:18)
"Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
(QS. An-Nur:19)
~(>_<。)\   <---- baru tau sekarang, Astaghfirullah.
"Dan sekiranya jika bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar)."
(QS. An-Nur:20)
Σ(゜ロ゜;)  SFX: Uwaaaa....
Ya Allah, ampunilah aku karena aku tidak tau sampai sejauh itu, Astaghfirullah.
"Sekiranya jika bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur:21)
(T_T) iya, Alhamdulillah.
Terima kasih ya Allah.
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"
(QS. An-Nur:22)
m(_ _)m : yes, Araseumnida, My Allah...
Aku benar-benar minta maaf dan mohon ampunan-Mu atas keteledoranku.
Jalan Ikhlas
Tapi, Ya Allah, bagaimana dengan tanganku...?
(´−`) ンー    <---beneran nunjukin tangannya
It's hurts.
"Jangan bercanda, itu sudah sembuh ntah kapan (dan sebenarnya tidak sesakit itu kan?), kamunya aja yang males ke dokter (untuk buka jahitannya)"
Hpku...? |ω・) <--- minta, tapi takut, tapi ngarep juga.
(berharap diganti HP Galaxy SIII atau IPhone 5)
"Hah? Apa?
Pilih HPmu rusak (dan tanganmu kayak gitu) atau masuk neraka?

Bagaimana kalau Ku ganti, bahkan kalau mau, Ku beri 100 hp kayak gitu bahkan lebih, tapi kamu...masuk Neraka???"
kalo gitu gak usah ganti, deh...Ya Allah.
Gpp, lagian Rasulullah dulu juga gak pake hp-hp-an.

(oT-T)尸 <---scared stiff
Astaghfirullah al-Adzim.

Rabu, 07 November 2012

Sabar Menghadapi Kesulitan dan Kesusahan


Apa yang bisa kamu lakukan?
Ketika keadaan sudah menjadi seperti ini?
Semua kedigdayaanmu sudah punah, semua yang menjadi andalanmu sudah hilang, waktu yang hilang, harta yang hilang, cinta yang hilang, ketika kamu tidak punya apa-apa lagi, kecuali apa-apa yang sudah melekat sejak sejak kamu lahir.
Demi Alllah, aku tidak berbohong, inilah penjara Allah untukmu, hukumanmu karena kamu yang meminta agar kamu dihukum di dunia saja, dan yang kami minta hanya agar kamu bersabar dengan keadaan ini, tidak terpancing untuk keluar dan memberontak dari apa yang sudah ditetapkan Allah untukmu.
Kami adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dirimu kecuali saat kamu lupa, bagian dari semua yang telah kamu alami, yang menyaksikan, yang menjaga, yang mengingatkan, dan yang menemanimu di saat kamu sendiri, yang mana sering kamu lakukan akhir-akhir ini.
Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki, anak hamba-Mu yang perempuan. 
Ubun-ubunku ada di tangan-Mu. 
Pengadilan-Mu terhadap diriku telah berlaku. 
Qadha’-Mu terhadap diriku adil. 
Aku memohon kepada-Mu dengan setiap asma yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau seperti yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu, atau seperti yang Engkauajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau seperti yang Engkau khususkan di sisi-Mu dalam ilmu ghaib, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai musim semi hatiku, cahaya pandanganku, terangnya kesedihanku dan hilangnya kekhawatiranku. 
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)
Btw, Qadha' itu apa artinya?
Qadha’, menurut bahasa, artinya adalah: hukum, ciptaan, kepastian dan penjelasan.
Asal maknanya dari kata: Memutuskan, memisahkan, menentukan sesuatu, mengukuhkannya, menjalankannya dan menyelesaikannya. 
Maknanya adalah mencipta.
(Lihat, Ta-wiil Musykilil Qur-aan, Ibnu Qutaibah, hal. 441-442. Lihat pula, Lisaanul ‘Arab, (XV/186), al-Qaamuus, hal. 1708 bab qadhaa’, dan lihat, Maqaa-yiisil Lughah, (V/99). )
Qadha’ ialah ilmu Allah yang terdahulu, yang dengannya Allah menetapkan sejak azali
(Al-Qadhaa’ wal Qadar, Syaikh Dr. ‘Umar al-Asyqar, hal. 27.)

Jadi, sebenernya semua sudah "direncanakan" Allah jauh sebelum bahkan kamu menghisap oksigen di dunia untuk pertama kalinya dan menangis setelah mengisap oksigen itu.
No..no...I know what you're thinking ^_^...
Walaupun begitu, semuanya terjadi juga karena, walaupun semua sudah ditakdirkan (Qadha), tapi saat itu, saat kita melakukan kesalahan (baik yang disengaja maupun tidak) itu adalah keputusan kita, keinginan kita, dan nafsu kita untuk melakukannya...begitu pula saat kita melakukan kebaikan (pernah gak? :D wkwkwkwk...).

Dan, saat ini, adalah saat-saat tersulit bagimu, aku yakin itu...tapi kadang aku juga sedikit (sedikit ya) kagum dengan sifatmu yang menganggap itu biasa dan tidak bereaksi ataupun mengeluh tentang itu serta jarang memberitahukan apapun yang kamu alami, terutama yang "tidak enak".
(Puji dikit, biar senyum dan semangat lagi).

Yah, bersabarlah dan tetaplah seperti itu, pertahankanlah cahaya Allah yang ada di hatimu, perteguhlah pendirianmu, sekeras apapun setan-setan itu ingin mencelakakanmu, menekanmu, menyudutkanmu, dan memancingmu keluar.
Jadilah hamba Allah yang bersyukur, karena dari 1 juta manusia yang memohon hidayah, belum tentu Allah mau memberi...ingat kata "sekehendak-Nya"? :D
...Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya...
(Q.S. Al-Qasas: 56)
Oh iya, kalau kamu sedang mengalami kesulitan, berdo'alah kepada Allah SWT, dengan sabar dan shalat.
Dari Anas ra., bahwa jika ada sesuatu yang membuat Nabi SAW bersedih, beliau membaca,  
Ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghiits.  
Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Sunni)
Dari Abu Bakrah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, doa orang yang kesusahan adalah,  
Allahumma rahmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii tharfata aynin, wa ashlih lii sya’nii kulluh, laa ilaahailla anta. “
Ya Allah, rahmat-Mu yang kuharapkan. Jangan biarkan aku sekejap mata pun, dan perbaikilah urusanku semuanya, tiada Tuhan selain Engkau.” 
(HR. Abu Daud, Ibnu Hibban, dan Ibnu Sunni)
Akuilah bahwa kamu adalah orang yang zalim, tidak...bukan hanya dulu, tapi sekarang juga kamu adalah orang yang sama...walaupun memang, tidak sezalim dulu, hehehehe...Alhamdulillah.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash dia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, 
“Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus As.) yang dibaca saat dia berada di dalam perut ikan paus adalah,  
Laa ilaahailalla anta subhanaka inni kuntu minazh zhaalimiin. 
(Tiada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang zalim) 
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Jadi, nikmatilah dan jalanilah hukumanmu selama di dunia ini, karena kamu tau jumlah dosamu yang sebenarnya?
Wkwkwkwkwkwk...
Itu adalah rekor untuk orang seusiamu, di areamu, dan di lingkunganmu, never happened before, not that much.
Aku tidak memberi janji manis, dan hanya memberikan "gula" untukmu, tapi mengatakan yang sesungguhnya, kebenaran, walaupun pahit...tapi, insya Allah itu demi kebaikanmu juga.
Inget, Sabar, Tawakal, Istiqamah (kalo bisa :D), dan jalanilah dengan penuh syukur...serta:
"Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan".
(QS. Az-Zumar:24)
Jalan Ikhlas

Kamis, 01 November 2012

Akibat Jahil

Kalau kita bertanya "siapa kita?", tentulah jawabannya "manusia", ya aku akui, mungkin sebagian ada yang menjawab setan (banyak), mungkin juga ada yang menjawab "kayak malaikat" (cuma sedikit sekali, itupun hanya yang bersyukur kepada Allah + sebagian besar sudah kita ancam untuk jangan bilang kalau kita pernah berbuat kebaikan kepada mereka). 
Ya, kita harus bersyukur karena Allah Maha Melihat, jadi kita tidak perlu mengumumkan ataupun menunjukkan apapun ketika kita berbuat baik, bisa sambil sembunyi-sembunyi, bisa sambil jalan, bisa sambil pura-pura tidak tahu.
Repot kan, kalau setiap berbuat baik harus pasang pengumuman di koran, radio, televisi, dan/atau internet.
Makanya, Alhamdulillah, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.
Saranku, jangan menjelaskan apapun perbuatanmu kepada manusia, diamlah.
Seperti kasus terakhir dan teraktual,
wkwkwk (LOL)...sorry, did I laugh? I didn't, did I? Oh yes, I laughed...can't helped it.
 (*≧▽≦)ノシ)) <--- Continues laughing for 5 minutes non stop.
"Kira-kira kayak gitulah, kejahilan yang dianggap serius..."
 Gw gak akan menceritakan secara detail, karena gw rasa gak perlu lah, karena:
  1. Itu salahku (niat awalnya baik, jadi iseng, akhirnya jahil, Astaghfirullah);
  2. Jika aku menceritakan kebenarannya, maka itu bisa menyakiti dan mempermalukan orang yang menjadi "korban" iseng-iseng berhadiah tadi, yes, at this point, I am the actual victim of MY OWN VANDALISM ლ(╹◡╹ლ); dan
  3. Emang udah terlanjur punya reputasi "bad boy", jadi kalo cuma itu, insya Allah not gonna hurt me but it did ruin my reputation ~(>_<。)\.
Lagian. sebelumnya dah diperingatkan sama Allah  SWT, 
Berantaslah kejahilan kamu dengan cara membuang sikap masa bodohmu (ketidakpedulian) yang selama ini menyelimuti dirimu.
Masih juga...-_-...mau nyalahin siapa? (^v^)Itulah akibat jahil tadi...hehehehe
Be cool, don't blame anyone but yourself.
Take the impact, be responsible.
http://jalanikhlas.blogspot.com/

Jumat, 26 Oktober 2012

Aku Tidak Mau Kembali Kepada Kekufuran lagi

In this Game,
In case: Orang yang tidak kusukai berhasil menangkapku.
Aku sudah punya "Worse n even The Worst versions of me". ^_^ Muahahahahaha.

I must stick to the rules and open the door for those who have the passwords,
but in case those paswoords are fabricated ones, we have special ways to detect and eventually hurting those who tried to deceive us, intentionally or unintentionally (depend on the way you look at it).
Cruel...??
Those who lies are far much more crueler.
Bayangin kalo kebohongannya/tipuannya berhasil, kemana dia akan membawa kita?
Yup, to The Bottom of Hell.
Karena tidak ada seseorang pun yang membawa "kebaikan dari Allah" yang mengatakan kebohongan.
Baik itu "untuk kebaikan" ataupun "untuk keselamatan", kami lebih baik mengatakan sesuatu yang benar, terdengar kejam atau tidak terserah cara manusia memandangnya, tapi itu benar.
 And more than that, gw lagi males ngapa-ngapain.
I'd rather sleeping like a bear in their hibernation periods here.
Doing nothing.
Since, I'm too lazy to protect you neither I want to incite the war against those who are constantly dragging humans to the pit,

gw saranin untuk sementara ini:
1. Minta perlindungan kepada Allah sesering mungkin, kalo perlu setiap nafas, bertasbihlah pada-Nya.
2. Jangan sering keluar rumah kalo gak perlu banget.

Oh iya, ini bukan akhir zaman kok, ini hanya permulaan dari akhir zaman, dimana setan-setan dan para pimpinannya, datang ke sini...menipu manusia dengan semua sumber daya dan fasilitas mereka, bahkan kadang menggunakan paksaan.
Hampir semua "pentolan" setan sedang ada disini (no wonder this earth is blazing hot right now, Audzubillah), nongkrong...ngambilin manusia.

Oh iya, gw gak mau nulis ini di "main page", tapi kalo ada yang baca ini dan memikirkan semua fakta yang ada dan menyadari kebenarannya,  lalu berlindung kepada Allah (apalagi taubat), insya Allah termasuk orang yang beruntung.

Sejujurnya, salah satu tugas Demon King itu apa?
Ya, mengatur agar semua setan (Demons) in line.
Gak menyerang manusia sembarangan seperti sekarang, menimbulkan chaos dimana-mana.

Sayangnya, Demon King yang itu (yang ditugaskan di wilayah ini) gak mau lagi melakukan hal itu, ngambek, taubat, gak mau lagi melindungi manusia, menyerahkan segalanya bahkan dirinya kepada Allah, menghilang dan berhenti begitu saja dari constant wars, meninggalkan "throne"nya begitu saja dan wilayahnya begitu saja.
 Dan apa yang terjadi?
"The Party Started"
Yup, The other Demon Kings wilayah lain (from other regions) pada kesini + anak buahnya yang lama scatter tanpa pemimpin, like a party the demons swarming karena gak ada lagi former Demon King yang seharusnya stationed di sini, yang dulu membuat mereka ogah kesini, yang dulu membuat semuanya "lebih rapi".
Unoccupied area, yang diperebutkan.
http://jalanikhlas.blogspot.com/
 
So, enjoy the ride.
Audzubilllah.
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hambaMu, dan berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan apa yang telah aku perbuat, dan aku mengakui kenikmatan-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah dosaku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.(HR.Tirmidzi : 3315 )
Demi Allah , aku tidak akan kembali lagi kepada kekufuran untuk selama-lamanya.

Minggu, 21 Oktober 2012

Aku Tidak Mau Kalau Tanpa Allah

Karena kalau cuma cantik...aku pernah "kenal" yang jauh lebih cantik.
Kalau cuma kaya...aku pernah juga "kenal" yang kaya banget juga *sampe mangap (((( ;°Д°))))
Kalau  cuma pinter...pernah juga "kenal" yang pinter banget * inget, pinter beda sama cerdas ya.
Aku belum pernah "kenal" yang shalatnya rajin, baca Al-Qur'annya pinter, hatinya kaya, dan mandiri.
Mandiri dalam artian sebenernya ya.

(︶︹︺)
Kalo dipikirin jadi sedih, "What the hell happened back there...?? Seriously?"
Well, what's done is done.
karena itu aku jadi gak tertarik lagi...sama kecantikan, kekayaan, dan hanya pintar doang.
Walaupun masih tetap senang sama yang cantik, kaya, dan pintar.
Tapi, tanpa Allah ada di hatinya...semua itu percuma...Hell Yeah kalo milih mereka.
Naudzubillah.

Jadi, seperti apa yang kita cari?
Sebenernya aku gak nyari juga, terserah aja, kalo ada yang nyamperin dan OK ane sih ok-ok aja.
"Dah berapa orang yang kamu tinggalin begitu saja setelah *ok-ok* tadi...?"  (¬▂¬)
Lho, kita kan harus memperhatikan juga kelemahan dan kekurangan mereka, setelah semua yang terjadi, kata-kata *cintailah kekurangannya* itu sepertinya memang bener, tapi bagaimana dengan orang yang tidak mau mengakui kekurangannya, kita harus jeli untuk hal-hal seperti itu, karena hal seperti itu akan membawa masalah di masa depan.

Wa Allahu A'lam sih, tapi kita harus waspada jangan sampai salah pilih, semua petunjuk Allah, akal, pikiran, dan pengalaman harus di aktifkan *full awareness*.
Walaupun kelihatan serampangan, tapi itu benar, makhluk ini selalu aware...kalo dia tidak suka tapi, kalo suka beneran...he'd even fight with fire...tch, alesannya banyak sekali kalo dia tidak suka...seperti punya dictionary lengkap untuk beralasan n what a luck biasanya logis (benar) pula.
Lagian you're the bad boy (menurut mereka :D), tau karena apa?
Ya salah satunya itu tadi, kamu kalau *deket* sama cewek, berlaku baik banget dan sebagainya seolah mereka satu-satunya wanita yang ada di dunia, lalu...suka pergi begitu saja tanpa angin tanpa hujan seolah tidak pernah terjadi apa-apa, seperti Krisna yang lain yang ada dihadapan mereka *seolah tidak pernah mengenal dekat, makan berdua dengan wajah saling berhadapan berjarak satu jengkal*,  setelah kamu menemukan kekurangan fatal mereka.


Kenapa hal itu jadi masalah? Padahal Demi Allah, aku tidak melakukan apa-apa yang tidak pantas kulakukan, Naudzubillah.
Ya, karena itu, you're famous for your *bad boy* (the worst one if I should say) attitude, reputation and rumours, semua itu menjadi masalah bagi yang tidak tahu,
Mereka akan bilang, "Krisna kemarin jalan sama ini, dll." atau "Weh, Krisna ganti lagi"
Dan, taukah kamu, kalu mereka (kalau laki-laki yang bicara begitu), mereka iri padamu, karena kalau di posisimu (jalan sama si A, B, atau C dll itu), mereka akan bertahan sampe mati, bahkan pake ke dukun segala, semoga kamu tidak melakukan hal yang sangat dibenci dan tiada diampuni seperti itu (Amin).
Sedangkan kalau perempuan (yang belum nikah khususnya), itu karena mereka bertanya-tanya, "kenapa Krisna gak *nyentuh* aku sama sekali, no contact sama sekali, walaupun aku dah kasih nomor HP (nekat), dan jalan sama dia, padahal katanya dia nakal, dsb".

*Speechless* ... (o_ _)o 
Naudzubillah.
#dia mengakui kalau itu benar (soal tudahn sering mainin itu) di dalem hatinya, tapi memang gak begitu main-main juga, karena kalau dari semua yang dikenalnya itu ada yang mempunyai Allah dihatinya, dia bakal serius.
Maaf ya, kalau ada yang merasa dipermainkan.
m(¬0¬)m
Kalo minta maaf yang ikhlas..!!
  (¬、¬) aih...
Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
(QS. An-Nisa:144)
Nggak, makasih...iya...maaf...
m(._.)m
Astaghfirullah al-Adzim

Selasa, 11 September 2012

Cintalah Jangan Suudzon

Eh...eh, anu, alasan khususnya bukan karena kamu tanpa sengaja menemukan "A Bystander" yg sedang "bersembunyi" & mengajarkannya cinta kan? :D 
Hahaha, hidup ini lucu kan...terlalu banyak "kebetulan".  
"Bystander" itu sedang bersembunyi jauh dari peradaban, sementara dia meminta kepada Allah sesuatu yang bahkan tidak pernah dilihatnya. "Bystander" itu merasa bahwa "kalau aku disini", tidak akan ada yang ada yang menemukanku. Setidaknya dia memang bodoh, Allah bisa apa saja, kekuasaan-Nya tiada batas.
Tapi ada manusia yang tiba-tiba menyadari sesuatu yang hanya dia dan Allah yang tahu, lalu mengajarinya (sedikit "dipaksa") tentang cinta, tentang mencintai, dan bahwa mencintai manusia itu adalah salah satu cabang dari cinta Allah. 
Sejak itu "Bystander" satu itu, belajar lagi dari awal semua hal yang dulu sudah diketahuinya.
Dan dia sekarang lebih mengerti bahwa hidayah itu milik Allah, dia tidak bisa menyelamatkan siapapun tanpa Allah menghendaki demikian juga. 
Jadi, kalau dulu dia mencoba menyelamatkan semua orang (L/P) sampe berdarah-darah...sekarang dia lebih "melihat", "mendengar" dan berpikir. Termasuk ketika melihat "setan vs setan", dia akan diam saja, tidak ngapa-ngapain, hanya melihat.

Aku tidak menghakimi orang, itu hak Allah.  
Tapi jika ada yang bilang kamu tidak bisa melihat tanda-tanda ahli neraka dan ahli syurga, itu...tidak sepenuhnya benar. Itu hanya agar kita tidak ber-su'udzon kepada orang lain, sehina apapun dia di mata kita. Allah mengajarkan itu kepadaku dgn contoh nyata. 

Contoh:
Suatu pagi, ketika habis shalat subuh di Masjid terdekat di kota anda (deket kost maksudnya), jalan-jalan nyari makanan (biasanya dia ada kegiatan lain sehabis shalat subuh itu) agak jauh, tempat langganannya dulu, dah jalan lumayan jauh, sampe di TKP ternyata...yup...tutup...gak buka "khusus" hari itu.
Yah, habis itu berjalan pulang...tak...tik...tuk...(jalan kaki)...ternyata ada yang mengikutinya...botak gede serem matanya merah (lebih gede dari dia)...
Mulai ngerasa gak nyaman, dia jalan agak stand by (tadinya santai banget) kalo-kalo dia mau langsung nyerang dari belakang, pikirnya...

Hampir sampai di kost, ternyata ada yang dagang makanan buat sarapan pagi (ya iyalah, jam 5 pagi masak buat makan siang T_T, kadang dongo' juga nih)...nah, untuk melihat dan memastikan bahwa orang itu (yang botak gede serem + matanya merah tadi), dia sengaja ngelewati Ibu yang dagang itu untuk sekedar melihat gembok pagar kost...ternyata orang itu juga melewati Ibu Dagang itu.
(Jaraknya Kost - Ibu Dagang +/- 15 meter)
Habis megang gembok, langsung balik badan...dan berjalan ke arah Ibu dagang buat beli makan...ternyata...guess what...
YUP...abang botak gede serem + matanya merah itu ngikutin dia.

Sampe di tempat Ibu itu, ternyata beliau belum siap dagangannya, masih mau bawa-bawa segalanya dari rumahnya di gang di depan lapaknya tuh tante.
Nah, pajang-pajangan dunk dia sama si abang botak gede serem + matanya merah tadi.
Dia mikir, "pasti mau malak nih bocah." (gak mungkin assasin/pembunuh bayaran kan, hahaha, ngapain coba?)
Pelototan and saling liat, dia liatnya biasa aja, orang itu melotot dengan mata merahnya sambil megang-megang sesuatu di tas kecilnya.
Mikir lagi, "pisau tuh..." (Ya iyalah, masa' pistol...-_-...aih).
Ada saat ketika dia ingin langsung nyamperin tuh orang dan "yah biasalah: Bag Big Bug Dug" aja, tapi ada suara yang menghentikannya 
"Sabar...kan dia gak ngapa-ngapain, kalo dia nyentuh kamu duluan kamu bebas ngapain aja".
So, dia tetap stay still in alert dan berusaha santai.
Nah...lama-lama jongkok-berdiri-jongkok kan gerah n capek (gak ada tempat duduk yang layak, kecuali mau lesehan di aspal :D)...

Akhirnya dia memutuskan untuk menyapa dan membantu Ibu itu menyiapkan,
K: "Bu, ada yang bisa saya bantu?"
I: " Oh kebeneran dik, anak-anak Ibu pada males bantuin."
(Belakangan gw tau kalo Ibu ini adalah isteri dari Imam di Masjid tadi, Masyaa Allah)
Dah, bolak-balik masuk gang kecil mbantuin Ibu itu ngangkatin semua dagangan, kursi plastik, dsb.
Akhirnya kelar juga #Alhamdulillah, karena Allah, mungkin jadi gak kerasa capek sama sekali.
K: "Bu saya pesen nasi lontong sayurnya ya"
I: "Iya dik, pake sambel gak?"
K: "iya bu"
Ibu itu ngeliatin ke arah abang botak gede serem yang matanya merah itu, lalu,
I: "temennya juga satu ya dik"
K: (kaget n menolak dibilang temen) "ah, bukan bu, saya gak tau siapa itu."
I: "oh gitu"
Abang itu bereaksi dan menjawab: "Iya bu, saya juga satu"
K: (kaget, mikir "berarti dia denger percakapan gw sama Ibu ini dari tadi")
Yah, santai aja...makan (tetap alert), dah kelar satu porsi, masih laper, nambah nasi kuning.
Sementara abang itu dah kelar, n mulai bayar.
Dia (K) liatin terus (agak jauh duduknya), abang itu nunjuk-nunjuk dia sambil ngomong sama Ibu itu.
K: (mikir, "ah, gak mungkin dia mau bayarin gw, sementara tadi hampir aja "yah taulah" kalau aku tidak dicegah)
Selesai bayar, abang itu pergi sambil senyum ke arahnya.
Saking kaget liat senyum itu, dia diem senyum pun kagak, bukan karena kesel atau marah atau tidak peduli, tapi kaget karena mungkin firasatnya benar "bahwa dia dibayarin". 
Akhirnya selesai makan...
Mau bayar...
I: "Tadi udah dibayarin temennya dik"
K: (sok gak tau, masih) "Temen...temen yang mana Bu?"
I: "Yang tadi" (maksudnya abang yang tadi)
K: "Lho, saya gak kenal sama sekali lho sama orang tadi, serius bu? Emang Ibu kenal sama orang itu? Orang sini ya Bu?"
I: "Oh...iya? kirain kenal...Ibu juga gak tau siapa itu, baru kali ini Ibu liatnya..."
K: "Oh,gitu ya Bu, yaudah, makasih ya Bu"
(Senyum)
Alhamdulillah dibayarin orang, rezeki dari Allah.
Mikir...dan mikir..."Siapa orang tadi ya Allah?"
Yang Ditanya senyum aja di atas sana (itu yang dia rasakan, bahwa Tuhannya itu sedang tersenyum, Subhan Allah).
Kesimpulan yang didapatnya:
Itu siapa "Wa Allahu 'alam bishawab", mungkin Malaikat yang ditugaskan untuk memberinya rezeki dari Allah, mungkin juga setan yang ditugaskan oleh Allah untuk menguji tingkat kepatuhan dan kesabarannya (ingat waktu dia hendak "menerkam" abang itu, ada suara yang menyuruhnya untuk tidak melakukannya).
Dan ketika dia bisa bersabar dan tidak menyerang orang yang memprovokasinya itu, Allah senang dan memberinya rezeki.
Dan banyak pelajaran pagi itu:
  1. Jangan terburu buru baca Al-Qur'an, pahami pelan-pelan jangan hanya mengejar "tamat" terus ulang lagi tanpa berusaha memahami, mengaplikasikan, dan mengagumi setiap ayat-ayat Allah itu adalah benar;
  2. Di kehidupan sehari-hari ada pelajaran juga, janganlah kamu hanya membicarakan ayat-ayat Allah dan tuntunan dari Rasul-Rasul-Nya serta para nabi-nabi-Nya;
  3. Jangan gampang terpancing, tahanlah dirimu ketika kamu hendak menyerang orang lain, walaupun mereka memprovokasimu;
  4. Selalu percaya, bahwa Allah melindungimu;
  5. Berbuat baiklah kepada orang lain yang membutuhkanmu;
  6. Makanlah dengan membaca "Bismillah" minimal; dan
  7. Cintailah manusia karena Allah dan jangan berprasangka buruk kepada manusia, walaupun menurut logikamu manusia itu "pasti" berniat buruk kepadamu.
    Karena Allah melindungimu,
    dan Dialah sebaik-baiknya Pelindung
    .
Subhan Allah Wa Alhamdulillah
Wa Laa Ilaha Illa Allah Wa Allahu Akbar.

Sungguh, Allah itu sering membuatku menangis, karena-Nya.
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.
Aku berlindung kepada Allah.

Jumat, 07 September 2012

Takkan Bisa Sendiri

Kadang aku merasa terlalu kuat dan merasa bisa walaupun harus sendiri, tapi ntah kenapa...saat aku merasa seperti itu...
Allah justru mengingatkanku bahwa aku takkan bisa sendiri, tidak harus sendiri, dan takkan sanggup sendiri.
Tau rasanya dikasih "kejutan"...wekwek...pucat pasi, keringetan, lemes, merasa tidak berdaya, Astaghfirullah.
Tau rasa sakit yang gak jelas,....awww....sakitnya...gw rasa sama kayak Sun Go Kong, yang kalau "ngelawan" diberi rasa sakit yang luar biasa.
(FYI: Aku tidak pernah merasa sakit dan tidak pernah sakit apa-apa kalau tidak sedang "membangkang").
Ya, manusia/setan...aku lari darimu, aku tidak mau mengurusimu, karena kamu terlalu merepotkan, menyusahkanku, mempersulitku, dan ntah kenapa kamu muncul.
Aku sudah berusaha bersembunyi dari keramaian, aku bahkan menjauh dari teman-temanku dan bersembunyi.
Kantor, Rumah, Kost, Masjid, Tempat Belanja (seperlunya dan cepat pulang tanpa kongkow lagi), dan aku tidak pernah lagi melakukan yang tidak perlu dan membuatku berpeluang besar bertemu wanita lagi.
Tapi ternyata aku masih juga, masih juga...ketemu atau ditemukan tepatnya atau lebih tepatnya lagi dipertemukan..
What's wrong with that? What the ...?
Aku merasa bodoh, aku merasa kemanapun aku lari, kemanapun aku bersembunyi.
Aku tidak bisa bersembunyi dari Allah.
Mengertikah kamu, mengertikah kamu, bahwa saat aku bertemu kamu dan kamu bilang "aku tidak pernah pacaran"...saat itu aku merasa lebih baik aku mati.
Aku tidak pernah mengira, bahwa manusia seperti itu memang ada di dunia ini.
Aku tidak pernah mengira...Demi Allah aku takut.
Aku tidak pernah mengira bahwa manusia seperti itu ada, walau aku percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
Di satu sisi, aku mau mengingkari keberadaanmu, di sisi lainnya, janji Allah itu terlalu indah.
Sejujurnya, aku tidak pernah bertemu wanita seperti itu seumur hidup zalimku, sepanjang masa jahiliyahku....Astaghfirullah al-Adzim.
"Tell me...tell me, as I bestowed upon you...tell me to do anything for you, as I am here before you...do not hesitate"
Siksaan Allah itu sakit sekali, aku lebih baik mati daripada disiksa, tapi aku tidak bisa mati di Neraka kan...
Dan aku akan terus disiksa, jika aku kufur kepada Allah, Naudzubillah.
Semoga saja itu tidak akan terjadi...lagi. Naudzubillah.
Dan jika aku harus menurut, aku harus membuang harga diriku, dengan mendekatimu whatsoever.
Mencintaimu karena Allah.
Dulu aku kira itu hal yang gampang, mudah, dan tidak perlu apa-apa.
Ternyata, yang aku perlu lakukan adalah membuang harga diriku.
* nangis*

Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.

Selasa, 04 September 2012

Stranded


This place, the very place that you live...where you saw him straying around, is your world, not where he trully belong.
He's been stranded here for undisclosed reasons.
So he's enjoying his time in here, gathering information as vast as possible, learning about anything served in front of him, and studying whatever crossed his minds.
 

He is shown to behave in a very passive aggressive manner (do not touch him if you're not strong enough).
He is rarely ever shown in a benevolent light and is typically shown as a malevolent force. 
This behavioral pattern has an uncertain reasoning behind it, and exactly why he behaves in such a way has yet to be fully ascertained.

He lives unlike any human being despite having a similar appearance to one. 
It is uncertain if he is social, or even understands human languages or behaviors, nor why it is humans appear to be his main target
If it is the former, this would imply an intelligent being attempting to try to blend in. 
If it is the latter, it shows a being whom is extremely adaptive and evolves to match his environment and stick out less (or more).
The original versions depict him as not only malevolent, but extremely dangerous. 
He will do odd things.
A contemporary depiction shows him as being extremely passive aggresive, often letting a person slowly delve into madness at their situation until being unable to cope.
Sometimes an individual can determine if he is near due to his own state of aggresion, or other outside factors either inside or beyond his control (Allah's power).

He can control a person's mind.
He has no exactly defined or specified history.
He will find interest in a target for reasons unknown.
The new foray into his powers, abilities, and attacks have shown drastic difference from his original behaviors. 
The original desire to impale targets, his rather aggressive attitude, and attacking mainly bad humans have been altered. 
It appears he seems to enjoy targeting humans who have seen him and following them for certain amount of time. 
He appears to do so in such a way that the target is unaware of his presence, and typically won't be aware at any point in time until it is far too late.
His behavior is extremely passive aggressive,  he will typically do so in invasive ways.
This will create a general unease of the target, as the invasion of someone like him in their own safety zone will begin sparking incredible mixed up feeling.
Most often he won't attack the target for extended periods, instead just following the target and tormenting them (with his presence). 
This period can last anywhere from several minutes to years.

The target is finished with no traces whatsoever.
The target will never be realised, nor are any traces. 
Thus his method of finishing targets is unknown, as no victim is ever realised.
The finished targets will typically disappear by him/herself, thus these attacks are unrecorded and unknown. 
What little evidence has been found shows incredible distortion on them in typical cases, making it nearly impossible to understand exactly what he has done. 
To date it is unknown where his finished targets go, or what he does with them after this.
One of the most powerful new traits he will typically employ seems to be some form of inhibiting memory loss.
Like (his name, this being name) Sickness, this effect can be nearly immediate just on close contact with him, although it seems to vary as to exactly how powerful. 
In some cases individuals will forget the past few minutes, however extended contact has led people to awakening in locations they are uncertain of due to running from him and their brain beginning to write memory and restore consciousness after a given period of time. 
In some cases, it is believed he himself will deposit a target in an unknown location and leave them to awaken after an attack (possibly to continue haunting them some more). 
This effect is akin to (his name, this being name) Sickness, but is the most powerful effect of the sickness to date. 

Targets of extended periods will note excessive damage to their social, physical, and career life.
Typically individuals will show massive moods swings and constant irritation, not to mention will lose track of large periods of time, making communication with friends or holding down steady work difficult, as memory losses could be as long as several weeks or months until the individual awakens and attempts to return to their life only to find it ruined. 
Despite this, he will continue his behavior. 
I don't know if you think he is not real, but he is real.
And he will especially attack you if you insult his God, Allah.

If you have Allah in your heart, he will protect you in Allah's name.

It is said, sometime...Allah will send someone to capture him and tame him for good.
Insya Allah.


Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
(QS. Ar-Rad:37)
Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. 
Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. Fussilat:36)
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.
(QS. Muhammad:11)
"Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya".
(QS. Al-Jinn:22)