Tampilkan postingan dengan label My enemies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My enemies. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

Aku Tidak Mau Kembali Kepada Kekufuran lagi

In this Game,
In case: Orang yang tidak kusukai berhasil menangkapku.
Aku sudah punya "Worse n even The Worst versions of me". ^_^ Muahahahahaha.

I must stick to the rules and open the door for those who have the passwords,
but in case those paswoords are fabricated ones, we have special ways to detect and eventually hurting those who tried to deceive us, intentionally or unintentionally (depend on the way you look at it).
Cruel...??
Those who lies are far much more crueler.
Bayangin kalo kebohongannya/tipuannya berhasil, kemana dia akan membawa kita?
Yup, to The Bottom of Hell.
Karena tidak ada seseorang pun yang membawa "kebaikan dari Allah" yang mengatakan kebohongan.
Baik itu "untuk kebaikan" ataupun "untuk keselamatan", kami lebih baik mengatakan sesuatu yang benar, terdengar kejam atau tidak terserah cara manusia memandangnya, tapi itu benar.
 And more than that, gw lagi males ngapa-ngapain.
I'd rather sleeping like a bear in their hibernation periods here.
Doing nothing.
Since, I'm too lazy to protect you neither I want to incite the war against those who are constantly dragging humans to the pit,

gw saranin untuk sementara ini:
1. Minta perlindungan kepada Allah sesering mungkin, kalo perlu setiap nafas, bertasbihlah pada-Nya.
2. Jangan sering keluar rumah kalo gak perlu banget.

Oh iya, ini bukan akhir zaman kok, ini hanya permulaan dari akhir zaman, dimana setan-setan dan para pimpinannya, datang ke sini...menipu manusia dengan semua sumber daya dan fasilitas mereka, bahkan kadang menggunakan paksaan.
Hampir semua "pentolan" setan sedang ada disini (no wonder this earth is blazing hot right now, Audzubillah), nongkrong...ngambilin manusia.

Oh iya, gw gak mau nulis ini di "main page", tapi kalo ada yang baca ini dan memikirkan semua fakta yang ada dan menyadari kebenarannya,  lalu berlindung kepada Allah (apalagi taubat), insya Allah termasuk orang yang beruntung.

Sejujurnya, salah satu tugas Demon King itu apa?
Ya, mengatur agar semua setan (Demons) in line.
Gak menyerang manusia sembarangan seperti sekarang, menimbulkan chaos dimana-mana.

Sayangnya, Demon King yang itu (yang ditugaskan di wilayah ini) gak mau lagi melakukan hal itu, ngambek, taubat, gak mau lagi melindungi manusia, menyerahkan segalanya bahkan dirinya kepada Allah, menghilang dan berhenti begitu saja dari constant wars, meninggalkan "throne"nya begitu saja dan wilayahnya begitu saja.
 Dan apa yang terjadi?
"The Party Started"
Yup, The other Demon Kings wilayah lain (from other regions) pada kesini + anak buahnya yang lama scatter tanpa pemimpin, like a party the demons swarming karena gak ada lagi former Demon King yang seharusnya stationed di sini, yang dulu membuat mereka ogah kesini, yang dulu membuat semuanya "lebih rapi".
Unoccupied area, yang diperebutkan.
http://jalanikhlas.blogspot.com/
 
So, enjoy the ride.
Audzubilllah.
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hambaMu, dan berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan apa yang telah aku perbuat, dan aku mengakui kenikmatan-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah dosaku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.(HR.Tirmidzi : 3315 )
Demi Allah , aku tidak akan kembali lagi kepada kekufuran untuk selama-lamanya.

Senin, 08 Oktober 2012

You Have To Be Strong

Kamu harus kuat, dan ingatlah,
Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah.
[HR. Bukhari dan Muslim]
Sesungguhnya Allah berfirman:
“Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya.” 
(HR. Bukhari) 
Memaafkan orang-orang yang telah menyakiti, mencoba menyakiti dan memusuhi kita bukanlah perkara yang mudah bagi setiap manusia.
Tentulah perasaan ingin membinasakan muncul tiba-tiba, dan jika kita tidak bisa mengendalikan diri maka akan menjadi gelap mata, dimana dalam keadaan itu...Qarin takes over, and that's not gonna be good. (一。一;;)
Honestly speaking, that Qarin would do something that is inhuman while using our body, our appearance, our personality, and know no mercy neither love.
(well, what do you expect from something made of fire).
Pada saat marah, Qarin, dan mungkin setan-setan lain temennya juga, akan membangkitkan nafsu amarah di dalam hati, hingga seluruh kejelekan bisa masuk ke dalam diri kita. 
Marah adalah kunci dari segala keburukan dan kejahatan,
(Imam Ja'far As Shiddiq)
Oh, mumpung lagi membicarakan setan, kita bahas yuk dari pintu mana saja setan terkutuk bisa masuk (selain Qarin kampret itu tentunya karena dia telah mendampingiku bahkan sebelum aku menghisap oksigen di dunia ini, semoga Allah mengampuniku karena kesel sama Qarin).
  1. Pintu pertama:
    Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
    Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.”
    (HR. Muslim no. 2564)
  2. Pintu kedua:
    Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.
    Cara meredam amarah atau setidaknya terhindar dari perbuatan merusak:
    ....kalau kalian marah maka diamlah.
    (H.R. Ahmad)
    Ngucap :D
    Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu Billahi minasyaithaanirrajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
    (H.R. Bukhari Muslim)
  3. Pintu ketiga:
    Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
    Ingatlah, bahwasannya setan  sudah putus asa untuk disembah di negeri kalian ini.
    Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan setan akan meridhainya.

    (HR. Turmudzi dalam Shahih Sunannya)
  4. Pintu keempat:
    Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.
    Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya.
    Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya.
    Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga [dari perutnya] untuk makanannya.
    Sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.

    [ HR Imam Tirmidzi dan Hakim ]
  5. Pintu kelima:
    Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.
    Sesungguhnya mayoritas sunnah dan kebenaran bertentangan dengan pendapat pribadi.
    [HR. Bukhari].
    “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman?
    Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka.
    Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.
    Allah telah menyediakan bagi mereka adzab yang keras.
    Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
    (QS. Al Mujaadilah [58]: 14-15).
  6. Pintu keenam:
    Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah SAW bersabda,

    Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.
    (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
  7. Pintu ketujuh:
    Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.
    Orang-orang  yang  makan  (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang  yang kemasukan  setan  lantaran  tekanan penyakit  gila
    (QS. Al-Baqarah:275)
  8. Pintu kedelapan:
    Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
    Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya untuk mengajarkan kepada kalian apa yang  kalian belum ketahui yang pada hari ini Allah baru saja mengajarkannya kepada saya.
    Allah berfirman:
    "Seluruh  harta yang Aku karuniakan  kepada hamba adalah halal.
    Aku
    menciptakan hamba- hamba-Ku semuanya suci, bersih  dan lurus.
    Hanya saja,
    setan datang menggoda mereka. Setanlah yang memalingkan mereka dari agama  mereka  yang lurus, setan juga yang mengharamkan apa yang Aku halalkan  kepada   mereka.
    Mereka juga   menganjurkan dan  mengajak   para   hamba   untuk menyekutukan-
    Ku dengan sesuatu yang Aku sendiri belum menurunkan ilmu kepadanya"

    (HR. Muslim)
  9. Pintu kesembilan:
    Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling penting dalam agama ini yaitu masalah aqidah.
    ...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...
    (QS. Al-Baqarah:185)
  10. Pintu kesepuluh:
    Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (su’udzon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

    Apabila kamu mendengar seseorang mengatakan ‘manusia telah rusak’, maka orang itulah yang paling rusak di antara mereka.”
    (HR Muslim)
    Wahai orang-orang yang beriman,
    jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.

    (Al-Hujurat: 12)
 
You're The Original,
No matter how many copies of you out there, you're the original, it's only there to irritates you :D
So, take it easy, they are not you.

Kamis, 20 September 2012

Kerusakan Menjelang Akhir Zaman

Beberapa waktu yang lalu, aku bertanya-tanya...bagaimana mungkin semua orang yang beriman akan mati sebelum kiamat, dan bagaimana mungkin semua ulama "ditarik" dari dunia ini, sementara umat muslim (atau setidaknya yang mengaku Islam dan/atau yang mengira dirinya muslim) masih banyak dan semakin bertambah setiap hari...?
Marilah kita bahas secara kronologis "kenapa"...
Pertama, simaklah baik-baik hadits shahih berikut:
Sesungguhnya termasuk diantara tanda terjadinya Kiamat adalah ditariknya ilmu agama, kebodohan yang merajalela, tersebarnya perzinaan dan dianggap suatu kelaziman, khamer dijadikan minuman kegemaran, berkurangnya jumlah laki-laki dan semakin mendominasinya kaum perempuan, sehingga lima puluh perempuan hanya mempunyai satu orang pendamping.
( Muttafaqun ‘alaih, sebagaima diriwayatkan oleh Imam al Bukhari, Jilid 1 hadits 81. Juga oleh Imam Muslim, Jilid 4 bab Ilmu hadits nomor 9. Diriwayatkan pula oleh Imam at Tirmidzi, Jilid 4 hadits nomor 2205. Juga oleh Ibnu Majah, Jilid 2 hadits nomor 4045. Dan oleh Imam Ahmad, Jilid 3 hal 176.)
Nah, dari situ kita menemui berbagai hal yang sudah menjadi seperti kebiasaan dan menganggapnya sebagai hal biasa:

  1. Berkurangnya jumlah laki-laki dan semakin mendominasinya kaum perempuan, sehingga lima puluh perempuan hanya mempunyai satu orang pendamping.
    Diakui atau tidak, di sekitar kita lebih banyak bayi perempuan yang dilahirkan, dibandingkan bayi laki-laki, aku mulai menyadarinya beberapa tahun yang lalu. Aku tidak tahu jumlah pastinya, tapi itu sangat jelas sekali.
    Tingkat kematian laki-laki juga lumayan tinggi dibandingkan tingkat kematian perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
    Belum lagi soal dominasi perempuan, perhatikanlah...beberapa perempuan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada kebanyakan laki-laki....ah, maaf, aku rasa lebih banyak dari yang aku kira, karena beberapa perempuan itu berada di dekatku, sepupu-sepupuku, mantan-mantan pacarku, teman-temanku, dan kenalan-kenalanku.
    (Ngeluh dikit: itulah kenapa kadang gw males pake bahasa Indonesia, karena ngetiknya kepanjangan, bisa aja pake: My Cousins, My Ex-Girlfriends, My Friends, and My Acquintances...kan...lebih singkat -___-*).
  2. Khamer dijadikan minuman kegemaran.
    Ada berapa merek wine, beer, and brandy sekarang?
    Ada berapa night club (klub malam, diskotik, bar, tempat clubbing/dugem) yang baru dibuka dan happening, sekarang?
    Apakah disana ada yang minum cola (soda)? Atau air putih doang? dah jelas kalau yang minum air putih ini biasanya pake pil kecil yang lebih marak disebut ecstasy atau inex...lebih parah -__- (Audzubillah).
    Dan berapa banyak cafe atau tempat main billiard yang menyediakan minuman beralkohol (masuk golongan khamer ini gan) baik yang jenis berat maupun yang tersamar menjadi cocktail?
  3. Tersebarnya perzinaan dan dianggap suatu kelaziman.
    Bisa kita lanjutkan membahas yang lain gak? Soalnya aku rasa semua sudah tahu ini.
    Sekarang anak perempuan SLTP (Junior High School) saja dah banyak yang "berdagang",
    pergaulan sudah mulai rusak alias sudah dikenalkan sama yang namanya FREE SEX (SEKS BEBAS) sejak usia sedini itu...bahkan sebenarnya lebih dini lagi.
    Berapa banyak pasangan yang bukan suami-istri yang sah yang melakukannya?
    Hitung dari yang cuma pacaran, cuma teman, cuma HTS (Hubungan Tanpa Status), cuma TTM (Teman Tapi Mesum), perselingkuhan, suami yang muke gile doyan makan ayam mude :D, atau istri yang kurang kasih sayang mau disayang semua laki-laki setan yang bawa "pedang".
    Itu hitung yang tanpa paksaan, dan mereka berbuat dosa sendiri tanpa paksaan.
    (Audzubillah).
    Lalu hitung lagi yang dengan "paksaan", rayuan maut, gombal dan sebagainya...hitung berapa banyak kasus pencabulan dan perkosaan beberapa tahun terakhir.
    Mulai dari tetangga, paman, sampai kakek gak jelas...
    Mulai dari preman jalanan sampai kelas kantoran...
    Mulai dari orang buta agama sampai guru ngaji + habib n kyai serakah.
    Dan yang lebih mengejutkan, ada juga perempuan yang "memaksa" laki-laki.

    (Audzubillah)
  4. Kebodohan yang merajalela.
    Berapa banyak yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat?
    Berapa banyak yang tahu kalau kita akan mati, dan itu pasti, dan gak boleh bawa hp?
    Berapa banyak yang membantah hadits shahih atau bahkan al-Qur'an, demi ajaran ustad/kyai/habibnya?
  5. Ditariknya ilmu agama.
    Whaat? Kok bisa? Kan buku agama banyak...Al-Qur'an dan Kitab Sunnah juga banyak beredar di pasaran?
    Sesungguhnya ilmu agama tidak ditarik dengan mencabutnya dari manusia.
    Akan tetapi, ilmu tersebut ditarik dengan diwafatkan-Nya para ulama.
    Hingga apabila tidak ada lagi ulama, maka manusia mengambil para pemimpin dari orang-orang yang bodoh, dimana mereka ditanya lalu memberikan fatwa tanpa ilmu.
    Mereka pun tersesat dan menyesatkan.

    ( Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari, Jilid 1 hadits nomor 100. Juga oleh Imam Muslim, Jilid 4 bab Ilmu hadits nomor 13. Diriwayatkan pula oleh at Tirmidzi, Jilid 5 hadits nomor 2652. Juga oleh Ibnu Majah, Jilid 1 hadits nomor 52. Dan Imam Ahmad Jilid 2 hal 162)
Nah, sampai disini, apa sih ulama itu, apakah semua yang mengaku ulama, atau semua yang pakai pakaian putih, atau semua yang pakai sorban, atau semua orang keturunan arab (ada pula yang nyebut dirinya "habib", atau semua yang pakai peci, itu adalah ulama?
^_^ tentulah tidak seperti itu menurut
Allah dan semua orang-orang yang dekat pada-Nya.
Menurut Allah SWT:
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya).
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.
Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(QS. Fatir:28)
Menurut orang-orang yang dekat dengan-Nya:
  • Ibn Katsir (w. 774 H) menafsiri ayat di atas sebagai berikut:
    {Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama}, maksudnya hanyalah ulama yang ‘arif billah yang benar-benar takut pada-Nya, karena sesungguhnya ketika ma’rifat pada zat yang maha agung, berkuasa, mengetahui dan semua sifat-sifat baik itu semakin sempurna dan pengetahuan tentang-Nya juga semakin sempurna, maka khasyyah (takut) pada-Nya juga semakin besar dan banyak.
  • Ali Ibn Abu Tolhah meriwayatkan maksud ayat di atas dari Ibn Abbas ra, yaitu:
    Ulama yang dimaksud adalah orang-orang yang yakin bahwa
    Allah maha berkuasa atas segala sesuatu. 
  • Berkata Ibn Abu Lahi’ah dari Ibn Abu ‘Umrah dari ‘Ikrimah dari Ibn Abbas:
    Orang yang alim dengan Allah adalah orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, menghalalkan yang dihalalkan-
    Nya, mengharamkan yang diharamkan-Nya, menjaga wasiat-Nya serta yakin bahwa ia akan bertemu dengan-Nya untuk menghisab semua amal perbuatannya.
  • Berkata Sa’id Ibn Jubair:
    al-Khasyyah
    [1] adalah sesuatu yang bisa menjauhkan dari maksiat pada Allah SWT. 
  • al-Hasan al-Bashri berkata:
    Orang yang alim adalah orang yang takut pada Allah yang tidak dilihatnya, senang dengan apa yang di senangi-Nya dan menjauhi diri dari apa yang dibenci-Nya lantas al-Hasan membacakan ayat di atas
    .
  •  Ibn Mas’ud ra berkata:
    Ilmu itu tidak diukur dengan banyaknya meriwayatkan Hadits, tapi dengan banyaknya al-Khasyyah.
  • Berkata Ahmad Ibn Saleh al-Mashri dari Ibn Wahb dari Malik:
    Ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat, tapi dengan adanya nur yang Allah letakan dalam qolb
    .
  • Lalu Ahmad Ibn Saleh al-Mashri memberi penjelasan;
    Artinya bahwa al-Khasyyah itu tidak bisa dihasilkan semata dengan banyaknya riwayat, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu yang diwajibkan itu terkait dengan al-Qur’an, al-Sunnah dan apa-apa yang datang dari para Sahabat serta para Imam itu hanya bisa didapat dengan cara periwayatan.
    Maka takwil makna Nur adalah pemahaman ilmu dan mengerti makna-maknanya
    .
  • Berkata Sufyan al-Tsauri dari Abu Hayan al-Taimi dari seorang ulama yang berkata bahwa ulama itu dibagi tiga macam, yaitu:
    1) Alim bi Allah dan bi amr
    Allah,
    2) Alim bi
    Allah, tapi tidak alim bi amr Allah dan
    3) Alim bi Amr
    Allah, tapi tidak alim bi Allah.
    Dan kelompok pertama itulah tipikal ulama yang khasyyah pada Allah juga  mengerti akan hudud (batasan-batasan) dan faraidl (kefardluan).
    Adapun kelompok kedua adalah tipikal ulama yang punya khasyyah tapi tidak mengerti hudud dan faraidl.
    Sedangkan kelompok ketiga adalah tipikal ulama yang mengerti hudud dan faraidl tapi tidak punya khasyyah pada Allah SWT.
     
Dah jelas kan...? ^_^"
Ah iya makna al-Khasyyah[1] ya:
“Makna “al-khasyyah” lebih tinggi dari”al-khauf” karena “al-khasyyah” diambil dari kata-kata “syajarah khasyyah” artinya pohon yang kering.
Jadi arti “al-khasyyah” adalah rasa takut yang sangat, sedangkan ”al-khauf” berasal dari kata “naqah khaufa” artinya onta betina yang berpenyakit, yakni mengandung kekurangan.
Di samping itu “al-khasyyah” ialah rasa takut yang timbul karena agungnya pihak yang di takuti meskipun pihak yang mengalami takut itu seorang yang kuat. 
Dengan demikian “al-khasyyah” adalah ”al-khauf” atau rasa takut yang disertai rasa hormat (takdzim), sedangkan ”al-khauf” adalah rasa takut yang timbul karena lemahnya pihak yang merasa takut kendati pihak yang ditakuti itu remeh. 
Akar kata “al-khasyyah” terdiri atas kha’, syin, dan ya’ di dalam tashrifnya menunjukkan sifat keagungan dan kebesaran. 
Seperti “as-Syaikh” yang berarti as-sayyid al-kabir dan al-khaisy (al-ghalidz min libaas) yang artinya pakaian yang kasar. 
Oleh karena itu kata “al-khasyyah” sering digunakan berkenaan dengan hak Allah. “
Sekian dulu ya, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Selasa, 04 September 2012

Stranded


This place, the very place that you live...where you saw him straying around, is your world, not where he trully belong.
He's been stranded here for undisclosed reasons.
So he's enjoying his time in here, gathering information as vast as possible, learning about anything served in front of him, and studying whatever crossed his minds.
 

He is shown to behave in a very passive aggressive manner (do not touch him if you're not strong enough).
He is rarely ever shown in a benevolent light and is typically shown as a malevolent force. 
This behavioral pattern has an uncertain reasoning behind it, and exactly why he behaves in such a way has yet to be fully ascertained.

He lives unlike any human being despite having a similar appearance to one. 
It is uncertain if he is social, or even understands human languages or behaviors, nor why it is humans appear to be his main target
If it is the former, this would imply an intelligent being attempting to try to blend in. 
If it is the latter, it shows a being whom is extremely adaptive and evolves to match his environment and stick out less (or more).
The original versions depict him as not only malevolent, but extremely dangerous. 
He will do odd things.
A contemporary depiction shows him as being extremely passive aggresive, often letting a person slowly delve into madness at their situation until being unable to cope.
Sometimes an individual can determine if he is near due to his own state of aggresion, or other outside factors either inside or beyond his control (Allah's power).

He can control a person's mind.
He has no exactly defined or specified history.
He will find interest in a target for reasons unknown.
The new foray into his powers, abilities, and attacks have shown drastic difference from his original behaviors. 
The original desire to impale targets, his rather aggressive attitude, and attacking mainly bad humans have been altered. 
It appears he seems to enjoy targeting humans who have seen him and following them for certain amount of time. 
He appears to do so in such a way that the target is unaware of his presence, and typically won't be aware at any point in time until it is far too late.
His behavior is extremely passive aggressive,  he will typically do so in invasive ways.
This will create a general unease of the target, as the invasion of someone like him in their own safety zone will begin sparking incredible mixed up feeling.
Most often he won't attack the target for extended periods, instead just following the target and tormenting them (with his presence). 
This period can last anywhere from several minutes to years.

The target is finished with no traces whatsoever.
The target will never be realised, nor are any traces. 
Thus his method of finishing targets is unknown, as no victim is ever realised.
The finished targets will typically disappear by him/herself, thus these attacks are unrecorded and unknown. 
What little evidence has been found shows incredible distortion on them in typical cases, making it nearly impossible to understand exactly what he has done. 
To date it is unknown where his finished targets go, or what he does with them after this.
One of the most powerful new traits he will typically employ seems to be some form of inhibiting memory loss.
Like (his name, this being name) Sickness, this effect can be nearly immediate just on close contact with him, although it seems to vary as to exactly how powerful. 
In some cases individuals will forget the past few minutes, however extended contact has led people to awakening in locations they are uncertain of due to running from him and their brain beginning to write memory and restore consciousness after a given period of time. 
In some cases, it is believed he himself will deposit a target in an unknown location and leave them to awaken after an attack (possibly to continue haunting them some more). 
This effect is akin to (his name, this being name) Sickness, but is the most powerful effect of the sickness to date. 

Targets of extended periods will note excessive damage to their social, physical, and career life.
Typically individuals will show massive moods swings and constant irritation, not to mention will lose track of large periods of time, making communication with friends or holding down steady work difficult, as memory losses could be as long as several weeks or months until the individual awakens and attempts to return to their life only to find it ruined. 
Despite this, he will continue his behavior. 
I don't know if you think he is not real, but he is real.
And he will especially attack you if you insult his God, Allah.

If you have Allah in your heart, he will protect you in Allah's name.

It is said, sometime...Allah will send someone to capture him and tame him for good.
Insya Allah.


Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
(QS. Ar-Rad:37)
Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. 
Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. Fussilat:36)
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.
(QS. Muhammad:11)
"Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya".
(QS. Al-Jinn:22)

Jumat, 24 Agustus 2012

Buaya Terganas

Killer Eye
Buaya-buaya yang mendiami aliran Sungai Mukut di wilayah Kabupaten Banyuasin, umumnya adalah jenis buaya muara bekatak (Crocodylus Porosus). 
Buaya ini memiliki panjang tubuh 2-6 Meter (terakhir dilaporkan ada yang 7 Meter), dengan bobot tubuh lebih dari 90 Kilogram. 
Hewan buas ini biasanya hidup di aliran sungai yang keruh. 
Pohon nipah menjadi tempat buaya ini bersarang ataupun berjemur.

Buaya muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari buaya nil (Crocodylus Niloticus) dan aligator Amerika (Alligator Mississipiensis). 
Penyebarannya pun juga terluas di dunia. 
Buaya muara memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu). 
Sedangkan habitat favorit untuk mereka adalah perairan Indonesia dan Australia.

Hewan ini biasanya hidup berkelompok dan menunggu mangsa di muara-muara atau pertemuan satu sungai dengan sungai lainnya. 
Buaya akan mendekati bibir sungai ketika air mulai pasang. 
Indera penciumannya cukup tajam, apalagi kalau yang berbau anyir darah. 
Jump...
Buaya ini biasa keluar dari sarang pada sore hingga malam hari untuk mencari mangsa.
Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya.
Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, buaya muara mampu melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya. 

Buaya muara menyukai air payau/asin, oleh sebab itu pula bangsa Australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin). 
Selain terbesar dan terpanjang, buaya muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di dunia.

Habitat buaya muara di Kabupaten Banyuasin, kebanyakan berada di aliran sungai Banyuasin di Kecamatan Tanjunglago, Banyuasin 3, Tungkal Ilir, Pulaurimau dan Sungsang. 
Untuk Pulau Rimau, aliran Sungai Mukut memang menjadi habitat terbanyak buaya muara, di Kecamatan Banyuasin 3, seperti Desa Terlangu, Sembawa dan Simpang PU, Kecamatan Tanjunglago.

Sejak lima tahun terakhir, di wilayah Banyuasin, sedikitnya 20 orang--tewas maupun selamat--yang telah menjadi keganasan buaya muara. 
Para korban tewas, umumnya ditemukan dalam keadaan jasad yang sudah tidak utuh lagi. 
Seperti, hanya ditemukan badan, kepala atau kaki saja.
Bahkan dalam empat kali kasus warga yang dimakan buaya di Desa Terlangu, Sembawa semuanya sampai saat ini tidak ditemui jasadnya, korban umumnya adalah warga yang mencari ikan dan kayu gelam pada sore hari dan kondisi air sudah mulai pasang.

Legenda Buaya
Daerah Pemulutan, selama ini dikenal sebagai daerah yang dipenuhi legenda buaya. Lambang kecamatan ini pun, buaya. 
Mereka sangat percaya dengan legenda-legenda mengenai buaya.
Sebagian besar warga Pemulutan percaya, nenek moyang mereka adalah buaya. 
Sebab ilmu buaya, misalnya menjadi pawang buaya, banyak dikuasai masyarakat Pemulutan,
Banyak warga Pemulutan yang dapat berubah menjadi buaya jika masuk ke dalam sungai atau rawa.
Di masyarakat Palembang juga ada kisah menarik dari abad ke-16. 
Saat itu raja Palembang bingung bagaimana mengatasi buaya-buaya yang berada di Sungai Musi.
Buaya-buaya itu ganas dan dapat membuat warga terancam nyawanya. 
Lalu, sang raja mendatangkan seorang pawang buaya dari India. 
Dengan janji akan memberikan banyak hadiah, sang raja meminta si pawang menjinakkan buaya-buaya di sungai Musi. 
Buaya-buaya itu pun jinak. 
Si pawang pun menerima banyak hadiah.
Kemudian raja mengajak sang pawang ke daerah pedalaman yang banyak buayanya. 
Kembali pawang itu menaklukkan buaya-buaya menjadi jinak. 
"Coba kau buat buaya-buaya itu kembali menjadi ganas. Aku mau tahu bagaimana kehebatan ilmumu?" kata sang raja.
Pawang yang sudah mabuk pujian itu kemudian membuat buaya-buaya itu menjadi ganas. 
Ayam dan ternak yang dilempar ke sungai dengan cepat dimakan buaya. 
Dan, ketika si pawang lengah, seorang prajurit kerajaan Palembang mendorong pawang ke gerombolan buaya. 
Tak ayal si pawang itu mati dimakan buaya. 
Lokasi terbunuhnya pawang itu diperkirakan di pesisir timur Sumatera Selatan, seperti Pulaurimau, atau di kawasan Pemulutan.
Belum jelas, ada kaitan atau tidak antara warga Pemulutan yang sering menjadi korban dimangsa buaya di wilayah Pulaurimau.

Korban Keganasan Buaya
Buaya memangsa manusia memang bukan baru kali ini. 
Untuk peristiwa di Pulaurimau, Banyuasin, berdasarkan catatan media lokal ternyata sudah terjadi berkali-kali. 
Sejak tahun 2008 lalu saja, sudah lebih dari  lima kali dan korbannya pun cukup banyak.
Korban buaya yang diketahui, Trisnawati (25) yang sedang mandi pada Rabu (5/3/2008). 
Korban selamat berkat perjuangan ibunya yang berada di dekat tempat kejadian. 
Ketika itu, Rohima (40) yang melihat putrinya diterkam buaya di Sungai Batanghari, Desa Mukut, Kecamatan Pulaurimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, langsung menolong terjun ke sungai. 
Rohima pun turut terseret dan bergelut dengan buaya ke tengah sungai.  
 Usahanya membuahkan hasil. 
Kaki trisnawati yang terkoyak berhasil dilepaskan.Trisnawati akhirnya selamat, namun kedua kakinya terluka cukup parah. 
Wanita muda ini pun harus menjalani 50 jahitan di Rumah Sakit Umum Banyuasin.

* Putra Rojal (25), Andira, dan Padai tewas setelah diseret buaya saat mandi di aliran Sungai Batang Hari Mukut pada Februari.
* Matsani Saputra (32), warga Desa Marga Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, tewas di sekitar Tanjung Api-api, Kecamatan Tanjung Lago, saat hendak mencari kayu.
Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada 14 Juni sekitar pukul 14.00.

Lalu di tahun yang sama, buaya  kembali memangsa manusia di Sungai Lalan, Kecamatan Pualu Rimau, Banyuasin. Tepatnya 12 November 2008.   
Saat itu yang menjadi korban, Sudirman (23), warga Desa Sri Menanti, Kecamatan Tanjung Lago.
Peristiwa yang menewaskan Sudirman terjadi pada Rabu (12/11/2008) sekitar pukul 10.00 WIB. 
Saat itu korban bersama rekannya Bambang, Darwin dan David tengah menambatkan perahunya di Sungai Lalan, Kecamatan Pulau Rimau. 
Secara tiba-tiba muncul seekor buaya sepanjang tujuh meter langsung menerkam korban dan membawanya ke dalam sungai.
Sekitar pukul 22.00 WIB, tubuh korban Sudirman  ditemukan di Sungai Lalan, Kecamatan Pulau Rimau dalam kondisi tak utuh. 
Bagian pinggang ke atas hilang dimangsa buaya., demikian juga kaki sebelah kiri, yang ada hanya kaki sebelah kanan dan paha kiri hingga terputus sampai lutut. 
Bagian tubuh korban ditemukan oleh keluarganya tak jauh dari lokasi kejadian, setelah sebelumnya keluarga korban dibantu petugas Polsek Pulau Rimau menyisir Sungai Lalan.

Korban berikutnya, Rusli (40), warga Karang Agung Ilir Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin. Peristiwa ini terjadi Senin (8/12/2008) sekitar pukul 18.30 WIB.
Serangan buaya yang di perkirakan mencapai 4 meter tersebut tak merenggut nyawa. 
Nelayan itu mengalami luka di sekujur tubuh akibat serangan binatang yang terkenal buas tersebut.

Informasi yang didapat, sepanjang 2008, reptil raksasa yang bisa mencapai panjang tujuh meter ini sudah memakan sembilan korban, delapan orang di antaranya tewas mengenaskan. 
Bahkan, tujuh korban hingga kini belum ditemukan.
Salah satu korban yang selamat dari keganasan buaya di aliran Sungai Lalan, Kecamatan Pulau Rimau, Juma’in (17), warga Desa Sri Menanti. 
Juma’in selamat lantaran buaya yang menerkam dirinya berlari ke darat. 
Oleh teman-teman dan orangtuanya, kepala buaya tersebut langsung dipukul dan akhirnya buaya tersebut melepaskan Juma’in dan kembali masuk ke dalam sungai

Larinya di darat kenceng lho...
Terakhir, mayat Jumadi (42), yang dinyatakan hilang selama sehari semalam karena diserang buaya saat mancing ikan di Muara Sungai Mukut, Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, akhirnya ditemukan warga.
Jasadnya ditemukan tak jauh dari lokasi dirinya diserang buaya. 
Namun, jasadnya sudah tak utuh. Sebab, kedua tangan, badan dan kepalanya sudah hilang. 
Keluarga dan warga hanya menemukan tubuh Jumadi dari bagian pinggang ke bawah saja. Dugaannya, buaya yang menyerang Jumadi lebih dari satu ekor.
Takut buaya–buaya tersebut masih berada disekitar lokasi korban ditemukan, petugas terpaksa menembakkan senjata api berulang kali ke dalam sungai. 
Setelah diyakini kondisi sungai aman, barulah petugas bersama warga mengangkat mayat korban ke dalam perahu.

Jumadi tewas diserang buaya, saat memancing di Muara Sungai Mukut bersama dua temannya, Waris dan Tarma. Saat akan menarik tali pancing, kail milik korban tersangkut diakar pepohonan yang ada dalam Sungai Mukut. 
Karena tidak terlalu dalam, korban sempat menceburkan diri untuk memperbaiki kail yang nyangkut. Baru beberapa detik di dalam air, seekor buaya berukuran sekitar 3 meter langsung menerkam tubuh korban. 
Korban sebenarnya sempat memberikan perlawanan dengan memukulkan kayu ke kepala dan badan buaya. 
Demikian pula kedua saksi yang melihat kejadian ini. 
Waris dan Tarma berulang kali melemparkan batu kearah kepala dan tubuh buaya.
Namun beberapa detik kemudian, tubuh korban langsung hilang ditarik buaya muara ke dalam sungai, sebelum akhirnya ditemukan tak utuh.

Groarrrr...!!!
Ketakutan warga Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin terhadap amukan buaya liar sepanjang 7 meter dkk di perairan sungai Batanghari nampaknya makin menjadi. 
Cukup sering terjadi , seekor buaya dengan warna kehitaman secara tiba-tiba kembali muncul di permukaan air di wilayah itu.
Kendati tidak berlangsung lama, namun kondisi itu cukup membuat cemas warga, bahkan sejumlah warga yang tengah berada tidak jauh dari pingiran sungai berlarian menjauh, karena kaget dengan deru ombak air asin yang tenang itu, secara tiba-tiba air mengeluarkan gelombang.
Menurut penuturan sejumlah warga, biasanya mandi di tepian sungai Batanghari itu menjadi kebiasaan warga setiap hari, namun semenjak kejadian itu sejumlah warga yang tadinya mandi di sungai, kini nampak tidak lagi. 
Hal itu terlihat di sejumlah tempat pemandian warga nampa kosong sepi dari aktifitas, jauh sebelum kejadian ini terjadi suasana tempat pemandian warga biasa ramai. 
Namun kini tidak lagi, warga lebih memilih mandi di sumur-sumur yang ada.

“Kalau mandi baik pagi ataupun sore kami biasanya mandi di sini, tapi sekarang takut, lantaran ada buayanya,” ujar Rizal warga setempat kepada salah satu wartawan media lokal. 
Menurut Rizal, banyaknya warga yang menjadi korban keganasan buaya itu, cukup membuat warga cemas dan merasa takut terutama ketika akan mandi. 
Sehingga untuk amannya warga lebih memilih mandi di sumur. 
Bukan hanya itu, kecemasan warga nampak menjadi karena munculnya kembali buaya tersebut. “Munculnya buaya itu tak menentu, sehingga membuat warga serba salah, apalagi warga yang selama ini menjadi incaran buaya itu tidak lagi mandi sungai, ditakutkan binatang buas ini masuk ke perkampungan warga,” katanya.

Buaya
Buaya dapat bergerak dengan sangat cepat pada jarak pendek, bahkan juga di luar air. Binatang ini memiliki rahang yang sangat kuat, yang dapat menggigit dengan kekuatan luar biasa, menjadikannya sebagai hewan dengan kekuatan gigitan yang paling besar. 
Tekanan gigitan buaya ini tak kurang dari 5.000 psi (pounds per square inch; setara dengan 315 kg/cm²) bandingkan dengan kekuatan gigitan anjing rottweiler yang cuma 335 psi, hiu putih raksasa sebesar 400 psi, atau dubuk (hyena) sekitar 800 – 1.000 psi. 

Gigi-gigi buaya runcing dan tajam, amat berguna untuk memegangi mangsanya. 
Buaya menyerang mangsanya dengan cara menerkam sekaligus menggigit mangsanya itu, kemudian menariknya dengan kuat dan tiba-tiba ke air.
Oleh sebab itu otot-otot di sekitar rahangnya berkembang sedemikian baik sehingga dapat mengatup dengan amat kuat.
Mulut yang telah mengatup demikian juga amat sukar dibuka, serupa dengan gigitan tokek.
Akan tetapi sebaliknya, otot-otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya amat lemah. Para peneliti buaya cukup melilitkan pita perekat besar (lakban) beberapa kali atau mengikatkan tali karet ban dalam di ujung moncong yang menutup, untuk menjaganya agar mulut itu tetap mengatup sementara dilakukan pengamatan dan pengukuran, atau manakala ingin mengangkut binatang itu dengan aman.

Cakar dan kuku buaya pun kuat dan tajam, akan tetapi lehernya amat kaku sehingga buaya tidak begitu mudah menyerang ke samping atau ke belakang.

Buaya memangsa ikan, burung, mamalia, dan kadang-kadang juga buaya lain yang lebih kecil.
Reptil ini merupakan pemangsa penyergap; ia menunggu mangsanya hewan darat atau ikan mendekat, lalu menerkamnya dengan tiba-tiba.
Sebagai hewan yang berdarah dingin, predator ini dapat bertahan cukup lama tanpa makanan, dan jarang benar-benar perlu bergerak untuk memburu mangsanya.
Meskipun nampaknya lamban, buaya merupakan pemangsa puncak di lingkungannya, dan beberapa jenisnya teramati pernah menyerang dan membunuh ikan hiu.

Pada musim kawin dan bertelur buaya dapat menjadi sangat agresif dan mudah menyerang manusia atau hewan lain yang mendekat.
Di musim bertelur buaya amat buas menjaga sarang dan telur-telurnya. Induk buaya betina umumnya menyimpan telur-telurnya dengan dibenamkan di bawah gundukan tanah atau pasir bercampur dengan serasah dedaunan. 
Induk tersebut kemudian menungguinya dari jarak sekitar 2 meter.
Sempet kesebat buntutnya, pecah ambrol tuh kaca...
Ukuran terbesar buaya muara hingga kini masih diperdebatkan. 
Buaya terbesar yang pernah tercatat adalah seekor buaya muara raksasa sepanjang 8,6 m, yang tertembak oleh seorang guru sekolah di Australia. 
Sedangkan buaya terbesar yang masih hidup adalah seekor buaya muara sepanjang 7,1 m di Suaka Margasatwa Bhitarkanika, Orissa, India. Pada bulan Juni 2006, rekornya dicatat pada The Guinness Book of World Records.
Hap...!
Dua catatan lain yang terpercaya mengenai ukuran buaya terbesar adalah rekor dua ekor buaya sepanjang 6,2 m. 
Buaya yang pertama ditembak di Sungai Mary, Northern Territory, Australia pada 1974 oleh seorang pemburu gelap, yang kemudian diukur oleh seorang petugas kehutanan. 
Sedangkan buaya yang kedua dibunuh di Sungai Fly, Papua Nugini. 
Ukuran buaya kedua ini sebetulnya diperoleh dari kulit, yang diukur oleh Jerome Montague, seorang peneliti margasatwa. 
Dan karena ukuran kulit selalu lebih kecil (menyusut) dari ukuran hewan aslinya, dipercaya bahwa buaya kedua ini sedikitnya berukuran 10 cm lebih panjang ketika hidup.

Buaya terbesar yang pernah dipelihara di penangkaran adalah seekor blasteran buaya muara dengan buaya Siam yang diberi nama Yai (Th.: ใหญ่, berarti besar) (menetas pada 10 Juni 1972) di Kebun Penangkaran Buaya Samutprakarn yang terkenal di Thailand. 
Binatang melata ini memiliki panjang tubuh hingga 6 m dan berat mencapai 1.114,27 kg.
Hayooo...mau kemana..?
Buaya raksasa peliharaan yang lain adalah seekor buaya muara yang bernama Gomek. Hewan ini ditangkap oleh George Craig di Papua Nugini dan kemudian dijual ke St. Augustine Alligator Farm di Florida, Amerika. 
Buaya ini mati karena penyakit jantung pada Pebruari 1997 dalam usia yang cukup tua. Menurut catatan penangkaran tersebut, ketika mati Gomek memiliki panjang 5,5 m dan mungkin berusia antara 70–80 tahun.

Buaya Bhitarkanika yang terbesar diperkirakan sepanjang 7,62 m. 
Dugaan ini diperoleh para ahli berdasarkan ukuran sebuah tengkorak buaya yang disimpan oleh keluarga Kerajaan Kanika. 
Buaya tersebut kemungkinan ditembak mati di dekat Dhamara sekitar tahun 1926 dan kemudian tengkoraknya diawetkan oleh Raja Kanika ketika itu. 
Dugaan panjang di atas didapat melalui perhitungan, dengan mengingat bahwa panjang tengkorak buaya sekitar sepertujuh panjang total badannya.

Ketakutan terhadap buaya, membuat manusia lupa, bahwa seharusnya mereka hanya takut kepada Allah.
Tidak jarang ada yang panik, lalu menyembelih (kurban) sesuatu baik itu sapi, kambing, maupun ayam di pinggir sungai untuk keselamatan.
Dan tanpa sadar musyrik, sirik. Naudzubillah.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a., ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Terlaknatlah orang yang memaki ayahnya, terlaknatlah orang yang memaki ibunya, terlaknatlah orang yang menyembelih untuk selain Allah, terlaknatlah orang yang mengubah tanda batas tanah, terlaknatlah orang yang membuat orang buta tersesat dari jalan, terlaknatlah orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual)." 
(HR Ahmad [I/217, 309 dan 317], Abu Ya'la [2539], Ibnu Hibban [4417], Thabrani [11546], Hakim [IV/356] dan Baihaqi [VIII/231])
Berdoalah hanya kepada Allah, karena Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan sebaik-baiknya pelindung.
Jangan percaya kyai atau ustad sesat yang menyuruh untuk menyembelih seperti itu.
Kalau banyak warga yang beriman kepada Allah, dengan tidak melakukan sirik (musyrik), sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
Siapa aja nanti dikirim-Nya kesitu, .....sekehendak-Nya.(I don't know why, but...I have a feeling that it would be someone that I know...)
So, bagi warga sekitar yang berakal dan sedang takut terhadap sesuatu yang tidak diketahui, berlindunglah kepada Allah.