Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

Kucing: Penjaga yang Manis, Manja, dan Cute, namun Mematikan

Masyaa Allah, Mata...kucing...itu...biru! (*kalo bayangin kelakuannya seperti apa saat ngomong itu, kayak anak kecil narik-narik baju ibunya sambil nunjuk-nunjuk + mantengin mainan yang dia suka)
Wooow.
* emang biasanya warna mata kucing itu apa?
Sejak kapan suka kucing dan kenapa?
 
Gak tau.
Tapi coba ditelusuri fakta-fakta yang ada:
1. Kucing itu musuh natural cicak.
"Tch, mau lari kemana?"
Alasan yang paling masuk akal, karena aku gak suka cicak dan cenderung membunuh.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyuruhnya supaya membunuh semua cecak. 
(HR. Muslim No. Hadist: 4152 Kitab: Salam)
Daripada pertanyaan lain menyeruak, ada aturan lain yang menyebutkan bahwa:
Rasulullah SAW bersabda,
”Barangsiapa membunuh cecak maka pada awal pukulannya baginya ini dan itu satu kebaikan.
Barangsiapa yang membunuhnya dalam pukulan kedua maka baginya ini dan itu satu kebaikan yang berbeda dengan yang pertama.
Jika dia membunuhnya pada pukulan ketiga maka baginya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua."

(HR. Muslim, Sunan Abu Daud, dan Jami’ at Tirmidzi dari Abu Hurairah)
ada lagi aturan yang lain,
Aisyah ra (istri Nabi) berkata,
”Aku mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,
”Barangsiapa yang membunuh cecak maka Allah akan menghapuskan tujuh kesalahan atasnya.”

(HR. Thabrani dalam “al Mu’jam al Ausath”)
masih ada lagi, hehehe,
dari Saibah Maulah al Fakih bin al Mughiroh bahwa dirinya menemui Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak yang tergeletak.
Dia pun bertanya kepada Aisyah,
”Wahai Ibu kaum mukminin apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?”
Aisyah menjawab,
”Kami baru saja membunuh cecak-cecak.
Sesungguhnya Nabi SAW pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan apinya.
Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.”

(HR. Ibnu Majah diriwayatkan didalam “Sunan” nya)
Kitab “az Zawaid” menyebutkan bahwa hadits Aisyah ini shahih dan orang-orangnya bisa dipercaya.

2. Kucing itu tidak najis 
"Praise our Lord"

"Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”
(H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah). 

Diperjelas lagi,
“Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.
Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.”
(H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).


3.Kelakuannya mirip.
"What?"

Males, manja, dan suka dielus-elus terutama bagian kepala sebelum tidur.
(Scientific proven) 


Nabi bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Senin, 25 Maret 2013

I do...Ya Allah, sudahkah kusampaikan?

Can I look at just one person forever?
Can I treasure you more than myself?
I do
Aku bisa menjawab siapapun yang bertanya, bahwa "aku mencintaimu".
Aku tidak akan membuat janji, walaupun mungkin untuk ragu sesaat.
Tapi sadarilah...
I wouldn't have started at all if  it was going to be a love that ended before my heart. 

Biarkan aku mencintaimu dengan nyaman, jangan mengikatku.
Komitmen bukan hanya yang tertulis, terikat, dan/atau terjanji.
Tapi lebih pada, "bisakah kita saling menghargai" tanpa semua itu.

Dulu aku tidak percaya pada cinta tak harus memiliki, aku mentertawakan itu (to my heart content, Astaghfirullah).
Sekarang, aku paham, bahwa itu lebih baik.
Karena, aku lebih senang melihat orang yang kucintai, senang, bersama orang lain.

Aku justru tidak senang jika kamu memilihku untuk bersamamu...
karena, kemungkinan besar, aku harus mengubah jalanku dan berkompromi denganmu.

Aku tidak bisa melakukan itu, aku ingin tetap berada di jalan yang lurus.
Walaupun harus sendiri, walaupun bagaimanapun nikmatnya jika aku berbelok,
aku tidak bisa melakukan itu...aku tidak mau.

Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu selepas tahun ini. Pesenku (actually, dulu ini pesen Rasulullah kepada manusia dink):
Janganlah kamu sakiti siapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. 
Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan-mu dan Dia pasti membuat perhitungan atas segala amalanmu.
Waspadalah terhadap setan demi keselamatan agamamu, dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil. 
Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang telah kamu kerjakan. 
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu keluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku. 

Senin, 22 Oktober 2012

Kasih Sayang Orang Tua

Gak tau kenapa, tiba-tiba kangen sama orang tua...air mata ini mau keluar tapi aku tahan, karena banyak orang disini, gak tau kenapa, aku merasa bersyukur banget dikaruniai Allah orang tua seperti itu.
Alhamdulillah, terima kasih banyak ya
Allah.
Orang tuaku, keduanya anak petani di Desa Kaliwuluh, KarangAnyar, Solo, Jawa Tengah.
Mereka sekolah dulu penuh derita, baju seadanya, buku..? kalo ada.

Gak pake parfume seperti halnya saat mereka selalu membelikanku dulu waktu aku masih sekolah.
Uang jajan...boro-boro, biaya sekolah dan perlengkapan sekolah saja minim banget.

 
Ya
Allah, aku ingin membalas kebaikan mereka sebanyak mungkin, jagalah kesehatan mereka, lindungilah kedua orang tuaku itu, berikanlah mereka keselamatan di dunia dan di akhirat, panjangkanlah umur mereka melebihi umurku, karena aku tidak ingin melihat mereka sedih, kuatkanlah hati mereka untuk selalu bertakwa dan istiqamah kepada-Mu, bimbinglah mereka ke hadapan-Mu dengan baik, aku tidak ingin ya Allah, aku tidak ingin azab-Mu sedikit pun menyentuh mereka, lindungilah mereka ya Allah.

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).
(QS. Ibrahim:41) 
Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.
(QS. Al-Isra:24)

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.
(QS. Nuh:28)

Ya Allah, perkenankanlah do'aku.
Tiada yang lebih kucintai daripada Engkau, Ya Allah,
Tiada manusia yang lebih kucintai daripada Rasulullah,
Tiada manusia yang kukenal sepanjang hidupku yang lebih kucintai daripada Ibu dan Bapakku.
Tiada manusia yang lebih kucintai melebihi diriku selain saudara dan saudariku serta kerabat-kerabatku.

Aku hanyalah hamba-Mu yang tidak berdaya, yang memohon pertolongan kepada-Mu ya Allah.

Minggu, 21 Oktober 2012

Aku Tidak Mau Kalau Tanpa Allah

Karena kalau cuma cantik...aku pernah "kenal" yang jauh lebih cantik.
Kalau cuma kaya...aku pernah juga "kenal" yang kaya banget juga *sampe mangap (((( ;°Д°))))
Kalau  cuma pinter...pernah juga "kenal" yang pinter banget * inget, pinter beda sama cerdas ya.
Aku belum pernah "kenal" yang shalatnya rajin, baca Al-Qur'annya pinter, hatinya kaya, dan mandiri.
Mandiri dalam artian sebenernya ya.

(︶︹︺)
Kalo dipikirin jadi sedih, "What the hell happened back there...?? Seriously?"
Well, what's done is done.
karena itu aku jadi gak tertarik lagi...sama kecantikan, kekayaan, dan hanya pintar doang.
Walaupun masih tetap senang sama yang cantik, kaya, dan pintar.
Tapi, tanpa Allah ada di hatinya...semua itu percuma...Hell Yeah kalo milih mereka.
Naudzubillah.

Jadi, seperti apa yang kita cari?
Sebenernya aku gak nyari juga, terserah aja, kalo ada yang nyamperin dan OK ane sih ok-ok aja.
"Dah berapa orang yang kamu tinggalin begitu saja setelah *ok-ok* tadi...?"  (¬▂¬)
Lho, kita kan harus memperhatikan juga kelemahan dan kekurangan mereka, setelah semua yang terjadi, kata-kata *cintailah kekurangannya* itu sepertinya memang bener, tapi bagaimana dengan orang yang tidak mau mengakui kekurangannya, kita harus jeli untuk hal-hal seperti itu, karena hal seperti itu akan membawa masalah di masa depan.

Wa Allahu A'lam sih, tapi kita harus waspada jangan sampai salah pilih, semua petunjuk Allah, akal, pikiran, dan pengalaman harus di aktifkan *full awareness*.
Walaupun kelihatan serampangan, tapi itu benar, makhluk ini selalu aware...kalo dia tidak suka tapi, kalo suka beneran...he'd even fight with fire...tch, alesannya banyak sekali kalo dia tidak suka...seperti punya dictionary lengkap untuk beralasan n what a luck biasanya logis (benar) pula.
Lagian you're the bad boy (menurut mereka :D), tau karena apa?
Ya salah satunya itu tadi, kamu kalau *deket* sama cewek, berlaku baik banget dan sebagainya seolah mereka satu-satunya wanita yang ada di dunia, lalu...suka pergi begitu saja tanpa angin tanpa hujan seolah tidak pernah terjadi apa-apa, seperti Krisna yang lain yang ada dihadapan mereka *seolah tidak pernah mengenal dekat, makan berdua dengan wajah saling berhadapan berjarak satu jengkal*,  setelah kamu menemukan kekurangan fatal mereka.


Kenapa hal itu jadi masalah? Padahal Demi Allah, aku tidak melakukan apa-apa yang tidak pantas kulakukan, Naudzubillah.
Ya, karena itu, you're famous for your *bad boy* (the worst one if I should say) attitude, reputation and rumours, semua itu menjadi masalah bagi yang tidak tahu,
Mereka akan bilang, "Krisna kemarin jalan sama ini, dll." atau "Weh, Krisna ganti lagi"
Dan, taukah kamu, kalu mereka (kalau laki-laki yang bicara begitu), mereka iri padamu, karena kalau di posisimu (jalan sama si A, B, atau C dll itu), mereka akan bertahan sampe mati, bahkan pake ke dukun segala, semoga kamu tidak melakukan hal yang sangat dibenci dan tiada diampuni seperti itu (Amin).
Sedangkan kalau perempuan (yang belum nikah khususnya), itu karena mereka bertanya-tanya, "kenapa Krisna gak *nyentuh* aku sama sekali, no contact sama sekali, walaupun aku dah kasih nomor HP (nekat), dan jalan sama dia, padahal katanya dia nakal, dsb".

*Speechless* ... (o_ _)o 
Naudzubillah.
#dia mengakui kalau itu benar (soal tudahn sering mainin itu) di dalem hatinya, tapi memang gak begitu main-main juga, karena kalau dari semua yang dikenalnya itu ada yang mempunyai Allah dihatinya, dia bakal serius.
Maaf ya, kalau ada yang merasa dipermainkan.
m(¬0¬)m
Kalo minta maaf yang ikhlas..!!
  (¬、¬) aih...
Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
(QS. An-Nisa:144)
Nggak, makasih...iya...maaf...
m(._.)m
Astaghfirullah al-Adzim

Senin, 08 Oktober 2012

Aku Takut Kehilangan Allah

Melebihi ketakutanku akan kehilangan apapun, aku paling takut kehilangan Tuhanku.
Aku tak peduli jika aku tidak bisa menikmati semua kesenangan dunia ini.
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan.
Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya.
Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan apa yang ia niatkan.

(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1, 54, 2529), Muslim (no. 1907), Abu Dawud (no. 2201), at-Tirmidzi (no. 1647), an-Nasa-i (I/85-60, VI/158-159, VII/13), dan Ibnu Majah (no. 4227) dari Shahabat ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu.)
Aku bertaubat karena Allah, bukan karena wanita, bukan karena siapapun manusia yang hidup di dunia ini, bukan karena apa-apa.
Aku tidak akan melakukan ini, aku tidak akan melakukan itu, jika bukan karena Allah.

Aku tidak menginginkanmu, bukan karena kamu tidak menarik atau tidak cantik, atau tidak pintar, atau tidak kaya, tapi karena aku takut kepada Allah.

Aku yakin, masih banyak laki-laki lain yang menginginkanmu, tertarik kepadamu, dan mungkin sampai tahap memujamu, Audzubillah.
Batas aku mencintaimu hanya "aku mencintaimu karena Allah", hanya itu...tidak lebih dari itu dan tidak kurang dari itu.
Ya, karena Allah menyuruhku begitu...aku nurut  ((-_-))
Tapi, jika kamu tidak mendengarkanku...aku berhak untuk pergi darimu, detik itu juga ketika aku sadar bahwa kamu "bukanlah seseorang yang dikirimkan Allah untukku", karena seseorang yang dikirimkan Allah untukku adalah seseorang yang mempunyai Allah dihatinya, takut, tunduk, sekaligus mencintai-Nya.

Jadi, maaf, jika aku tidak merespon semua pancinganmu, semua kodemu, semua keberanianmu, semua kenekatanmu, semua keinginanmu...
karena aku tidak mau kehilangan Allah karenamu, kamu tidak menolongku, kamu malah akan menjauhkanku dari Allah.
Apa yang aku inginkan untuk tidak jatuh ke lubang yang sama

Senin, 24 September 2012

Berlaku Lemah Lembut

Berjanjilah untuk satu hal, bahwa kamu akan berlaku lemah lembut terhadap siapa pun. Sesungguhnya mereka hanya mengagumimu dan mencintaimu dengan cara mereka sendiri, baik yang menunjukkan kebencian kepadamu yang hanya dikarenakan rasa cinta yang mereka dustakan dengan kedengkian mereka, karena itu tunjukkanlah sikap lemah lembutmu.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. 
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
 
(QS. Ali Imran:159) 

Aku tahu kamu bisa, karena itu Aku memberitahumu. 
Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan berhati-hati.
 (HR. Muslim no. 5225)
dan,
Sesungguhnya Allah Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.
(HR. Al Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
 karena...
....Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.
(Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no.220)
bahkan kepada Fir'aun, sebagaimana perintah Allah SWT:
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas.
Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.
[QS. Thaha:43-44]
karena,
Sesungguhnya sejelek-jelek pengembala ternak adalah orang yang kasar kepada hewan gembalaannya.
(HR. Muslim no. 1830)
Permudahlah jalan orang untuk mendekat padamu, yang tertarik dengan cahayamu, cahaya yang kamu bersumber dari Allah yang berada di hatimu, yang memancar melalui seluruh tubuh, tutur kata, dan gerak-gerikmu.
Beritahukanlah tentang Pemilik cahaya itu, beritahukanlah segala kekuasaan Allah Sang Pemilik Cahaya itu.
Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734 dari Anas bin Malik. 
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 1732 dari Abu Musa)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Anbiya:35)
"Dead?"
"Astaghfirullah al-Adzim, Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un"
PS: 
Aku baru tau belakangan ini kalau kamu suka bersikap keras dan langsung menolak  dengan keras dan kasar bagi sebagian orang. 
Mau mati muda?
Mau terbaring dalam kubur tanpa bekal yang cukup?
Cukuplah kematian sebagai peringatan bagimu.
Cukuplah kematian sebagai peringatan (berharga).
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd)
"Oh God, that scared me T_T..."
Ya Allah Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah (yang patut disembah) kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku di atas janjiku kepada-Mu semampuku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku perbuat.
Aku mengakui untuk-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku.
Dan aku mengakui dosa-dosaku terhadap-Mu, maka ampunilah aku.
Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

(HR. Bukhari, juz 7/150)

Sabtu, 22 September 2012

Thank You

First and the most important, I have to thank My God, Allah for giving me another chance. Alhamdulillah.
And I have to thank everyone who has lived up my live, makes it so colourfull: thank you.
That's real, I didn't mind who are you, I don't mind, and insya Allah, I won't mind.
I didn't mind if you were trying to hurt me, harassed me, even if you were trying to get me killed, I love you still as I am an Allah's servant. I have no strong faith to hate people, even the baddest people on earth.
* but...I did mind, I do mind, and I will always mind, insya Allah, if you did something good to me, I can't stand it, because I have to repay it somehow.
Sometimes, a tear would come up, sometimes I was trying to covered it up by laughing like crazy when I feel touched.

I loves humans faster than a leave would fall to the ground, don't know why, don't know how, I don't mind either because that might have caused some collateral damages.
I
love them when I saw them smiling.
I love them when I heard their voices singing for me.
I love them even when they told me to stop smoking (which is I already know,but I don't have enough reason to "cease fire", yet).
But thank you, to make it easy for me to love you.
Your fears was always amusing me, it's so kawaiii (cute), what did you afraid of?
And actually even now, I found that parts is still funny, because The Owner of The Sky is my Guardian, maybe insya Allah, I won't fall again.
Subhan Allah, Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.

I hope you will not suffer, neither have I :D Hahaha
and I hope you'd be responsible for your own choice, because no one was pushing us for making a choice.
Because the second you left you choice, someone would felt somekind of feeling that usually called hurt, and that too, have some collateral damages.
By making a choice, we must realise that it's  not easy and it's involving so many people with "the choice". (Whatttt...?)
^_^

What the F you're gonna do...?
You want it...?
COME AND GET IT !!

Once, again thank you.
All praises for Allah.
If I did something good, it was because of Allah, but if I did something bad, it was my mistake.
^_^

Sabtu, 15 September 2012

The Bystander Intervention Model

The Bystander Intervention Model predicts that he is more likely to help others under certain conditions. As the diagram indicates, bystander first must notice the incident taking place. Obviously, if he doesn’t take note of the situation there is no reason to help. 
Bystander also need to evaluate the situation and determine whether it is an emergency—or at least one in which someone needs assistance. Again, if he does not interpret a situation as one in which someone needs assistance, then there is no need to provide help. 
Another decision Bystander make is whether he should assume responsibility for giving help. 
One repeated finding in research studies on helping is that a Bystander is less likely to help if there are other bystanders present. 
When other bystanders are present responsibility for helping is diffused. 
If a lone bystander is present he or she is more likely to assume responsibility.    
Factors that Influence Helping
Many factors influence his willingness to help, including the ambiguity of the situation, perceived cost, diffusion of responsi­bility, similarity, mood and gender, attributions of the causes of need, and social norms.
  • Situational ambiguity. In ambiguous situations, (i.e., it is unclear that there is an emergency) he is much less likely to offer assistance than in situations involv­ing a clear-cut emergency.
    He is also less likely to help in unfamiliar environments than in familiar ones (e.g., when he is in strange cities rather than in his hometowns).
  • Perceived cost. The likelihood of helping increases as the perceived cost to himself declines. He is more likely to lend his class notes to someone whom he believe will return them than to a person who doesn't appear trustworthy.
  • Diffusion of responsibility. The presence of others may diffuse the sense of indi­vidual responsibility. It follows that if you suddenly felt faint and were about to pass out on the street, you would be more likely to receive help if there are only a few passers-by present than if the street is crowded with pedestrians. With fewer people present, it becomes more difficult to point to the "other guy" as the one responsible for taking action. If everyone believes the other guy will act, then no one acts.
  • Similarity.
    He is more willing to help others whom he  perceive to be similar to himself - people who share a common background and beliefs. He is even more likely to help others who dress like he does than those in different attire. He also tend to be more willing to help his kin than to help non—kin.
  • Mood. He is generally more willing to help others when he is in a good mood.
  • Gender.
    Despite changes in traditional gender roles, women in need are more likely than men in need to receive assistance from him.
    CMIIW ( ^∇^)
  • Attributions of the cause of need.
    He is much more likely to help others he judge to be innocent victims than those he believes have brought their prob­lems on themselves. Thus, he may fails to lend assistance to homeless people and drug addicts whom he feels "deserve what they get."
  • Social norms.
    He will not touch you in public.
Sebenarnya, dia sangat malas menolong orang lain, karena menurutnya itu tidak berguna, tapi karena Allah, dia melakukannya juga. Hutangnya sangat banyak kepada Allah yang memeliharanya, jadi bagaimana dia bisa diam saja sementara ada makhluk Allah yang membutuhkannya, membutuhkan pertolongannya.
Memang, dia akui, setelah menolong (apapun jenis pertolongan/intervensinya), dia lebih baik bersikap "tidak terjadi apa-apa", karena....jagalah privacynya...dia tidak ingin semua orang minta bantuan kepadanya, dia juga ingin main, main mayat-mayatan di tempat tidur (gak gerak sama sekali), atau sekedar ingin menyendiri (dia merasa lebih nyaman saat dia berdialog dengan Tuhannya, Allah).
Hormatilah privacynya, karena sama sepertimu waktunya dalam sehari hanya 24 jam.
Dia menolongmu, cukup sampai disitu, kamu tidak perlu memberitahukannya kepada semua orang, atau memintanya untuk menunjukkan dirinya di depan orang lain, karena orang lain akan merasa iri "kenapa dia menolongmu, kenapa dia seperti itu kepadamu, sementara kepada kami, mendengarkan cerita kami pun dia ogah (tidak mau)?".
Pertanyaan yang akan sulit (karena enggan) untuk dijawabnya.

"Dia menolong siapa pun yang dia kehendaki dan
membiarkan siapa pun yang tidak dia kehendaki untuk ditolong".

Selasa, 11 September 2012

Cintalah Jangan Suudzon

Eh...eh, anu, alasan khususnya bukan karena kamu tanpa sengaja menemukan "A Bystander" yg sedang "bersembunyi" & mengajarkannya cinta kan? :D 
Hahaha, hidup ini lucu kan...terlalu banyak "kebetulan".  
"Bystander" itu sedang bersembunyi jauh dari peradaban, sementara dia meminta kepada Allah sesuatu yang bahkan tidak pernah dilihatnya. "Bystander" itu merasa bahwa "kalau aku disini", tidak akan ada yang ada yang menemukanku. Setidaknya dia memang bodoh, Allah bisa apa saja, kekuasaan-Nya tiada batas.
Tapi ada manusia yang tiba-tiba menyadari sesuatu yang hanya dia dan Allah yang tahu, lalu mengajarinya (sedikit "dipaksa") tentang cinta, tentang mencintai, dan bahwa mencintai manusia itu adalah salah satu cabang dari cinta Allah. 
Sejak itu "Bystander" satu itu, belajar lagi dari awal semua hal yang dulu sudah diketahuinya.
Dan dia sekarang lebih mengerti bahwa hidayah itu milik Allah, dia tidak bisa menyelamatkan siapapun tanpa Allah menghendaki demikian juga. 
Jadi, kalau dulu dia mencoba menyelamatkan semua orang (L/P) sampe berdarah-darah...sekarang dia lebih "melihat", "mendengar" dan berpikir. Termasuk ketika melihat "setan vs setan", dia akan diam saja, tidak ngapa-ngapain, hanya melihat.

Aku tidak menghakimi orang, itu hak Allah.  
Tapi jika ada yang bilang kamu tidak bisa melihat tanda-tanda ahli neraka dan ahli syurga, itu...tidak sepenuhnya benar. Itu hanya agar kita tidak ber-su'udzon kepada orang lain, sehina apapun dia di mata kita. Allah mengajarkan itu kepadaku dgn contoh nyata. 

Contoh:
Suatu pagi, ketika habis shalat subuh di Masjid terdekat di kota anda (deket kost maksudnya), jalan-jalan nyari makanan (biasanya dia ada kegiatan lain sehabis shalat subuh itu) agak jauh, tempat langganannya dulu, dah jalan lumayan jauh, sampe di TKP ternyata...yup...tutup...gak buka "khusus" hari itu.
Yah, habis itu berjalan pulang...tak...tik...tuk...(jalan kaki)...ternyata ada yang mengikutinya...botak gede serem matanya merah (lebih gede dari dia)...
Mulai ngerasa gak nyaman, dia jalan agak stand by (tadinya santai banget) kalo-kalo dia mau langsung nyerang dari belakang, pikirnya...

Hampir sampai di kost, ternyata ada yang dagang makanan buat sarapan pagi (ya iyalah, jam 5 pagi masak buat makan siang T_T, kadang dongo' juga nih)...nah, untuk melihat dan memastikan bahwa orang itu (yang botak gede serem + matanya merah tadi), dia sengaja ngelewati Ibu yang dagang itu untuk sekedar melihat gembok pagar kost...ternyata orang itu juga melewati Ibu Dagang itu.
(Jaraknya Kost - Ibu Dagang +/- 15 meter)
Habis megang gembok, langsung balik badan...dan berjalan ke arah Ibu dagang buat beli makan...ternyata...guess what...
YUP...abang botak gede serem + matanya merah itu ngikutin dia.

Sampe di tempat Ibu itu, ternyata beliau belum siap dagangannya, masih mau bawa-bawa segalanya dari rumahnya di gang di depan lapaknya tuh tante.
Nah, pajang-pajangan dunk dia sama si abang botak gede serem + matanya merah tadi.
Dia mikir, "pasti mau malak nih bocah." (gak mungkin assasin/pembunuh bayaran kan, hahaha, ngapain coba?)
Pelototan and saling liat, dia liatnya biasa aja, orang itu melotot dengan mata merahnya sambil megang-megang sesuatu di tas kecilnya.
Mikir lagi, "pisau tuh..." (Ya iyalah, masa' pistol...-_-...aih).
Ada saat ketika dia ingin langsung nyamperin tuh orang dan "yah biasalah: Bag Big Bug Dug" aja, tapi ada suara yang menghentikannya 
"Sabar...kan dia gak ngapa-ngapain, kalo dia nyentuh kamu duluan kamu bebas ngapain aja".
So, dia tetap stay still in alert dan berusaha santai.
Nah...lama-lama jongkok-berdiri-jongkok kan gerah n capek (gak ada tempat duduk yang layak, kecuali mau lesehan di aspal :D)...

Akhirnya dia memutuskan untuk menyapa dan membantu Ibu itu menyiapkan,
K: "Bu, ada yang bisa saya bantu?"
I: " Oh kebeneran dik, anak-anak Ibu pada males bantuin."
(Belakangan gw tau kalo Ibu ini adalah isteri dari Imam di Masjid tadi, Masyaa Allah)
Dah, bolak-balik masuk gang kecil mbantuin Ibu itu ngangkatin semua dagangan, kursi plastik, dsb.
Akhirnya kelar juga #Alhamdulillah, karena Allah, mungkin jadi gak kerasa capek sama sekali.
K: "Bu saya pesen nasi lontong sayurnya ya"
I: "Iya dik, pake sambel gak?"
K: "iya bu"
Ibu itu ngeliatin ke arah abang botak gede serem yang matanya merah itu, lalu,
I: "temennya juga satu ya dik"
K: (kaget n menolak dibilang temen) "ah, bukan bu, saya gak tau siapa itu."
I: "oh gitu"
Abang itu bereaksi dan menjawab: "Iya bu, saya juga satu"
K: (kaget, mikir "berarti dia denger percakapan gw sama Ibu ini dari tadi")
Yah, santai aja...makan (tetap alert), dah kelar satu porsi, masih laper, nambah nasi kuning.
Sementara abang itu dah kelar, n mulai bayar.
Dia (K) liatin terus (agak jauh duduknya), abang itu nunjuk-nunjuk dia sambil ngomong sama Ibu itu.
K: (mikir, "ah, gak mungkin dia mau bayarin gw, sementara tadi hampir aja "yah taulah" kalau aku tidak dicegah)
Selesai bayar, abang itu pergi sambil senyum ke arahnya.
Saking kaget liat senyum itu, dia diem senyum pun kagak, bukan karena kesel atau marah atau tidak peduli, tapi kaget karena mungkin firasatnya benar "bahwa dia dibayarin". 
Akhirnya selesai makan...
Mau bayar...
I: "Tadi udah dibayarin temennya dik"
K: (sok gak tau, masih) "Temen...temen yang mana Bu?"
I: "Yang tadi" (maksudnya abang yang tadi)
K: "Lho, saya gak kenal sama sekali lho sama orang tadi, serius bu? Emang Ibu kenal sama orang itu? Orang sini ya Bu?"
I: "Oh...iya? kirain kenal...Ibu juga gak tau siapa itu, baru kali ini Ibu liatnya..."
K: "Oh,gitu ya Bu, yaudah, makasih ya Bu"
(Senyum)
Alhamdulillah dibayarin orang, rezeki dari Allah.
Mikir...dan mikir..."Siapa orang tadi ya Allah?"
Yang Ditanya senyum aja di atas sana (itu yang dia rasakan, bahwa Tuhannya itu sedang tersenyum, Subhan Allah).
Kesimpulan yang didapatnya:
Itu siapa "Wa Allahu 'alam bishawab", mungkin Malaikat yang ditugaskan untuk memberinya rezeki dari Allah, mungkin juga setan yang ditugaskan oleh Allah untuk menguji tingkat kepatuhan dan kesabarannya (ingat waktu dia hendak "menerkam" abang itu, ada suara yang menyuruhnya untuk tidak melakukannya).
Dan ketika dia bisa bersabar dan tidak menyerang orang yang memprovokasinya itu, Allah senang dan memberinya rezeki.
Dan banyak pelajaran pagi itu:
  1. Jangan terburu buru baca Al-Qur'an, pahami pelan-pelan jangan hanya mengejar "tamat" terus ulang lagi tanpa berusaha memahami, mengaplikasikan, dan mengagumi setiap ayat-ayat Allah itu adalah benar;
  2. Di kehidupan sehari-hari ada pelajaran juga, janganlah kamu hanya membicarakan ayat-ayat Allah dan tuntunan dari Rasul-Rasul-Nya serta para nabi-nabi-Nya;
  3. Jangan gampang terpancing, tahanlah dirimu ketika kamu hendak menyerang orang lain, walaupun mereka memprovokasimu;
  4. Selalu percaya, bahwa Allah melindungimu;
  5. Berbuat baiklah kepada orang lain yang membutuhkanmu;
  6. Makanlah dengan membaca "Bismillah" minimal; dan
  7. Cintailah manusia karena Allah dan jangan berprasangka buruk kepada manusia, walaupun menurut logikamu manusia itu "pasti" berniat buruk kepadamu.
    Karena Allah melindungimu,
    dan Dialah sebaik-baiknya Pelindung
    .
Subhan Allah Wa Alhamdulillah
Wa Laa Ilaha Illa Allah Wa Allahu Akbar.

Sungguh, Allah itu sering membuatku menangis, karena-Nya.
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.
Aku berlindung kepada Allah.

Minggu, 09 September 2012

Tinggalkanlah Yang Meragukanmu

Hal yang simple, meninggalkan sesuatu untuk sesuatu yang lebih baik insya Allah.
Tapi, bisakah kita, saat sudah begitu dekat?
Ridha kah? Ikhlaskah kita?
Meninggalkan sesuatu yang dengannya kita menjalani hari-hari kita sebelum kita mengambil keputusan untuk meninggalkannya, tidaklah mudah, butuh keberanian, keteguhan, dan ketetapan hati dari Allah yang bisa membolak-balikkan hati sesuka-Nya.
* Break a minute
Astaghfirullah al-Adzim, ketawa lagi deh -__- *kebiasaan, kalo inget Allah ketawa atau senyum atau malah menangis"
"Ya Allah, come on, I'm trying to be serious here...help me with Your knowledges, please" -__- 
Itulah salah satu "kebiasaan" Allah, gak pernah membiarkanku sedih (kalau pun aku menangis, Dia akan membuatku tersenyum setelahnya) atau pun serius di dunia ini.
-Alhamdulillah- T_T <--- touched at betapa baiknya Allah.
Kamu tahu betapa sulitnya bagiku untuk tidak tertawa, minimal tersenyum ketika menghadapi lika-liku tingkah manusia atau bahkan menangis?
  • Saat bilang "I love U", aku minimal tersenyum, aku tidak bisa sepeti orang lain yang nunjukin ekspresi kayak nendang penalti (sepakbola).
    Bagaimana dengan kamu...?
  • Dimarahin, senyum (atau minimal nahan ketawa), kenapa?
    Karena segimanapun manusia, murka Allah lebih mengerikan (Audzubillah), jadi, sorry to say this, kemarahan manusia tidak ada apa-apanya, dan mereka lupa bahwa Allah Maha Melihat, Dia melihat segalanya, termasuk ketika aku "disidang" manusia dan "dihakimi" manusia.
  • Terhadap seseorang yang mencintaiku, tapi takut dan ragu untuk mengatakannya.
    Itu pilihan manusia, hidup dalam keragu-raguan atau mau melangkah tanpa ragu karena percaya (beriman) kepada Allah.
Maaf, tapi memang begitulah aku, aku tidak bisa berlama-lama "ragu-ragu", aku lebih baik maju dan melakukan apa yang harus aku lakukan tanpa takut sedikitpun dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Pemilik-ku, Allah.
Yah, memang sih, dengan begitu, aku dianggap tidak punya pikiran dan terkesan tidak pernah serius.
Tapi, sekali lagi...itu aku.
Dan begitu pula terhadap yang meragukanku, aku lebih baik meninggalkannya.
Karena biasanya, hal seperti itu akan berbalik mengontrol kita (setan masuk dan memulai aksinya dengan meniupkan keragu-raguan).
Ketahuilah, setan datang untuk membuat kalian ragu-ragu.
Nah saat kamu ragu, maka setan akan membuat kalian menunda-nunda, apa yang aslinya insya Allah adalah baik, sebagaimana:
Imam Ibnul Jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang  yang bertekad teguh,  dibuat  menanti-nanti”,  yaitu  dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. 
Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”
Jadi ketika orang itu ragu, minggat...minggatlah secepat mungkin....Hahaha...kabur...lari...selamatkan dirimu.
"Pengecut...?"
Pikir lagi sebelum menuduh.
Kamu tau, setelah itu, dia (orang yang ragu itu) akan mulai merasa was-was, cemburu, marah, berbuat kejam/keji, dan/atau malah membencimu dengan segenap hatinya (yang telah disusupi setan tadi), tanpa alasan yang benar.
Audzubillah.

Jadi, sebelum terlambat, tinggalkanlah.
"Tinggalkan yang meragukanmu menuju hal yang tidak meragukanmu." 
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i, Tirmidzi berkata: hadits Hasan Sahih)
Maaf, aku tidak pernah terlihat ragu, karena jika ragu...aku biasanya akan meninggalkan, bukan hanya keraguanku (seperti kebanyakan orang), tapi jika perlu aku meninggalkan apa yang meragukanku.
Sampai pada kesempatan berikutnya, jika ada kesempatan lagi.
Ah...iya aku ngerti, lebih baik kalo ada contohnya.
Ok. Contoh:

  1. Ketika ingin membeli barang pada satu kesempatan, tapi ragu, aku tidak membelinya.
    Yah, ada kemungkinan barang itu sudah dibeli orang lain, atau memang masih ada disitu atau ada yang menawarkan barang yang sama yang lebih bagus dan/atau lebih murah dan aku yakin, maka aku membelinya, sambil senyum O(≧∇≦)O "ah, akhirnya dapat juga (Alhamdulillah)".
  2. Hal yang sama mungkin berlaku juga untuk hal lain selain barang. (Pemalas, malas ngasih contoh lain :D).
    Aku yakin yang baca ini pintar kok dan bisa menganalogikan sendiri. 
Yeah, intinya: I do what I want (Aku melakukan apa yang kuinginkan).
Insya Allah dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, yeah, maaf kalau tidak terlihat seperti itu 

ヽ(^。^)丿karena aku terlalu carefree (overconfident kata orang tua ku sih :D),
bahasa resminya: "karena aku percaya kepada Allah".

Jadi, saranku, janganlah kamu ragu, jangan hidup dalam keragu-raguan, yakinlah kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya.
Karena detik kamu ragu, detik itulah setan nyamper, maka katakanlah:

A’udzu billahi minasy syaiythaanirrajiim. inget, pelafadzannya harus benar kalau beda dikit beda arti...pengen aman, singkat, padat, dan jelas, maka ucapkanlah:
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
“Ya Allah!
Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak kecuali Engkau.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeret-nya kepada seorang muslim.”
(HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 3/142)