Tampilkan postingan dengan label takut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label takut. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Aku Takut Kehilangan Allah

Melebihi ketakutanku akan kehilangan apapun, aku paling takut kehilangan Tuhanku.
Aku tak peduli jika aku tidak bisa menikmati semua kesenangan dunia ini.
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan.
Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya.
Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan apa yang ia niatkan.

(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1, 54, 2529), Muslim (no. 1907), Abu Dawud (no. 2201), at-Tirmidzi (no. 1647), an-Nasa-i (I/85-60, VI/158-159, VII/13), dan Ibnu Majah (no. 4227) dari Shahabat ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu.)
Aku bertaubat karena Allah, bukan karena wanita, bukan karena siapapun manusia yang hidup di dunia ini, bukan karena apa-apa.
Aku tidak akan melakukan ini, aku tidak akan melakukan itu, jika bukan karena Allah.

Aku tidak menginginkanmu, bukan karena kamu tidak menarik atau tidak cantik, atau tidak pintar, atau tidak kaya, tapi karena aku takut kepada Allah.

Aku yakin, masih banyak laki-laki lain yang menginginkanmu, tertarik kepadamu, dan mungkin sampai tahap memujamu, Audzubillah.
Batas aku mencintaimu hanya "aku mencintaimu karena Allah", hanya itu...tidak lebih dari itu dan tidak kurang dari itu.
Ya, karena Allah menyuruhku begitu...aku nurut  ((-_-))
Tapi, jika kamu tidak mendengarkanku...aku berhak untuk pergi darimu, detik itu juga ketika aku sadar bahwa kamu "bukanlah seseorang yang dikirimkan Allah untukku", karena seseorang yang dikirimkan Allah untukku adalah seseorang yang mempunyai Allah dihatinya, takut, tunduk, sekaligus mencintai-Nya.

Jadi, maaf, jika aku tidak merespon semua pancinganmu, semua kodemu, semua keberanianmu, semua kenekatanmu, semua keinginanmu...
karena aku tidak mau kehilangan Allah karenamu, kamu tidak menolongku, kamu malah akan menjauhkanku dari Allah.
Apa yang aku inginkan untuk tidak jatuh ke lubang yang sama

Senin, 24 September 2012

Berlaku Lemah Lembut

Berjanjilah untuk satu hal, bahwa kamu akan berlaku lemah lembut terhadap siapa pun. Sesungguhnya mereka hanya mengagumimu dan mencintaimu dengan cara mereka sendiri, baik yang menunjukkan kebencian kepadamu yang hanya dikarenakan rasa cinta yang mereka dustakan dengan kedengkian mereka, karena itu tunjukkanlah sikap lemah lembutmu.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. 
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
 
(QS. Ali Imran:159) 

Aku tahu kamu bisa, karena itu Aku memberitahumu. 
Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan berhati-hati.
 (HR. Muslim no. 5225)
dan,
Sesungguhnya Allah Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.
(HR. Al Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
 karena...
....Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.
(Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no.220)
bahkan kepada Fir'aun, sebagaimana perintah Allah SWT:
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas.
Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.
[QS. Thaha:43-44]
karena,
Sesungguhnya sejelek-jelek pengembala ternak adalah orang yang kasar kepada hewan gembalaannya.
(HR. Muslim no. 1830)
Permudahlah jalan orang untuk mendekat padamu, yang tertarik dengan cahayamu, cahaya yang kamu bersumber dari Allah yang berada di hatimu, yang memancar melalui seluruh tubuh, tutur kata, dan gerak-gerikmu.
Beritahukanlah tentang Pemilik cahaya itu, beritahukanlah segala kekuasaan Allah Sang Pemilik Cahaya itu.
Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734 dari Anas bin Malik. 
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 1732 dari Abu Musa)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Anbiya:35)
"Dead?"
"Astaghfirullah al-Adzim, Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un"
PS: 
Aku baru tau belakangan ini kalau kamu suka bersikap keras dan langsung menolak  dengan keras dan kasar bagi sebagian orang. 
Mau mati muda?
Mau terbaring dalam kubur tanpa bekal yang cukup?
Cukuplah kematian sebagai peringatan bagimu.
Cukuplah kematian sebagai peringatan (berharga).
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd)
"Oh God, that scared me T_T..."
Ya Allah Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah (yang patut disembah) kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku di atas janjiku kepada-Mu semampuku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku perbuat.
Aku mengakui untuk-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku.
Dan aku mengakui dosa-dosaku terhadap-Mu, maka ampunilah aku.
Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

(HR. Bukhari, juz 7/150)

Rabu, 25 Juli 2012

Mengkhianati diri sendiri

Tipe yang paling mengenaskan, karena kamu bakal menjalani sebuah hubungan yang kamu rahasiain dari dirimu sendiri.
Bisa dibilang, kamu pacaran/berhubungan atau bahkan menikah karena terpaksa, siapa yang maksa...sebenernya gak ada kan?

Mungkin korban perjodohan, atau korban "kecelakaan", bisa juga kamu jadian karena cuma kasian.
Separah-parahnya backstreet dari orang tua maupun teman, tetep yang paling nggak enak itu nge-"backstreetin" dirimu sendiri, karena kamu bakal membohongi perasaanmu sendiri..
Mencoba mencintai seseorang yang bukan pilihan hati.
Mau sampe kapan?
Ya sampai kamu sadar, memiliki tanpa mencintai itu benar-benar hambar..

Nyesek...?
Banget.

Memang, kata sebagian orang (kebanyakan orang) sebenernya, lebih baik dicintai, daripada mencintai.
Taukah kamu, kebanyakan orang itu akan masuk neraka.

Naudzubillah, semoga aku tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang merugi.