Tampilkan postingan dengan label True Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label True Muslim. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Menunggu Kematian

I'm waiting for the end to come, wishing I had strength to stand. 
This is not what I had planned, it's out of my control. 
So many things were left unsaid. 

After my dreaming, I woke with this fear.
What am I leaving. when I'm done here?
When my time comes, forget the wrong that I've done. 
don't resent me and when you're feeling empty, keep me in your memory. 
You've learned to hide so well. 

Tiba-tiba aku tersadar, aku akan mati.
Gak perlu sedih, gak perlu takut karena sebagai makhluk Allah, kita pasti mati cepat atau lambat.
Tidak perlu diratapi dan tidak perlu dicegah, karena itu yang aku inginkan.
Aku tidak merasa sedih, frustasi, atau apapun yang biasanya membuat orang ingin mati, tapi lebih karena aku ingin cepat bertemu Tuhanku dan aku merasa bosan berada di sini (dunia).
Dengan wujud yang terlihat ini, aku tidak bisa sendiri dan melakukan apapun dengan bebas tanpa dikomentari atau dijadikan omongan.

Rest aside my present, my past is still echoing like legend.
My tricks is being copied by numerous uncapable fake person.

 * FYI: he was shocked and cried when he found out about that.
Kaget dan langsung nangis, karena teknik itu berbahaya, I was using it for no "no good" reasons, most of it for fun though, but still, no bad intention, apalagi untuk menjebak atau memerangkap manusia (terutama manusia beriman).
Aku tidak memikirkan manusia yang terperangkap oleh setan ataupun yang masuk dalam jebakan mereka.
Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(QS. Al Hadid: 22-23)
Kami tidak kalah, kami membiarkan manusia itu memilih, dan kecenderungannya untuk mengikuti dunia dan terkena tipu daya setan adalah hak mereka memilih tempat yang hangat, eh panas maksudku, tempat yang lebih dikenal dengan nama Neraka Jahannam, hahahaha...kahahahahaha.... eh...Astaghfirullah al-Adzim.

(Naudzubillah)
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).
Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

(QS. Al-A'raf: 176)
Terus terang,aku tidak tahu sama sekali tentang masa depan,dan aku tidak berputus asa terhadap mereka, namun demikian ketika sudah nampak tanda-tanda kekuasaan setan atas diri mereka, so be it...
Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya.
Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya.
Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

(QS. Ali Imran: 167)
kenapa aku tidak berusaha lebih jauh lagi, lebih keras atau bahkan memaksa?
karena aku tidak berhak dan tidak pula berkewajiban untuk memaksa, mianhae~yo. 
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. 
(QS. Al-An'am:111) 
Eh, malah njelasin...hehehe...
Maaf ya.
Oh iya, kalau ketemu di Akhirat, jangan nunjuk aku apalagi dengan tujuan nyalahin, jangan, karena itu justru akan melipatgandakan hukumanmu.
Oh iya, kalaupun gak ketemu aku, jangan bilang sama Malaikat apalagi sama Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa selama kamu hidup tidak ada yang menyampaikan.
Arachi?

Pesenku:
Don't give up on Us, don't give up in Allah. 
I'm pleading as I'm leaving. 


Rabu, 07 November 2012

Sabar Menghadapi Kesulitan dan Kesusahan


Apa yang bisa kamu lakukan?
Ketika keadaan sudah menjadi seperti ini?
Semua kedigdayaanmu sudah punah, semua yang menjadi andalanmu sudah hilang, waktu yang hilang, harta yang hilang, cinta yang hilang, ketika kamu tidak punya apa-apa lagi, kecuali apa-apa yang sudah melekat sejak sejak kamu lahir.
Demi Alllah, aku tidak berbohong, inilah penjara Allah untukmu, hukumanmu karena kamu yang meminta agar kamu dihukum di dunia saja, dan yang kami minta hanya agar kamu bersabar dengan keadaan ini, tidak terpancing untuk keluar dan memberontak dari apa yang sudah ditetapkan Allah untukmu.
Kami adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dirimu kecuali saat kamu lupa, bagian dari semua yang telah kamu alami, yang menyaksikan, yang menjaga, yang mengingatkan, dan yang menemanimu di saat kamu sendiri, yang mana sering kamu lakukan akhir-akhir ini.
Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki, anak hamba-Mu yang perempuan. 
Ubun-ubunku ada di tangan-Mu. 
Pengadilan-Mu terhadap diriku telah berlaku. 
Qadha’-Mu terhadap diriku adil. 
Aku memohon kepada-Mu dengan setiap asma yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau seperti yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu, atau seperti yang Engkauajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau seperti yang Engkau khususkan di sisi-Mu dalam ilmu ghaib, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai musim semi hatiku, cahaya pandanganku, terangnya kesedihanku dan hilangnya kekhawatiranku. 
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)
Btw, Qadha' itu apa artinya?
Qadha’, menurut bahasa, artinya adalah: hukum, ciptaan, kepastian dan penjelasan.
Asal maknanya dari kata: Memutuskan, memisahkan, menentukan sesuatu, mengukuhkannya, menjalankannya dan menyelesaikannya. 
Maknanya adalah mencipta.
(Lihat, Ta-wiil Musykilil Qur-aan, Ibnu Qutaibah, hal. 441-442. Lihat pula, Lisaanul ‘Arab, (XV/186), al-Qaamuus, hal. 1708 bab qadhaa’, dan lihat, Maqaa-yiisil Lughah, (V/99). )
Qadha’ ialah ilmu Allah yang terdahulu, yang dengannya Allah menetapkan sejak azali
(Al-Qadhaa’ wal Qadar, Syaikh Dr. ‘Umar al-Asyqar, hal. 27.)

Jadi, sebenernya semua sudah "direncanakan" Allah jauh sebelum bahkan kamu menghisap oksigen di dunia untuk pertama kalinya dan menangis setelah mengisap oksigen itu.
No..no...I know what you're thinking ^_^...
Walaupun begitu, semuanya terjadi juga karena, walaupun semua sudah ditakdirkan (Qadha), tapi saat itu, saat kita melakukan kesalahan (baik yang disengaja maupun tidak) itu adalah keputusan kita, keinginan kita, dan nafsu kita untuk melakukannya...begitu pula saat kita melakukan kebaikan (pernah gak? :D wkwkwkwk...).

Dan, saat ini, adalah saat-saat tersulit bagimu, aku yakin itu...tapi kadang aku juga sedikit (sedikit ya) kagum dengan sifatmu yang menganggap itu biasa dan tidak bereaksi ataupun mengeluh tentang itu serta jarang memberitahukan apapun yang kamu alami, terutama yang "tidak enak".
(Puji dikit, biar senyum dan semangat lagi).

Yah, bersabarlah dan tetaplah seperti itu, pertahankanlah cahaya Allah yang ada di hatimu, perteguhlah pendirianmu, sekeras apapun setan-setan itu ingin mencelakakanmu, menekanmu, menyudutkanmu, dan memancingmu keluar.
Jadilah hamba Allah yang bersyukur, karena dari 1 juta manusia yang memohon hidayah, belum tentu Allah mau memberi...ingat kata "sekehendak-Nya"? :D
...Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya...
(Q.S. Al-Qasas: 56)
Oh iya, kalau kamu sedang mengalami kesulitan, berdo'alah kepada Allah SWT, dengan sabar dan shalat.
Dari Anas ra., bahwa jika ada sesuatu yang membuat Nabi SAW bersedih, beliau membaca,  
Ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghiits.  
Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Sunni)
Dari Abu Bakrah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, doa orang yang kesusahan adalah,  
Allahumma rahmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii tharfata aynin, wa ashlih lii sya’nii kulluh, laa ilaahailla anta. “
Ya Allah, rahmat-Mu yang kuharapkan. Jangan biarkan aku sekejap mata pun, dan perbaikilah urusanku semuanya, tiada Tuhan selain Engkau.” 
(HR. Abu Daud, Ibnu Hibban, dan Ibnu Sunni)
Akuilah bahwa kamu adalah orang yang zalim, tidak...bukan hanya dulu, tapi sekarang juga kamu adalah orang yang sama...walaupun memang, tidak sezalim dulu, hehehehe...Alhamdulillah.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash dia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, 
“Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus As.) yang dibaca saat dia berada di dalam perut ikan paus adalah,  
Laa ilaahailalla anta subhanaka inni kuntu minazh zhaalimiin. 
(Tiada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang zalim) 
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Jadi, nikmatilah dan jalanilah hukumanmu selama di dunia ini, karena kamu tau jumlah dosamu yang sebenarnya?
Wkwkwkwkwkwk...
Itu adalah rekor untuk orang seusiamu, di areamu, dan di lingkunganmu, never happened before, not that much.
Aku tidak memberi janji manis, dan hanya memberikan "gula" untukmu, tapi mengatakan yang sesungguhnya, kebenaran, walaupun pahit...tapi, insya Allah itu demi kebaikanmu juga.
Inget, Sabar, Tawakal, Istiqamah (kalo bisa :D), dan jalanilah dengan penuh syukur...serta:
"Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan".
(QS. Az-Zumar:24)
Jalan Ikhlas

Minggu, 21 Oktober 2012

Aku Tidak Mau Kalau Tanpa Allah

Karena kalau cuma cantik...aku pernah "kenal" yang jauh lebih cantik.
Kalau cuma kaya...aku pernah juga "kenal" yang kaya banget juga *sampe mangap (((( ;°Д°))))
Kalau  cuma pinter...pernah juga "kenal" yang pinter banget * inget, pinter beda sama cerdas ya.
Aku belum pernah "kenal" yang shalatnya rajin, baca Al-Qur'annya pinter, hatinya kaya, dan mandiri.
Mandiri dalam artian sebenernya ya.

(︶︹︺)
Kalo dipikirin jadi sedih, "What the hell happened back there...?? Seriously?"
Well, what's done is done.
karena itu aku jadi gak tertarik lagi...sama kecantikan, kekayaan, dan hanya pintar doang.
Walaupun masih tetap senang sama yang cantik, kaya, dan pintar.
Tapi, tanpa Allah ada di hatinya...semua itu percuma...Hell Yeah kalo milih mereka.
Naudzubillah.

Jadi, seperti apa yang kita cari?
Sebenernya aku gak nyari juga, terserah aja, kalo ada yang nyamperin dan OK ane sih ok-ok aja.
"Dah berapa orang yang kamu tinggalin begitu saja setelah *ok-ok* tadi...?"  (¬▂¬)
Lho, kita kan harus memperhatikan juga kelemahan dan kekurangan mereka, setelah semua yang terjadi, kata-kata *cintailah kekurangannya* itu sepertinya memang bener, tapi bagaimana dengan orang yang tidak mau mengakui kekurangannya, kita harus jeli untuk hal-hal seperti itu, karena hal seperti itu akan membawa masalah di masa depan.

Wa Allahu A'lam sih, tapi kita harus waspada jangan sampai salah pilih, semua petunjuk Allah, akal, pikiran, dan pengalaman harus di aktifkan *full awareness*.
Walaupun kelihatan serampangan, tapi itu benar, makhluk ini selalu aware...kalo dia tidak suka tapi, kalo suka beneran...he'd even fight with fire...tch, alesannya banyak sekali kalo dia tidak suka...seperti punya dictionary lengkap untuk beralasan n what a luck biasanya logis (benar) pula.
Lagian you're the bad boy (menurut mereka :D), tau karena apa?
Ya salah satunya itu tadi, kamu kalau *deket* sama cewek, berlaku baik banget dan sebagainya seolah mereka satu-satunya wanita yang ada di dunia, lalu...suka pergi begitu saja tanpa angin tanpa hujan seolah tidak pernah terjadi apa-apa, seperti Krisna yang lain yang ada dihadapan mereka *seolah tidak pernah mengenal dekat, makan berdua dengan wajah saling berhadapan berjarak satu jengkal*,  setelah kamu menemukan kekurangan fatal mereka.


Kenapa hal itu jadi masalah? Padahal Demi Allah, aku tidak melakukan apa-apa yang tidak pantas kulakukan, Naudzubillah.
Ya, karena itu, you're famous for your *bad boy* (the worst one if I should say) attitude, reputation and rumours, semua itu menjadi masalah bagi yang tidak tahu,
Mereka akan bilang, "Krisna kemarin jalan sama ini, dll." atau "Weh, Krisna ganti lagi"
Dan, taukah kamu, kalu mereka (kalau laki-laki yang bicara begitu), mereka iri padamu, karena kalau di posisimu (jalan sama si A, B, atau C dll itu), mereka akan bertahan sampe mati, bahkan pake ke dukun segala, semoga kamu tidak melakukan hal yang sangat dibenci dan tiada diampuni seperti itu (Amin).
Sedangkan kalau perempuan (yang belum nikah khususnya), itu karena mereka bertanya-tanya, "kenapa Krisna gak *nyentuh* aku sama sekali, no contact sama sekali, walaupun aku dah kasih nomor HP (nekat), dan jalan sama dia, padahal katanya dia nakal, dsb".

*Speechless* ... (o_ _)o 
Naudzubillah.
#dia mengakui kalau itu benar (soal tudahn sering mainin itu) di dalem hatinya, tapi memang gak begitu main-main juga, karena kalau dari semua yang dikenalnya itu ada yang mempunyai Allah dihatinya, dia bakal serius.
Maaf ya, kalau ada yang merasa dipermainkan.
m(¬0¬)m
Kalo minta maaf yang ikhlas..!!
  (¬、¬) aih...
Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
(QS. An-Nisa:144)
Nggak, makasih...iya...maaf...
m(._.)m
Astaghfirullah al-Adzim

Minggu, 14 Oktober 2012

Rasa Ingin Tahu

Kadang, aku berharap aku tidak tahu banyak, tapi kadang rasa ingin tahuku akan segala sesuatu mengalahkan ketakutanku untuk tahu, Rasa haus, haus pengetahuan. 
Seperti kenapa semut bisa hidup dan bisa berkomunikasi tanpa HP. Bisa beranak pinak tanpa ada dokter. Seperti apa yang ada di dasar laut, kenapa ikan disana bisa ada yang punya lampu, padahal tidak ada toko elektronik atau toko bahan bakar disana.
Tidak melulu soal Ilmu Pengetahuan yang seperti itu.
Aku juga penasaran, kenapa musibah itu bisa menimpa seseorang.
Ketika aku tahu, aku takut hal itu juga akan menimpaku, aku takut hal itu bisa saja terjadi padaku.
Naudzubillah.


Dulu, aku suka bermain api dan suatu ketika api itu melilit tanganku dan menyebabkan sedikit luka bakar. Aku berhenti main api...gak lama tapi (^v^) <--- bandel
Gak berapa lama, main api lagi seolah luka itu tidak berarti apa-apa.
Sampai suatu hari aku diingatkan akan neraka, mimpi atau nyata...Wa Allahu A'lam.
Tapi aku disana, berdiri seperti orang bodoh yang tidak tahu dimana dirinya berada, yang ada hanya langit yang merah dan suara yang bertanya.
Aku kaget dan berpikir bahwa itu benar, ketika aku menonton film Constantine.
Neraka yang ada di film itu persis (kurang lebih sama) dengan neraka yang kulihat dan kurasakan.

FYI: aku bermimpi (?) pada Tahun 2003/2004 (saat masih kuliah ST*N) n Constantine ditayangkan di bioskop pada Tahun 2005.
I was standing on top of a burned car and looking up at the sky. I wasn't scared until I heard some voice that was talking to me (warning? or threat).

Kalau kupikirkan panas api di dunia ini,
Maka sesungguhnya api jahannam dilebihkan 69 kali lipat panasnya, dan setiap bagiannya (dari 69 ini) mempunyai panas yang sama seperti api di dunia.
(HR. Al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)
Σ(゜ロ゜;) Hell, I don't want no hell!
Demi Allah, neraka Jahannam itu sangat mengerikan bagiku (ntah bagi kalian), karena panas dunia saja sudah cukup tidak kusukai.


Jadi, aku berpikir untuk selamat, menyelamatkan diriku sendiri paling tidak.
Dengan berusaha sebisa mungkin tidak melakukan dosa yang tidak perlu, dengan belajar ilmu pengetahuan sebanyak mungkin, dengan sabar sesabar mungkin, dengan menangis sebanyak mungkin, dengan berbuat kebaikan sebanyak mungkin, dengan tidak melakukan apa-apa yang dibenci Allah.

Tapi kurasa...itu belum cukup.
Karena aku masih hidup...kewajiban dan tugasku belum selesai.

Aku masih hidup (; T.T))
"Astaghfirulllah al-Adzim"
 I had many stories, many memories, my heart is already in danger.
I take my self as an already dead person.
Have no will as an alive person should have, a common person.
Too may sins to be washed off, and yet I don't want hell as my rest place.
Naudzubillah.

Senin, 24 September 2012

Berlaku Lemah Lembut

Berjanjilah untuk satu hal, bahwa kamu akan berlaku lemah lembut terhadap siapa pun. Sesungguhnya mereka hanya mengagumimu dan mencintaimu dengan cara mereka sendiri, baik yang menunjukkan kebencian kepadamu yang hanya dikarenakan rasa cinta yang mereka dustakan dengan kedengkian mereka, karena itu tunjukkanlah sikap lemah lembutmu.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. 
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
 
(QS. Ali Imran:159) 

Aku tahu kamu bisa, karena itu Aku memberitahumu. 
Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan berhati-hati.
 (HR. Muslim no. 5225)
dan,
Sesungguhnya Allah Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.
(HR. Al Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
 karena...
....Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.
(Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no.220)
bahkan kepada Fir'aun, sebagaimana perintah Allah SWT:
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas.
Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.
[QS. Thaha:43-44]
karena,
Sesungguhnya sejelek-jelek pengembala ternak adalah orang yang kasar kepada hewan gembalaannya.
(HR. Muslim no. 1830)
Permudahlah jalan orang untuk mendekat padamu, yang tertarik dengan cahayamu, cahaya yang kamu bersumber dari Allah yang berada di hatimu, yang memancar melalui seluruh tubuh, tutur kata, dan gerak-gerikmu.
Beritahukanlah tentang Pemilik cahaya itu, beritahukanlah segala kekuasaan Allah Sang Pemilik Cahaya itu.
Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734 dari Anas bin Malik. 
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 1732 dari Abu Musa)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Anbiya:35)
"Dead?"
"Astaghfirullah al-Adzim, Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un"
PS: 
Aku baru tau belakangan ini kalau kamu suka bersikap keras dan langsung menolak  dengan keras dan kasar bagi sebagian orang. 
Mau mati muda?
Mau terbaring dalam kubur tanpa bekal yang cukup?
Cukuplah kematian sebagai peringatan bagimu.
Cukuplah kematian sebagai peringatan (berharga).
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd)
"Oh God, that scared me T_T..."
Ya Allah Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah (yang patut disembah) kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku di atas janjiku kepada-Mu semampuku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku perbuat.
Aku mengakui untuk-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku.
Dan aku mengakui dosa-dosaku terhadap-Mu, maka ampunilah aku.
Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

(HR. Bukhari, juz 7/150)

Sabtu, 15 September 2012

The Bystander Intervention Model

The Bystander Intervention Model predicts that he is more likely to help others under certain conditions. As the diagram indicates, bystander first must notice the incident taking place. Obviously, if he doesn’t take note of the situation there is no reason to help. 
Bystander also need to evaluate the situation and determine whether it is an emergency—or at least one in which someone needs assistance. Again, if he does not interpret a situation as one in which someone needs assistance, then there is no need to provide help. 
Another decision Bystander make is whether he should assume responsibility for giving help. 
One repeated finding in research studies on helping is that a Bystander is less likely to help if there are other bystanders present. 
When other bystanders are present responsibility for helping is diffused. 
If a lone bystander is present he or she is more likely to assume responsibility.    
Factors that Influence Helping
Many factors influence his willingness to help, including the ambiguity of the situation, perceived cost, diffusion of responsi­bility, similarity, mood and gender, attributions of the causes of need, and social norms.
  • Situational ambiguity. In ambiguous situations, (i.e., it is unclear that there is an emergency) he is much less likely to offer assistance than in situations involv­ing a clear-cut emergency.
    He is also less likely to help in unfamiliar environments than in familiar ones (e.g., when he is in strange cities rather than in his hometowns).
  • Perceived cost. The likelihood of helping increases as the perceived cost to himself declines. He is more likely to lend his class notes to someone whom he believe will return them than to a person who doesn't appear trustworthy.
  • Diffusion of responsibility. The presence of others may diffuse the sense of indi­vidual responsibility. It follows that if you suddenly felt faint and were about to pass out on the street, you would be more likely to receive help if there are only a few passers-by present than if the street is crowded with pedestrians. With fewer people present, it becomes more difficult to point to the "other guy" as the one responsible for taking action. If everyone believes the other guy will act, then no one acts.
  • Similarity.
    He is more willing to help others whom he  perceive to be similar to himself - people who share a common background and beliefs. He is even more likely to help others who dress like he does than those in different attire. He also tend to be more willing to help his kin than to help non—kin.
  • Mood. He is generally more willing to help others when he is in a good mood.
  • Gender.
    Despite changes in traditional gender roles, women in need are more likely than men in need to receive assistance from him.
    CMIIW ( ^∇^)
  • Attributions of the cause of need.
    He is much more likely to help others he judge to be innocent victims than those he believes have brought their prob­lems on themselves. Thus, he may fails to lend assistance to homeless people and drug addicts whom he feels "deserve what they get."
  • Social norms.
    He will not touch you in public.
Sebenarnya, dia sangat malas menolong orang lain, karena menurutnya itu tidak berguna, tapi karena Allah, dia melakukannya juga. Hutangnya sangat banyak kepada Allah yang memeliharanya, jadi bagaimana dia bisa diam saja sementara ada makhluk Allah yang membutuhkannya, membutuhkan pertolongannya.
Memang, dia akui, setelah menolong (apapun jenis pertolongan/intervensinya), dia lebih baik bersikap "tidak terjadi apa-apa", karena....jagalah privacynya...dia tidak ingin semua orang minta bantuan kepadanya, dia juga ingin main, main mayat-mayatan di tempat tidur (gak gerak sama sekali), atau sekedar ingin menyendiri (dia merasa lebih nyaman saat dia berdialog dengan Tuhannya, Allah).
Hormatilah privacynya, karena sama sepertimu waktunya dalam sehari hanya 24 jam.
Dia menolongmu, cukup sampai disitu, kamu tidak perlu memberitahukannya kepada semua orang, atau memintanya untuk menunjukkan dirinya di depan orang lain, karena orang lain akan merasa iri "kenapa dia menolongmu, kenapa dia seperti itu kepadamu, sementara kepada kami, mendengarkan cerita kami pun dia ogah (tidak mau)?".
Pertanyaan yang akan sulit (karena enggan) untuk dijawabnya.

"Dia menolong siapa pun yang dia kehendaki dan
membiarkan siapa pun yang tidak dia kehendaki untuk ditolong".

Selasa, 11 September 2012

Cintalah Jangan Suudzon

Eh...eh, anu, alasan khususnya bukan karena kamu tanpa sengaja menemukan "A Bystander" yg sedang "bersembunyi" & mengajarkannya cinta kan? :D 
Hahaha, hidup ini lucu kan...terlalu banyak "kebetulan".  
"Bystander" itu sedang bersembunyi jauh dari peradaban, sementara dia meminta kepada Allah sesuatu yang bahkan tidak pernah dilihatnya. "Bystander" itu merasa bahwa "kalau aku disini", tidak akan ada yang ada yang menemukanku. Setidaknya dia memang bodoh, Allah bisa apa saja, kekuasaan-Nya tiada batas.
Tapi ada manusia yang tiba-tiba menyadari sesuatu yang hanya dia dan Allah yang tahu, lalu mengajarinya (sedikit "dipaksa") tentang cinta, tentang mencintai, dan bahwa mencintai manusia itu adalah salah satu cabang dari cinta Allah. 
Sejak itu "Bystander" satu itu, belajar lagi dari awal semua hal yang dulu sudah diketahuinya.
Dan dia sekarang lebih mengerti bahwa hidayah itu milik Allah, dia tidak bisa menyelamatkan siapapun tanpa Allah menghendaki demikian juga. 
Jadi, kalau dulu dia mencoba menyelamatkan semua orang (L/P) sampe berdarah-darah...sekarang dia lebih "melihat", "mendengar" dan berpikir. Termasuk ketika melihat "setan vs setan", dia akan diam saja, tidak ngapa-ngapain, hanya melihat.

Aku tidak menghakimi orang, itu hak Allah.  
Tapi jika ada yang bilang kamu tidak bisa melihat tanda-tanda ahli neraka dan ahli syurga, itu...tidak sepenuhnya benar. Itu hanya agar kita tidak ber-su'udzon kepada orang lain, sehina apapun dia di mata kita. Allah mengajarkan itu kepadaku dgn contoh nyata. 

Contoh:
Suatu pagi, ketika habis shalat subuh di Masjid terdekat di kota anda (deket kost maksudnya), jalan-jalan nyari makanan (biasanya dia ada kegiatan lain sehabis shalat subuh itu) agak jauh, tempat langganannya dulu, dah jalan lumayan jauh, sampe di TKP ternyata...yup...tutup...gak buka "khusus" hari itu.
Yah, habis itu berjalan pulang...tak...tik...tuk...(jalan kaki)...ternyata ada yang mengikutinya...botak gede serem matanya merah (lebih gede dari dia)...
Mulai ngerasa gak nyaman, dia jalan agak stand by (tadinya santai banget) kalo-kalo dia mau langsung nyerang dari belakang, pikirnya...

Hampir sampai di kost, ternyata ada yang dagang makanan buat sarapan pagi (ya iyalah, jam 5 pagi masak buat makan siang T_T, kadang dongo' juga nih)...nah, untuk melihat dan memastikan bahwa orang itu (yang botak gede serem + matanya merah tadi), dia sengaja ngelewati Ibu yang dagang itu untuk sekedar melihat gembok pagar kost...ternyata orang itu juga melewati Ibu Dagang itu.
(Jaraknya Kost - Ibu Dagang +/- 15 meter)
Habis megang gembok, langsung balik badan...dan berjalan ke arah Ibu dagang buat beli makan...ternyata...guess what...
YUP...abang botak gede serem + matanya merah itu ngikutin dia.

Sampe di tempat Ibu itu, ternyata beliau belum siap dagangannya, masih mau bawa-bawa segalanya dari rumahnya di gang di depan lapaknya tuh tante.
Nah, pajang-pajangan dunk dia sama si abang botak gede serem + matanya merah tadi.
Dia mikir, "pasti mau malak nih bocah." (gak mungkin assasin/pembunuh bayaran kan, hahaha, ngapain coba?)
Pelototan and saling liat, dia liatnya biasa aja, orang itu melotot dengan mata merahnya sambil megang-megang sesuatu di tas kecilnya.
Mikir lagi, "pisau tuh..." (Ya iyalah, masa' pistol...-_-...aih).
Ada saat ketika dia ingin langsung nyamperin tuh orang dan "yah biasalah: Bag Big Bug Dug" aja, tapi ada suara yang menghentikannya 
"Sabar...kan dia gak ngapa-ngapain, kalo dia nyentuh kamu duluan kamu bebas ngapain aja".
So, dia tetap stay still in alert dan berusaha santai.
Nah...lama-lama jongkok-berdiri-jongkok kan gerah n capek (gak ada tempat duduk yang layak, kecuali mau lesehan di aspal :D)...

Akhirnya dia memutuskan untuk menyapa dan membantu Ibu itu menyiapkan,
K: "Bu, ada yang bisa saya bantu?"
I: " Oh kebeneran dik, anak-anak Ibu pada males bantuin."
(Belakangan gw tau kalo Ibu ini adalah isteri dari Imam di Masjid tadi, Masyaa Allah)
Dah, bolak-balik masuk gang kecil mbantuin Ibu itu ngangkatin semua dagangan, kursi plastik, dsb.
Akhirnya kelar juga #Alhamdulillah, karena Allah, mungkin jadi gak kerasa capek sama sekali.
K: "Bu saya pesen nasi lontong sayurnya ya"
I: "Iya dik, pake sambel gak?"
K: "iya bu"
Ibu itu ngeliatin ke arah abang botak gede serem yang matanya merah itu, lalu,
I: "temennya juga satu ya dik"
K: (kaget n menolak dibilang temen) "ah, bukan bu, saya gak tau siapa itu."
I: "oh gitu"
Abang itu bereaksi dan menjawab: "Iya bu, saya juga satu"
K: (kaget, mikir "berarti dia denger percakapan gw sama Ibu ini dari tadi")
Yah, santai aja...makan (tetap alert), dah kelar satu porsi, masih laper, nambah nasi kuning.
Sementara abang itu dah kelar, n mulai bayar.
Dia (K) liatin terus (agak jauh duduknya), abang itu nunjuk-nunjuk dia sambil ngomong sama Ibu itu.
K: (mikir, "ah, gak mungkin dia mau bayarin gw, sementara tadi hampir aja "yah taulah" kalau aku tidak dicegah)
Selesai bayar, abang itu pergi sambil senyum ke arahnya.
Saking kaget liat senyum itu, dia diem senyum pun kagak, bukan karena kesel atau marah atau tidak peduli, tapi kaget karena mungkin firasatnya benar "bahwa dia dibayarin". 
Akhirnya selesai makan...
Mau bayar...
I: "Tadi udah dibayarin temennya dik"
K: (sok gak tau, masih) "Temen...temen yang mana Bu?"
I: "Yang tadi" (maksudnya abang yang tadi)
K: "Lho, saya gak kenal sama sekali lho sama orang tadi, serius bu? Emang Ibu kenal sama orang itu? Orang sini ya Bu?"
I: "Oh...iya? kirain kenal...Ibu juga gak tau siapa itu, baru kali ini Ibu liatnya..."
K: "Oh,gitu ya Bu, yaudah, makasih ya Bu"
(Senyum)
Alhamdulillah dibayarin orang, rezeki dari Allah.
Mikir...dan mikir..."Siapa orang tadi ya Allah?"
Yang Ditanya senyum aja di atas sana (itu yang dia rasakan, bahwa Tuhannya itu sedang tersenyum, Subhan Allah).
Kesimpulan yang didapatnya:
Itu siapa "Wa Allahu 'alam bishawab", mungkin Malaikat yang ditugaskan untuk memberinya rezeki dari Allah, mungkin juga setan yang ditugaskan oleh Allah untuk menguji tingkat kepatuhan dan kesabarannya (ingat waktu dia hendak "menerkam" abang itu, ada suara yang menyuruhnya untuk tidak melakukannya).
Dan ketika dia bisa bersabar dan tidak menyerang orang yang memprovokasinya itu, Allah senang dan memberinya rezeki.
Dan banyak pelajaran pagi itu:
  1. Jangan terburu buru baca Al-Qur'an, pahami pelan-pelan jangan hanya mengejar "tamat" terus ulang lagi tanpa berusaha memahami, mengaplikasikan, dan mengagumi setiap ayat-ayat Allah itu adalah benar;
  2. Di kehidupan sehari-hari ada pelajaran juga, janganlah kamu hanya membicarakan ayat-ayat Allah dan tuntunan dari Rasul-Rasul-Nya serta para nabi-nabi-Nya;
  3. Jangan gampang terpancing, tahanlah dirimu ketika kamu hendak menyerang orang lain, walaupun mereka memprovokasimu;
  4. Selalu percaya, bahwa Allah melindungimu;
  5. Berbuat baiklah kepada orang lain yang membutuhkanmu;
  6. Makanlah dengan membaca "Bismillah" minimal; dan
  7. Cintailah manusia karena Allah dan jangan berprasangka buruk kepada manusia, walaupun menurut logikamu manusia itu "pasti" berniat buruk kepadamu.
    Karena Allah melindungimu,
    dan Dialah sebaik-baiknya Pelindung
    .
Subhan Allah Wa Alhamdulillah
Wa Laa Ilaha Illa Allah Wa Allahu Akbar.

Sungguh, Allah itu sering membuatku menangis, karena-Nya.
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.
Aku berlindung kepada Allah.

How Will I Survive

Don't know how I'll survive, I'm missing you so much, a day without you is like a year without rain.
Like I've been wandering the desert for a thousand days.
I hear your voice in my mind, can't you hear me?
I can't explain, it's a world of wonder with you in my life.
Can you feel me when I think about you?
With every breath I take.
Every minute, no matter what I do.
I'm missing you so much, can't help it, I'm in love.
 
Iya, ya...kalo dipikir-pikir, gimana aku bisa survive?w(°o°)w
Sebenernya, aku gak nyangka bisa survive sampe sejauh ini.
Aku gak tau rahasia Allah, apa kehendak-Nya hingga Dia membiarkanku tetap berada di dunia ini.
Seperti berjalan di tempat yang sangat asing bagiku, aku dicukupi oleh Allah (Alhamdulillah) tapi justru itu, aku merasa aneh.
Aku, ajaibnya, merasa tidak pantas untuk dibegitukan.
Taruhlah, ibadahku sangat-sangat kurang dibandingkan abang-abang yang lain.
Rendah hati juga tidak, biasa aja kok....gak nunduk-nunduk kayak nyari koin di jalanan.
Sabar...jauh, kadang mencak-mencak...masih, iya masih suka kayak gitu.
Jadi apa...apa yang membuat Allah begitu baik?
Tidak seharusnya aku mempertanyakan-Nya, tapi rasa ingin tahuku kadang lebih besar daripada rasa takutku.
Astaghfirullah.

Tawakkal, Tawadhu, Ikhlas, Baik Hati, Tidak Sombong, Zuhud, Wara', dan segala sifat baik lainnya yang mungkin dimiliki manusia...
Aku tidak tau soal itu, karena sesungguhnya iman itu ada disini (nunjuk hati), aku hanya berjalan tanpa tujuan yang jelas yang terlihat, mengikuti arah angin...kemana "suara" itu menuntunku dan menghindar dari matahari sebisa mungkin.

Aku hanya tertawa, dan gampang tertawa (sedikit sedih sih), ketika ada yang berkata:
  • "Krisna, kamu kok hanya muncul kalau kamu bahagia saja, and share it"?
  • "Kamu itu Kris, gak pernah kelihatan susah...gak ada tampang susahnya."
  • "Kamu sudah cukup mempelajari agama."
  • "Kurang apa lagi kamu?"
  • dsb.
Karena semua itu tidak berarti, aku mungkin akan benar-benar merasa puas, kelak saat aku sudah melapor kepada Tuhanku dan Dia ridha kepadaku.
Gak tau juga sih, akhir-akhir ini aku ngerasa aneh, mungkin perasaan (insting) seperti ketika hewan tertentu bisa merasakan akan adanya hujan/badai.
Audzubillah, aku berlindung kepada Allah.

Mungkin aku akan mati, mungkin kita semua akan mati, atau malah mungkin dunia ini akan dibinasakan oleh Allah.
Dan itu sesuatu hal yang pasti, cepat atau lambat.
Tapi, sesungguhnya aku gemetar, takut, perasaan yang tidak bisa dijelaskan kenapa.
Mimpiku mulai aneh-aneh, sesuatu yang gak mungkin menurut logikaku, tapi apa yang tidak mungkin bagi Allah, Tuhan Seluruh Alam, Maha Suci Allah.
Ya Allah, lindungilah aku.
Aku minta maaf, kalau aku punya salah dan belum sempat minta maaf.
Aku minta maaf.