Selasa, 11 September 2012

Cintalah Jangan Suudzon

Eh...eh, anu, alasan khususnya bukan karena kamu tanpa sengaja menemukan "A Bystander" yg sedang "bersembunyi" & mengajarkannya cinta kan? :D 
Hahaha, hidup ini lucu kan...terlalu banyak "kebetulan".  
"Bystander" itu sedang bersembunyi jauh dari peradaban, sementara dia meminta kepada Allah sesuatu yang bahkan tidak pernah dilihatnya. "Bystander" itu merasa bahwa "kalau aku disini", tidak akan ada yang ada yang menemukanku. Setidaknya dia memang bodoh, Allah bisa apa saja, kekuasaan-Nya tiada batas.
Tapi ada manusia yang tiba-tiba menyadari sesuatu yang hanya dia dan Allah yang tahu, lalu mengajarinya (sedikit "dipaksa") tentang cinta, tentang mencintai, dan bahwa mencintai manusia itu adalah salah satu cabang dari cinta Allah
Sejak itu "Bystander" satu itu, belajar lagi dari awal semua hal yang dulu sudah diketahuinya.
Dan dia sekarang lebih mengerti bahwa hidayah itu milik Allah, dia tidak bisa menyelamatkan siapapun tanpa Allah menghendaki demikian juga. 
Jadi, kalau dulu dia mencoba menyelamatkan semua orang (L/P) sampe berdarah-darah...sekarang dia lebih "melihat", "mendengar" dan berpikir. Termasuk ketika melihat "setan vs setan", dia akan diam saja, tidak ngapa-ngapain, hanya melihat.

Aku tidak menghakimi orang, itu hak Allah.  
Tapi jika ada yang bilang kamu tidak bisa melihat tanda-tanda ahli neraka dan ahli syurga, itu...tidak sepenuhnya benar. Itu hanya agar kita tidak ber-su'udzon kepada orang lain, sehina apapun dia di mata kita. Allah mengajarkan itu kepadaku dgn contoh nyata. 

Contoh:
Suatu pagi, ketika habis shalat subuh di Masjid terdekat di kota anda (deket kost maksudnya), jalan-jalan nyari makanan (biasanya dia ada kegiatan lain sehabis shalat subuh itu) agak jauh, tempat langganannya dulu, dah jalan lumayan jauh, sampe di TKP ternyata...yup...tutup...gak buka "khusus" hari itu.
Yah, habis itu berjalan pulang...tak...tik...tuk...(jalan kaki)...ternyata ada yang mengikutinya...botak gede serem matanya merah (lebih gede dari dia)...
Mulai ngerasa gak nyaman, dia jalan agak stand by (tadinya santai banget) kalo-kalo dia mau langsung nyerang dari belakang, pikirnya...

Hampir sampai di kost, ternyata ada yang dagang makanan buat sarapan pagi (ya iyalah, jam 5 pagi masak buat makan siang T_T, kadang dongo' juga nih)...nah, untuk melihat dan memastikan bahwa orang itu (yang botak gede serem + matanya merah tadi), dia sengaja ngelewati Ibu yang dagang itu untuk sekedar melihat gembok pagar kost...ternyata orang itu juga melewati Ibu Dagang itu.
(Jaraknya Kost - Ibu Dagang +/- 15 meter)
Habis megang gembok, langsung balik badan...dan berjalan ke arah Ibu dagang buat beli makan...ternyata...guess what...
YUP...abang botak gede serem + matanya merah itu ngikutin dia.

Sampe di tempat Ibu itu, ternyata beliau belum siap dagangannya, masih mau bawa-bawa segalanya dari rumahnya di gang di depan lapaknya tuh tante.
Nah, pajang-pajangan dunk dia sama si abang botak gede serem + matanya merah tadi.
Dia mikir, "pasti mau malak nih bocah." (gak mungkin assasin/pembunuh bayaran kan, hahaha, ngapain coba?)
Pelototan and saling liat, dia liatnya biasa aja, orang itu melotot dengan mata merahnya sambil megang-megang sesuatu di tas kecilnya.
Mikir lagi, "pisau tuh..." (Ya iyalah, masa' pistol...-_-...aih).
Ada saat ketika dia ingin langsung nyamperin tuh orang dan "yah biasalah: Bag Big Bug Dug" aja, tapi ada suara yang menghentikannya 
"Sabar...kan dia gak ngapa-ngapain, kalo dia nyentuh kamu duluan kamu bebas ngapain aja".
So, dia tetap stay still in alert dan berusaha santai.
Nah...lama-lama jongkok-berdiri-jongkok kan gerah n capek (gak ada tempat duduk yang layak, kecuali mau lesehan di aspal :D)...

Akhirnya dia memutuskan untuk menyapa dan membantu Ibu itu menyiapkan,
K: "Bu, ada yang bisa saya bantu?"
I: " Oh kebeneran dik, anak-anak Ibu pada males bantuin."
(Belakangan gw tau kalo Ibu ini adalah isteri dari Imam di Masjid tadi, Masyaa Allah)
Dah, bolak-balik masuk gang kecil mbantuin Ibu itu ngangkatin semua dagangan, kursi plastik, dsb.
Akhirnya kelar juga #Alhamdulillah, karena Allah, mungkin jadi gak kerasa capek sama sekali.
K: "Bu saya pesen nasi lontong sayurnya ya"
I: "Iya dik, pake sambel gak?"
K: "iya bu"
Ibu itu ngeliatin ke arah abang botak gede serem yang matanya merah itu, lalu,
I: "temennya juga satu ya dik"
K: (kaget n menolak dibilang temen) "ah, bukan bu, saya gak tau siapa itu."
I: "oh gitu"
Abang itu bereaksi dan menjawab: "Iya bu, saya juga satu"
K: (kaget, mikir "berarti dia denger percakapan gw sama Ibu ini dari tadi")
Yah, santai aja...makan (tetap alert), dah kelar satu porsi, masih laper, nambah nasi kuning.
Sementara abang itu dah kelar, n mulai bayar.
Dia (K) liatin terus (agak jauh duduknya), abang itu nunjuk-nunjuk dia sambil ngomong sama Ibu itu.
K: (mikir, "ah, gak mungkin dia mau bayarin gw, sementara tadi hampir aja "yah taulah" kalau aku tidak dicegah)
Selesai bayar, abang itu pergi sambil senyum ke arahnya.
Saking kaget liat senyum itu, dia diem senyum pun kagak, bukan karena kesel atau marah atau tidak peduli, tapi kaget karena mungkin firasatnya benar "bahwa dia dibayarin". 
Akhirnya selesai makan...
Mau bayar...
I: "Tadi udah dibayarin temennya dik"
K: (sok gak tau, masih) "Temen...temen yang mana Bu?"
I: "Yang tadi" (maksudnya abang yang tadi)
K: "Lho, saya gak kenal sama sekali lho sama orang tadi, serius bu? Emang Ibu kenal sama orang itu? Orang sini ya Bu?"
I: "Oh...iya? kirain kenal...Ibu juga gak tau siapa itu, baru kali ini Ibu liatnya..."
K: "Oh,gitu ya Bu, yaudah, makasih ya Bu"
(Senyum)
Alhamdulillah dibayarin orang, rezeki dari Allah.
Mikir...dan mikir..."Siapa orang tadi ya Allah?"
Yang Ditanya senyum aja di atas sana (itu yang dia rasakan, bahwa Tuhannya itu sedang tersenyum, Subhan Allah).
Kesimpulan yang didapatnya:
Itu siapa "Wa Allahu 'alam bishawab", mungkin Malaikat yang ditugaskan untuk memberinya rezeki dari Allah, mungkin juga setan yang ditugaskan oleh Allah untuk menguji tingkat kepatuhan dan kesabarannya (ingat waktu dia hendak "menerkam" abang itu, ada suara yang menyuruhnya untuk tidak melakukannya).
Dan ketika dia bisa bersabar dan tidak menyerang orang yang memprovokasinya itu, Allah senang dan memberinya rezeki.
Dan banyak pelajaran pagi itu:
  1. Jangan terburu buru baca Al-Qur'an, pahami pelan-pelan jangan hanya mengejar "tamat" terus ulang lagi tanpa berusaha memahami, mengaplikasikan, dan mengagumi setiap ayat-ayat Allah itu adalah benar;
  2. Di kehidupan sehari-hari ada pelajaran juga, janganlah kamu hanya membicarakan ayat-ayat Allah dan tuntunan dari Rasul-Rasul-Nya serta para nabi-nabi-Nya;
  3. Jangan gampang terpancing, tahanlah dirimu ketika kamu hendak menyerang orang lain, walaupun mereka memprovokasimu;
  4. Selalu percaya, bahwa Allah melindungimu;
  5. Berbuat baiklah kepada orang lain yang membutuhkanmu;
  6. Makanlah dengan membaca "Bismillah" minimal; dan
  7. Cintailah manusia karena Allah dan jangan berprasangka buruk kepada manusia, walaupun menurut logikamu manusia itu "pasti" berniat buruk kepadamu.
    Karena Allah melindungimu,
    dan Dialah sebaik-baiknya Pelindung
    .
Subhan Allah Wa Alhamdulillah
Wa Laa Ilaha Illa Allah Wa Allahu Akbar.

Sungguh, Allah itu sering membuatku menangis, karena-Nya.
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.
Aku berlindung kepada Allah.

How Will I Survive

Don't know how I'll survive, I'm missing you so much, a day without you is like a year without rain.
Like I've been wandering the desert for a thousand days.
I hear your voice in my mind, can't you hear me?
I can't explain, it's a world of wonder with you in my life.
Can you feel me when I think about you?
With every breath I take.
Every minute, no matter what I do.
I'm missing you so much, can't help it, I'm in love.
 
Iya, ya...kalo dipikir-pikir, gimana aku bisa survive?w(°o°)w
Sebenernya, aku gak nyangka bisa survive sampe sejauh ini.
Aku gak tau rahasia Allah, apa kehendak-Nya hingga Dia membiarkanku tetap berada di dunia ini.
Seperti berjalan di tempat yang sangat asing bagiku, aku dicukupi oleh Allah (Alhamdulillah) tapi justru itu, aku merasa aneh.
Aku, ajaibnya, merasa tidak pantas untuk dibegitukan.
Taruhlah, ibadahku sangat-sangat kurang dibandingkan abang-abang yang lain.
Rendah hati juga tidak, biasa aja kok....gak nunduk-nunduk kayak nyari koin di jalanan.
Sabar...jauh, kadang mencak-mencak...masih, iya masih suka kayak gitu.
Jadi apa...apa yang membuat Allah begitu baik?
Tidak seharusnya aku mempertanyakan-Nya, tapi rasa ingin tahuku kadang lebih besar daripada rasa takutku.
Astaghfirullah.

Tawakkal, Tawadhu, Ikhlas, Baik Hati, Tidak Sombong, Zuhud, Wara', dan segala sifat baik lainnya yang mungkin dimiliki manusia...
Aku tidak tau soal itu, karena sesungguhnya iman itu ada disini (nunjuk hati), aku hanya berjalan tanpa tujuan yang jelas yang terlihat, mengikuti arah angin...kemana "suara" itu menuntunku dan menghindar dari matahari sebisa mungkin.

Aku hanya tertawa, dan gampang tertawa (sedikit sedih sih), ketika ada yang berkata:
  • "Krisna, kamu kok hanya muncul kalau kamu bahagia saja, and share it"?
  • "Kamu itu Kris, gak pernah kelihatan susah...gak ada tampang susahnya."
  • "Kamu sudah cukup mempelajari agama."
  • "Kurang apa lagi kamu?"
  • dsb.
Karena semua itu tidak berarti, aku mungkin akan benar-benar merasa puas, kelak saat aku sudah melapor kepada Tuhanku dan Dia ridha kepadaku.
Gak tau juga sih, akhir-akhir ini aku ngerasa aneh, mungkin perasaan (insting) seperti ketika hewan tertentu bisa merasakan akan adanya hujan/badai.
Audzubillah, aku berlindung kepada Allah.

Mungkin aku akan mati, mungkin kita semua akan mati, atau malah mungkin dunia ini akan dibinasakan oleh Allah.
Dan itu sesuatu hal yang pasti, cepat atau lambat.
Tapi, sesungguhnya aku gemetar, takut, perasaan yang tidak bisa dijelaskan kenapa.
Mimpiku mulai aneh-aneh, sesuatu yang gak mungkin menurut logikaku, tapi apa yang tidak mungkin bagi Allah, Tuhan Seluruh Alam, Maha Suci Allah.
Ya Allah, lindungilah aku.
Aku minta maaf, kalau aku punya salah dan belum sempat minta maaf.
Aku minta maaf.

Minggu, 09 September 2012

Tinggalkanlah Yang Meragukanmu

Hal yang simple, meninggalkan sesuatu untuk sesuatu yang lebih baik insya Allah.
Tapi, bisakah kita, saat sudah begitu dekat?
Ridha kah? Ikhlaskah kita?
Meninggalkan sesuatu yang dengannya kita menjalani hari-hari kita sebelum kita mengambil keputusan untuk meninggalkannya, tidaklah mudah, butuh keberanian, keteguhan, dan ketetapan hati dari Allah yang bisa membolak-balikkan hati sesuka-Nya.
* Break a minute
Astaghfirullah al-Adzim, ketawa lagi deh -__- *kebiasaan, kalo inget Allah ketawa atau senyum atau malah menangis"
"Ya Allah, come on, I'm trying to be serious here...help me with Your knowledges, please" -__- 
Itulah salah satu "kebiasaan" Allah, gak pernah membiarkanku sedih (kalau pun aku menangis, Dia akan membuatku tersenyum setelahnya) atau pun serius di dunia ini.
-Alhamdulillah- T_T <--- touched at betapa baiknya Allah.
Kamu tahu betapa sulitnya bagiku untuk tidak tertawa, minimal tersenyum ketika menghadapi lika-liku tingkah manusia atau bahkan menangis?
  • Saat bilang "I love U", aku minimal tersenyum, aku tidak bisa sepeti orang lain yang nunjukin ekspresi kayak nendang penalti (sepakbola).
    Bagaimana dengan kamu...?
  • Dimarahin, senyum (atau minimal nahan ketawa), kenapa?
    Karena segimanapun manusia, murka Allah lebih mengerikan (Audzubillah), jadi, sorry to say this, kemarahan manusia tidak ada apa-apanya, dan mereka lupa bahwa Allah Maha Melihat, Dia melihat segalanya, termasuk ketika aku "disidang" manusia dan "dihakimi" manusia.
  • Terhadap seseorang yang mencintaiku, tapi takut dan ragu untuk mengatakannya.
    Itu pilihan manusia, hidup dalam keragu-raguan atau mau melangkah tanpa ragu karena percaya (beriman) kepada Allah.
Maaf, tapi memang begitulah aku, aku tidak bisa berlama-lama "ragu-ragu", aku lebih baik maju dan melakukan apa yang harus aku lakukan tanpa takut sedikitpun dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Pemilik-ku, Allah.
Yah, memang sih, dengan begitu, aku dianggap tidak punya pikiran dan terkesan tidak pernah serius.
Tapi, sekali lagi...itu aku.
Dan begitu pula terhadap yang meragukanku, aku lebih baik meninggalkannya.
Karena biasanya, hal seperti itu akan berbalik mengontrol kita (setan masuk dan memulai aksinya dengan meniupkan keragu-raguan).
Ketahuilah, setan datang untuk membuat kalian ragu-ragu.
Nah saat kamu ragu, maka setan akan membuat kalian menunda-nunda, apa yang aslinya insya Allah adalah baik, sebagaimana:
Imam Ibnul Jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang  yang bertekad teguh,  dibuat  menanti-nanti”,  yaitu  dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. 
Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”
Jadi ketika orang itu ragu, minggat...minggatlah secepat mungkin....Hahaha...kabur...lari...selamatkan dirimu.
"Pengecut...?"
Pikir lagi sebelum menuduh.
Kamu tau, setelah itu, dia (orang yang ragu itu) akan mulai merasa was-was, cemburu, marah, berbuat kejam/keji, dan/atau malah membencimu dengan segenap hatinya (yang telah disusupi setan tadi), tanpa alasan yang benar.
Audzubillah.

Jadi, sebelum terlambat, tinggalkanlah.
"Tinggalkan yang meragukanmu menuju hal yang tidak meragukanmu." 
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i, Tirmidzi berkata: hadits Hasan Sahih)
Maaf, aku tidak pernah terlihat ragu, karena jika ragu...aku biasanya akan meninggalkan, bukan hanya keraguanku (seperti kebanyakan orang), tapi jika perlu aku meninggalkan apa yang meragukanku.
Sampai pada kesempatan berikutnya, jika ada kesempatan lagi.
Ah...iya aku ngerti, lebih baik kalo ada contohnya.
Ok. Contoh:

  1. Ketika ingin membeli barang pada satu kesempatan, tapi ragu, aku tidak membelinya.
    Yah, ada kemungkinan barang itu sudah dibeli orang lain, atau memang masih ada disitu atau ada yang menawarkan barang yang sama yang lebih bagus dan/atau lebih murah dan aku yakin, maka aku membelinya, sambil senyum O(≧∇≦)O "ah, akhirnya dapat juga (Alhamdulillah)".
  2. Hal yang sama mungkin berlaku juga untuk hal lain selain barang. (Pemalas, malas ngasih contoh lain :D).
    Aku yakin yang baca ini pintar kok dan bisa menganalogikan sendiri. 
Yeah, intinya: I do what I want (Aku melakukan apa yang kuinginkan).
Insya Allah dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, yeah, maaf kalau tidak terlihat seperti itu 

ヽ(^。^)丿karena aku terlalu carefree (overconfident kata orang tua ku sih :D),
bahasa resminya: "karena aku percaya kepada Allah".

Jadi, saranku, janganlah kamu ragu, jangan hidup dalam keragu-raguan, yakinlah kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya.
Karena detik kamu ragu, detik itulah setan nyamper, maka katakanlah:

A’udzu billahi minasy syaiythaanirrajiim. inget, pelafadzannya harus benar kalau beda dikit beda arti...pengen aman, singkat, padat, dan jelas, maka ucapkanlah:
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
“Ya Allah!
Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak kecuali Engkau.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeret-nya kepada seorang muslim.”
(HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 3/142)

Jumat, 07 September 2012

Jenis Wanita Jawa

Jenis-jenis wanita
1. Wanita Bintang Kesiangan (Best Seller)
  • Sifat: Senang bermesraan dengan suami.
  • Ciri-ciri: Wajah manis, berkulit hitam manis, mata redup seperti mengantuk, rambut lebat serta berombak.
2. Wanita Durgasari (Dangerous Goods)
  • Sifat: Suka khianat, tidak baik dalam rumah tangga, dan suka berbohong.
  • Muka bujur telur berwarna sedikit kemerahan, leher jenjang.
3. Wanita Emping Hijau
  • Sifat: Gampang dapat rezeki, baik, namun suka merajuk lalu pulang ke rumah ortu.
  • Ciri-ciri: Muka panjang, kulit gelap, rambut hitam lembut, kaki kecil dan kering, badan tegap, kuku panjang dan kecil.
4. Wanita Beras Tumpah
  • Sifat: Mudah marah, pemboros serta suka bertengkar dengan suami.
  • Ciri-ciri : Payudara besar, kulit kuning, rambut lembut hingga ke ujung, tahi lalat di telinga.
5.Wanita Galak Ulat
  • Sifat: Sering menolak kehendak suami.
  • Ciri-ciri: Ujung rambut berwarna merah, kulit kuning, rambut keras dan lurus.
6. Wanita Kunci Kencana
  • Sifat: Sering bosan sama suami.
  • Sifat: Tinggi besar, kaki pendek dan kulit gelap.
7. Wanita Sinar Kencana (Best Item)
  • Sifat: Pendiam, baik dan mampu menjaga hati.
  • Ciri-ciri: Berkulit gelap, rambut lembut, hitam dan halus, bertubuh besar.
8. Wanita Gandasari
  • Sifat: Bertutur kata lembut, mampu menahan amarah, dan selalu melaksanakan kewajiban.
  • Ciri-ciri: Gerakan tubuh seperti orang malas, kulit kuning, rambut hitam berkilat, buah dada tergantung, leher agak pendek , manis dipandang.
9. Wanita Matahari Jatuh
  • Sifat: Penyabar, bertutur kata dengan hati-hati, murah rezeki, teliti dalam pekerjaan, setia bahkan sampai mau dimadu
  • Ciri-ciri: Wajah manis, kulit kuning, urat nampak hijau, mata redup alis lentik.
10. Wanita Matahari Terbenam
  • Sifat: Orangnya spontan, mampu menyimpan rahasia, dan bersahabat.
  • Ciri-ciri: Badan kecil, warna kulit kemerahan, sedikit tanda kebiruan di wajah, alis mata tebal.
11. Wanita Puspa Mekar
  • Sifat: Mampu melayani kehendak suami.
  • Ciri-ciri: Bentu badan seperti pria, ruas betis panjang, tulang sedikit menonjol, jika berdiri kaki seperti bertemu.
12. Wanita Silasari
  • Sifat: Naik darah dan juga pemboros
  • Ciri-ciri: Kulit kuning, payudara kecil, tahi lalat di cuping telinga.
13. Wanita Sirih Terlentang
  • Sifat: suka melakukan perbuatan keji
  • Ciri-ciri: Kaki aga melintang, jika berjalan seperti suka menendang tanah.
14. Wanita Sari Maya
  • Sifat: Tidak banyak meminta dan menerima keadaan,
  • Ciri-ciri: Badan kurus, rambut genjur dan kasar, wajah kemerahan.
Gairah seks wanita juga diungkap  didasarkan pada ciri-ciri fisiknya. 
Berikut ini beberapa jenis wanita yang dianalisa dari segi fisiknya terkait gairah seks:

Kunci Emas

Ciri fisik : Tubuhnya panjang, tapi kakinya agak pendek tak proposional. Rambutnya tumbuh subur tebal, demikian pula bulu rambutnya baik di tangan atau kadang kaki, dan dibagian ‘V’. Muka dan payudaranya kecil.


Wanita ini termasuk baik dan setia. Meskipun gairah seksualnya tidak menonjol, tapi ia mampu mengimbangi pasangannya. Kalau pria pasangannya memperlakukannya dengan penuh kasih, ia bisa jadi wanita yang menggairahkan. Tapi, ia cenderung tertarik pada wanita sejenis.


Bunga Restu

Ciri fisik: Tubuh besar, kukuh dan cenderung pendek. Muka dan dahinya kecil, mulutnya agak tebal, rambutnya tebal.


Ia termasuk wanita pendiam, demikian juga di tempat tidur. Ia pasif, tak peduli pada pasangannya. Pria pasangannya perlu kesabaran dan memanasinya, karena pada dasarnya ia bisa menjadi pasangan yang menyenangkan. Apalagi, menurut orang Jawa, tipe wanita ini mendatangkan rejeki.


Bintang berkerlip

Ciri fisik: Bertubuh tinggi semampai, berpinggang kecil dengan pinggul besar. Rambutnya lurus sedang, mata sayup-sayup tertutup, hidung besar.


Dari penampilan fisik, wanita ini punya sex appeal yang tinggi. Pria membayangkan ia punya gairah seks yang besar, padahal biasa-biasa saja. Ia bukan penikmat seks, tapi lebih memikirkan urusan rumah tangga dan masa depan anaknya. Ia tipe istri yang baik, setia dan tabah dalam menghadapi persoalan.


Bintang Siaga

Ciri fisik: Tubuh sedang, tidak tinggi, tidak pendek cenderung kecil. Wajahnya bulat, bermata sayup seperti mengantuk. Mulut lebar, bibir atas lebih kecil dari bibir bawah, telinga melebar keluar.


Bukan hanya gairahnya yang kurang, tapi juga dalam hal olah asmara. Ia terlalu monoton, tidak ada keinginan untuk meningkatkan kemahiran dan belajar bagaimana menikmati seks. Seks baginya seperti kewajiban saja, sehingga pasangannya cenderung kecewa.


Seroja Bergoyang

Ciri fisik: Tubuhnya bagus, meskipun berdada kecil, tapi padat berisi. Beralis tebal, mulut kecil dengan bibir sensual. Pinggulnya tampak seksi berisi.


Secara fisik, ia sangat menarik. Tetapi secara personal, ia bukan wanita yang ceria, cenderung pemuram dan pesimistis. Ia lebih sering cemberut dibanding tertawa dan tersenyum. Pantas kalau ia tampak lebih tua dibanding umurnya. Dalam hal asmara, ia tak semenarik penampilannya. Tapi bagi pria yang egois dan butuh kecepatan, wanita ini bisa saja jadi pasangan yang cocok. Apalagi, Si Seroja Bergoyang ini bukan tipe penuntut.


Bunga Indah

Ciri fisik: Tubuh tinggi dengan payudara besar menelungkup ke dalam sehingga tampak indah. Kakinya juga panjang, kalau duduk sering ditumpangkan satu dengan yang lain, dan kalau berjalan lenggang lenggok. Kulitnya putih, berwajah bulat, matanya suka mengerdip indah.


Dari segi fisik, wanita ini tampak ideal. Dan ia memang tipe wanita yang setia, berbakti pada pria pasangannya, bahkan sebagian rela tak peduli pasangannya punya WIL. Memang meskipun fisik dan perilakunya mengundang hasrat besar pria, tapi tidak demikian reaksi seksualnya. Ia tipe wanita dingin, yang sekadarnya saja dalam olah asmara. Ia sudah merasa cukup dan damai kalau dicukupi kebutuhan materialnya.


Pikat Mutiara

Ciri fisik: Tinggi dengan punggung agak membungkuk, tapi berpayudara kecil. Leher panjang, dahi lebar, mulut lebar dan dari kejauhan tampak memikat.


Sebenarnya ia tipe wanita yang cerdas, kata-katanya terpilih dan penuh perhatian. Ia tipe teman yang baik. Ketidaksukaannya berterus terang, membuat olah asmaranya dingin kalau pria pasangannya tak menangkap keinginannya. Wanita mutiara ini lebih suka memberikan bahasa isyarat, sehingga pihak pria harus peka dan tanggap. Ia sebenarnya pencinta yang baik, meskipun gairahnya kecil saja. Tapi buka berarti tak ada kebahagiaan, lho.


Sri Tumurun

Ciri fisik: Tubuh tinggi, kaki panjang, dada tipis. Mukanya bulat, kaki panjang, dada tipis. Mukanya bulat, mulut lebar, bibir tebal, rambut lemas, bertumit besar.


Meskipun tinggi semampai, sex appeal-nya rendah. Ia lebih menarik menjadi teman karena ia ramah, sopan dan pandai bertutur kata. Sebenarnya, ia tipe istri yang baik karena jenis subur dan membawa berkah. Dalam kultur Jawa, ia adalah titisan Sri, Dewa Padi (kata orang lho, bukan kata gw). Tapi dalam olah asmara, wanita Sri ini cenderung dingin, bahkan frigid. Pria pasangannya sering dibuatnya jengkel dan kesal karena itu. Dan Sri tidak begitu peduli.


So, gimana...mau pilih yang mana?
Pilihlah dengan bijaksana, sebaiknya mempertimbangkan agama terutama.

Sumber :   
http://www.agus-tkj.web.id/2012/04/14-primbon-tentang-sifat-wanita.html#ixzz24x7mpMiv
http://terselubung.blogspot.com/2010/10/gairah-seks-wanita-menurut-primbon-jawa.html

Takkan Bisa Sendiri

Kadang aku merasa terlalu kuat dan merasa bisa walaupun harus sendiri, tapi ntah kenapa...saat aku merasa seperti itu...
Allah justru mengingatkanku bahwa aku takkan bisa sendiri, tidak harus sendiri, dan takkan sanggup sendiri.
Tau rasanya dikasih "kejutan"...wekwek...pucat pasi, keringetan, lemes, merasa tidak berdaya, Astaghfirullah.
Tau rasa sakit yang gak jelas,....awww....sakitnya...gw rasa sama kayak Sun Go Kong, yang kalau "ngelawan" diberi rasa sakit yang luar biasa.
(FYI: Aku tidak pernah merasa sakit dan tidak pernah sakit apa-apa kalau tidak sedang "membangkang").
Ya, manusia/setan...aku lari darimu, aku tidak mau mengurusimu, karena kamu terlalu merepotkan, menyusahkanku, mempersulitku, dan ntah kenapa kamu muncul.
Aku sudah berusaha bersembunyi dari keramaian, aku bahkan menjauh dari teman-temanku dan bersembunyi.
Kantor, Rumah, Kost, Masjid, Tempat Belanja (seperlunya dan cepat pulang tanpa kongkow lagi), dan aku tidak pernah lagi melakukan yang tidak perlu dan membuatku berpeluang besar bertemu wanita lagi.
Tapi ternyata aku masih juga, masih juga...ketemu atau ditemukan tepatnya atau lebih tepatnya lagi dipertemukan..
What's wrong with that? What the ...?
Aku merasa bodoh, aku merasa kemanapun aku lari, kemanapun aku bersembunyi.
Aku tidak bisa bersembunyi dari Allah.
Mengertikah kamu, mengertikah kamu, bahwa saat aku bertemu kamu dan kamu bilang "aku tidak pernah pacaran"...saat itu aku merasa lebih baik aku mati.
Aku tidak pernah mengira, bahwa manusia seperti itu memang ada di dunia ini.
Aku tidak pernah mengira...Demi Allah aku takut.
Aku tidak pernah mengira bahwa manusia seperti itu ada, walau aku percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
Di satu sisi, aku mau mengingkari keberadaanmu, di sisi lainnya, janji Allah itu terlalu indah.
Sejujurnya, aku tidak pernah bertemu wanita seperti itu seumur hidup zalimku, sepanjang masa jahiliyahku....Astaghfirullah al-Adzim.
"Tell me...tell me, as I bestowed upon you...tell me to do anything for you, as I am here before you...do not hesitate"
Siksaan Allah itu sakit sekali, aku lebih baik mati daripada disiksa, tapi aku tidak bisa mati di Neraka kan...
Dan aku akan terus disiksa, jika aku kufur kepada Allah, Naudzubillah.
Semoga saja itu tidak akan terjadi...lagi. Naudzubillah.
Dan jika aku harus menurut, aku harus membuang harga diriku, dengan mendekatimu whatsoever.
Mencintaimu karena Allah.
Dulu aku kira itu hal yang gampang, mudah, dan tidak perlu apa-apa.
Ternyata, yang aku perlu lakukan adalah membuang harga diriku.
* nangis*

Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.

Selasa, 04 September 2012

Stranded


This place, the very place that you live...where you saw him straying around, is your world, not where he trully belong.
He's been stranded here for undisclosed reasons.
So he's enjoying his time in here, gathering information as vast as possible, learning about anything served in front of him, and studying whatever crossed his minds.
 

He is shown to behave in a very passive aggressive manner (do not touch him if you're not strong enough).
He is rarely ever shown in a benevolent light and is typically shown as a malevolent force
This behavioral pattern has an uncertain reasoning behind it, and exactly why he behaves in such a way has yet to be fully ascertained.

He lives unlike any human being despite having a similar appearance to one. 
It is uncertain if he is social, or even understands human languages or behaviors, nor why it is humans appear to be his main target
If it is the former, this would imply an intelligent being attempting to try to blend in. 
If it is the latter, it shows a being whom is extremely adaptive and evolves to match his environment and stick out less (or more).
The original versions depict him as not only malevolent, but extremely dangerous
He will do odd things.
A contemporary depiction shows him as being extremely passive aggresive, often letting a person slowly delve into madness at their situation until being unable to cope.
Sometimes an individual can determine if he is near due to his own state of aggresion, or other outside factors either inside or beyond his control (Allah's power).

He can control a person's mind.
He has no exactly defined or specified history.
He will find interest in a target for reasons unknown.
The new foray into his powers, abilities, and attacks have shown drastic difference from his original behaviors. 
The original desire to impale targets, his rather aggressive attitude, and attacking mainly bad humans have been altered. 
It appears he seems to enjoy targeting humans who have seen him and following them for certain amount of time. 
He appears to do so in such a way that the target is unaware of his presence, and typically won't be aware at any point in time until it is far too late.
His behavior is extremely passive aggressive,  he will typically do so in invasive ways.
This will create a general unease of the target, as the invasion of someone like him in their own safety zone will begin sparking incredible mixed up feeling.
Most often he won't attack the target for extended periods, instead just following the target and tormenting them (with his presence). 
This period can last anywhere from several minutes to years.

The target is finished with no traces whatsoever.
The target will never be realised, nor are any traces. 
Thus his method of finishing targets is unknown, as no victim is ever realised.
The finished targets will typically disappear by him/herself, thus these attacks are unrecorded and unknown
What little evidence has been found shows incredible distortion on them in typical cases, making it nearly impossible to understand exactly what he has done
To date it is unknown where his finished targets go, or what he does with them after this.
One of the most powerful new traits he will typically employ seems to be some form of inhibiting memory loss.
Like (his name, this being name) Sickness, this effect can be nearly immediate just on close contact with him, although it seems to vary as to exactly how powerful. 
In some cases individuals will forget the past few minutes, however extended contact has led people to awakening in locations they are uncertain of due to running from him and their brain beginning to write memory and restore consciousness after a given period of time. 
In some cases, it is believed he himself will deposit a target in an unknown location and leave them to awaken after an attack (possibly to continue haunting them some more). 
This effect is akin to (his name, this being name) Sickness, but is the most powerful effect of the sickness to date. 

Targets of extended periods will note excessive damage to their social, physical, and career life.
Typically individuals will show massive moods swings and constant irritation, not to mention will lose track of large periods of time, making communication with friends or holding down steady work difficult, as memory losses could be as long as several weeks or months until the individual awakens and attempts to return to their life only to find it ruined. 
Despite this, he will continue his behavior. 
I don't know if you think he is not real, but he is real.
And he will especially attack you if you insult his God, Allah.

If you have Allah in your heart, he will protect you in Allah's name.

It is said, sometime...Allah will send someone to capture him and tame him for good.
Insya Allah.


Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
(QS. Ar-Rad:37)
Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah
Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. Fussilat:36)
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.
(QS. Muhammad:11)
"Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya".
(QS. Al-Jinn:22)

Sabtu, 01 September 2012

Kenapa Harus Bohong

Takut?
Takut pada apa?
Tidak takutkah kepada Allah?
Dia Yang Maha Mengetahui.
Urrgh...kadang aku kesel sama kebodohan manusia, kenapa mereka suka bohong, menipu diri sendiri.
Dengan bohong, mereka sendiri tau bahwa mereka bohong, dan merasa tidak ada orang lain yang tau kebohongan mereka.
* Sabar...sabar...
Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.
(QS. Muhammad:30)
Ok, aku tau (aku tidak mau menjelaskan bagaimana aku bisa tau), nah aku...
siapa aku...?
hanya seorang hamba Allah, yang aku tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah, Tuhanku.
Apa menurutmu Dia tidak tau?
Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
(QS. At-Taghabun:4)
Siapa yang kamu coba bohongi...?
Lalu apakah Allah akan diam saja dan membiarkan itu berlalu...
Jika iya, berarti kamu dalam masalah besar...
Yup, dibalasnya tidak disini, tapi disana...neraka Jahannam yang kamu akan disiksa selamanya.
Tanpa pernah menyentuh AC Syurga.
Apa...?? kamu mukmin...??
Apa tidak malu bicara seperti itu...+ ngaku-ngaku mukmin pula.
Ketahuilah, seorang mukmin tidak pernah berbohong.
Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur).
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong). 
(HR. Bukhari)
Seorang mukmin mempunyai tabiat atas segala sifat aib kecuali khianat dan dusta
(HR. Al Bazzaar)
"Hehehe...mau gimana gan?"
Hidup ini pilihan, kamu seperti menentukan sendiri pilihan hidupmu.
Neraka atau Surga.
Sisi baik Allah atau sisi buruk Allah.
Sesungguhnya jika kamu berbohong, aku tidak dirugikan sedikitpun.
Jujur atau tidak jujurnya dirimu, tidak mempunyai pengaruh apa-apa atas diriku.
Aku hanya mengajarinya untuk tidak menipu dirimu sendiri.
Seandainya kamu tahu bahwa yang akan menerima efek dari kebohongan itu adalah dirimu sendiri, tentulah kamu tidak akan berbohong.
Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu.
Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).
Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
(QS. Yusuf:83)
Oh, iya, aku hanya mengajarkanmu karena kamu yang meminta pertolonganku, bukan aku yang kerajinan sok nasehatin atau nolongin manusia bodoh.
Coba diingat lagi. (^_^)
Aku lebih suka sendirian, main game atau melakukan apapun yang kusukai tanpa harus melibatkan diri dengan orang-orang payah macem itu.
So, jika pola pikirmu tidak berubah ke arah yang lebih baik, dan merasa lebih nyaman dengan rombongan teletubbiesmu, sesungguhnya aku berlepas diri darimu.
Rombongan teletubbiesmu lebih toleran dengan kebohonganmu dan kelemahanmu, karena mereka tidak peduli dengan akhirmu.
Aku menuntutmu untuk berbicara jujur bukan bermaksud untuk menekanmu, tapi untuk mempersiapkanmu untuk menghadapi masa depanmu.

. meskipun sambil tertawa, setengah tidur, sambil lewat, karena kata-kataku harus dipertanggungjawabkan kepada Allah.
Jadi, tidak ada satu kata pun yang "tidak sengaja" atau "hanya main-main".
Aku selalu mengatakan kebenaran, yang ada, yang terjadi, ataupun dari hatiku.
Aku bukan tipe orang yang suka memendam sesuatu dan menderita karenanya.
Aku lebih senang mengatakannya, walaupun itu mungkin pahit bagi orang lain dan mungkin berbahaya bagiku.
 
Jika untuk selamat di dunia aku harus berbohong, lebih baik aku mati.
Emangnya apa dunia ini??