Kamis, 23 Agustus 2012

My Heart is like A Pandora's Jar

You can’t hide it – your eyes are shaking
Your heart is beating because I’m strangely looking at you
The rough breaths stimulates your sense of touch

Hold on, stop right there and look at me
I will show you all of my hidden truths now
Capture my heart, feel me

This isn’t the end, you still don’t know
I haven’t even shown you half of me
Move me and my secrets inside

How is it?
Don’t scare yourself with your clumsy judgment and run away
Don’t let go of my hand because of your unskilled judgment
Now get to know my everything, feel me

Did you see?
Then that’s that – what more can I do?
I am approaching you – closer, a bit closer
Stress – I give you everything but you still can’t do it
What do you expect? next time
You can’t come, you can’t leave, you just go round and round
The countdown is starting, time is ticking

I waited for a while, I hoped it was you
I pray that it is perfect – feel me

Close to you and close to you
I will give you everything – do you see me?
Close to me and close to me
Take me
Crush...Crush

Who's she?
A "beautiful evil" whose descendants would torment the race of men.
When she first appears before mortals, "wonder seized them" as they looked upon her. 
But she was "sheer guile, not to be withstood by an ordinary men."
Allah created her, taught her needlework and weaving, "shed grace upon her head and cruel longing and cares that weary the limbs", gave her "a shameful mind and deceitful nature", also gave her the power of speech, putting in her "lies and crafty words", then clothed her, adorned her with necklaces and other finery, adorned her with a garland crown.
Finally, gives this woman a name: "All-gifted" – "because Allah gave her a gift".

Men who try to avoid the evil of women by avoiding marriage will fare no better.
 He reaches deadly old age without anyone to tend his years,
and though he at least has no lack of livelihood while he lives,
yet, when he is dead, his kinsfolk divide his possessions amongst them.
Occasionally a man finds a good wife, but still "evil contends with good."
Naudzubillah.

And I must face this kind of woman...?
No Running???
Astaghfirulah al-Adzim, please help me Ya Allah
I could be sent to Hell directly if I were to run when she'd appear in front of me.
It's really annoying sometimes.
Aku gak setampan Nabi Yusuf a.s.
Aku gak sekaya Nabi Sulaiman a.s.
Aku gak tahan panas seperti Nabi Ibrahim a.s.
Tidak pula sesabar Nabi Ayyub a.s.
Apalagi sesempurna manusia seperti Nabi Terakhir: Rasulullah Muhammad SAW.
Aku hanyalah seorang laki-laki yang masih suka merokok, rambut acak-acakan, masa depan gak jelas, dan tidak punya tempat berlindung selain Allah, tidak punya penolong selain Allah, tidak punya pemberi hukuman selain Allah, tidak punya tuhan selain Allah.
Hanya hamba Allah yang selalu mengandalkan Allah dalam segala hal.

Kamis, 16 Agustus 2012

Why Should I Care?

A'audzubillahi minasyaitanirrajim,
Bismillahir Rahmanir Rahim.

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk;
dari semburannya (yang menyebabkan gila), dari kesombongannya dan dari hembusannya (yang menyebabkan kerusakan akhlaq)
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim dan disahkan olehnya serta ibnu Hibban dan Dzahabi).

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Y­รข Ayyuhannas.

Sebelumnya aku mohon ampun kepada Allah jika aku memiliki kelalaian dari tanggung jawab yang dibebankan kepadaku, dan aku meminta maaf kepada kamu (Ayyuhannas = Manusia) atas segala tindakan dan/atau perkataanku yang kurang berkenan. 

Aku akan pulang, mungkin sebentar…mungkin selamanya,
Mungkin kamu akan melihatku lagi, mungkin tidak, 
Maybe you'll find me the same as before, or I'll never be the same, 
Kenapa aku …….. padamu? Wa Allahu ‘Alam.
Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan setan sebagai musuh bagi para Nabi dan kaum mukminin (otomatis berlaku juga bagiku), sebagaimana Dia berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).
Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”
(Al-An’am: 112)

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”
(Fathir: 6)
 Kenapa kamu termasuk ke dalam golongannya?
 "Dua golongan di antara penghuni neraka yang belum aku lihat keduanya:
Suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang;
Perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang yang cenderung dan mencenderungkan orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga.
Sesungguhnya aroma surga itu bisa tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian."
(HR. Muslim)
Ibnul Jauzi yang berpendapat bahwa berpakaian tapi telanjang ada tiga makna;
Pertama, wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya.
Kedua, wanita yang membuka sebagian aurat tubuhnya.
Ketiga, wanita yang mendapatkan nikmat Allah namun tidak bersyukur kepada-Nya.

Menurut Imam An-Nawawi, berpakaian tapi telanjang mengandung beberapa arti:
Pertama, berpakaian atau dibungkus nikmat Allah SWT tetapi telanjang dari bersyukur kepada-Nya.
Kedua, terbungkus pakaian tetapi telanjang dari perbuatan baik dan perhatian terhadap akhirat serta tidak berbuat taat.
Ketiga, mengenakan pakaian tetapi tampak sebagian auratnya;
Keempat, berpakaian tipis yang masih memperlihatkan warna kulit dan lekuk tubuhnya.

Tau kan, pertama kali aku menemukanmu dan sampai sekarang, kamu masih “perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang yang cenderung dan mencenderungkan orang lain”.
Yang mana, kamu mengakuinya sendiri padaku dengan nada bicara yang lemas, seperti orang yang tau kalau salah tapi tetap melakukan kesalahan karena takut untuk berubah.
Takut kalau lingkungan sosialnya menolaknya, takut kalau kehilangan setan-setannya.
Kalaulah Allah mengizinkanku untuk minimal memukuli mereka dan/atau membunuh mereka lalu menunjukkan bukti bahwa mereka, yang selalu memuji kamu dan “pakaian telanjangmu” itu adalah setan, tentulah aku sudah melakukannya, dengan senang hati.
"Huh...?! What?"
Tau, yang dimaksud dengan “cenderung dan mencenderungkan orang lain”?
Ya, itu adalah tipe orang yang gampang terbujuk, gampang terayu, gampang tertipu, dan berusaha menipu orang lain.
Padahal aku sudah bilang “Jadilah dirimu sendiri, jangan terpengaruh orang lain”.
Karena aku melihat hatimu (what?? Melihat???...anggep aja gitu…susah dijelasin :D) dan aku melihat kebaikan di situ, rasa takutmu, rasa khawatirmu, kamu sendirian dalam kebingungan.
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.
Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.
Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
(QS. Al-A’raaf [7]:26)

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya.
Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.
Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
(QS. Al-A’raaf [7]:27)
Tau siapa yang dimaksud sebagai pemimpin?
Get ready to be shocked.
Pemimpin itu bisa atasanmu, ulama pembimbingmu baik itu ustad, kyai, dan/atau habib ,dsb (sudah sering terjadi: Iblis dan anak buahnya nyamar jadi yang kayak gitu, Naudzubillah), orang yang kamu idolakan (saya tidak yakin Rasulullah SAW adalah idolamu yang “numero uno” di antara manusia), atau yang paling parah….suamimu, ya suamimu adalah pemimpin bagimu juga (numero uno between humans which  is still alive).
Lalu, bagaimana impian surga Allah bagimu…?
"Pose dulu gan, mumpung disebut"
Kalau yang memimpinmu adalah setan…kira-kira kemana Mbakyu? Wkwkwkwk
Naudzubillah.

Ya ayyuhannas, aku terharu mendengar ceritamu, impianmu, dan keinginanmu…kalau Allah tidak menutup aibku, tentulah aku menangis saat itu.

Ceritamu tentang kehidupanmu yang penuh tantangan…kesusahan, kesedihan, aku sedih n malu karena kamu tinggal di tempat tanpa AC, sedangkan aku dah misuh-misuh AC mati dikit aja, Astaghfirullah Al-Adzim.
(Aku gak tahan panas, semoga saja itu menjadi pengingatku untuk tidak jadi ahli Neraka, Naudzubillah)
"Panasssh...ssssh, Astaghfirullah"
Impianmu, membuatku sedih, karena itu adalah impian yang dangkal dibandingkan dengan:
Di salah satu rumah dari sekian rumah yang terdapat di kota Madinah Umar bin Khattab duduk bersama sahabat-sahabatnya.
Beliau berkata:”Bercita-citalah!”
Salah seorang di antara mereka berkata: ”Saya bercita-cita seandainya rumah ini penuh dengan emas, niscaya saya akan infakkan di jalan Allah”.
Lalu Umar berkata lagi: “Bercita-citalah!”
Sahabat yang lain berkata: ”Saya bercita-cita seandainya rumah ini penuh dengan mutiara, zamrut dan permata niscaya saya akan menginfakkannya di jalan Allah dan menyedekahkannya”.
Umar berkata lagi: ”Bercita-citalah!”
Para sahabatnya berkata serempak: ”Kami tidak tahu apalagi yang harus kami katakan wahai Amirul Mu’minin”.
Lalu Umar berkata: ”Saya bercita-cita tampilnya orang-orang seperti Abu Ubaidah ibn al-Jarrah, Mu’adz bin Jabal, dan Salim budak Abu Hudzaifah, niscaya saya akan meminta bantuan mereka guna menegakkan Kalimatullah.”

Keinginanmu, membuatku terharu, sungguh indah:
Kamu menginginkan seorang suami yang bisa menjadi imam bagimu (agamanya kenceng maksudnya, kayaknya), laki-laki yang tidak pernah berbuat dosa (dosa yang masuk kategori: “parah”), dan yang serius (aku gak tau “Serius” di sini maksudnya apa, apa serius mau bareng kemanapun including hell, atau “serius” itu muka sedih/mengkerut terus, atau “serius” itu gak boleh ketawa, Wa Allahu a’lam bishawab)
Subhan Allah
Indah ya, kadang aku berharap itu aku (jujur banget gan, :p), tapi itu bukanlah aku…aku tidak seperti itu.
Fateful Meeting
Aku tidak tau kenapa kita bertemu.
Aku tidak tau kenapa kamu muncul, atau sebaliknya juga, kamu tidak tau kenapa aku ada, Wa Allahu a’lam bishawab.
Aku gak tau maksud-Nya, nyuruh aku jaga kamu, sama saja kayak nyuruh kucing jaga ikan (perumpamaan doang ya).
Siapa yang bisa menjamin keamanan dari hubungan itu?
Aku? Seingetku aku bukan Allah, aku hanya hamba-Nya.
Ya, hanya Allah yang bisa menjamin.

Jadi, ya…aku harapkan kamu bisa menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada Allah.
Karena hatimu, yang bahkan menurutku menarik itu, juga menarik bagi Iblis dan seluruh jajaran staf dan anteknya, dan mereka akan menggunakan segala macam cara untuk menyesatkanmu.
FYI: (seharusnya aku tidak mengatakan ini) mereka akan full frontal n fully equipped setelah Ramadhan.

Aku tidak bisa memaksamu (gak ada dalam SOP untuk memaksa) karena kita tidak terikat dalam sebuah perjanjian:
"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan"
(QS. Yunus:41)

"Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat".
(QS. Hud:35)

"Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu lakukan!"
(QS. As-Shu’ara:216)
Aku hanya seorang muslim penyampai kabar gembira sekaligus pemberi peringatan, jika kamu mendengar apa yang kami sampaikan maka itu adalah kebaikan dari Allah untukmu.
Sesungguhnya aku tidak bisa memberi hidayah kepadamu, hidayah adalah milik Allah.
“Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu sayangi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk
[QS. Al Qashash/28: 56]
Jika kamu tidak mendengar, saranku sih, sering-sering ke sauna, latihan… ;D
Wkwkwk.
Naudzubillah.

Sekian dulu ya,
Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Aku berharap bisa bertemu denganmu dalam keadaan yang lebih baik ya ayyuhannas yang kucintai.

PS:
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya.
Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya.
Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu.
Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya.
Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
(QS. At-Taubah:67-69)

Selasa, 14 Agustus 2012

Confession of Love?

Cewek: (tiba-tiba ngeluarin air mata terharu + megang tangan + natap daleem)
Cowok:  (‘
’)? <-- bingung + gugup + malu alias "frozen" (panik, mau lari gak bisa, lha tangannya "dicekel", mau ditinggal tuh tangan?)

Cewek: Listen..from now on...(jeda agak lama)...No matter what happens...(jeda lagi)...
Cowok:  (mukanya tambah merah antara malu dan bingung)

Cewek:...I'm always going to be your friend!
Cowok: (´
_`) <--- poker face

Cewek: I'll be your friend forever and ever...!!
Cowok: (´
_`) *shocked + confused

Cewek: (nutup muka...*malu) Gyaaa...I said it~...I said it...!

>----Here it is: The "Forever Friends" Declaration----<

Cowok: ฮฃ(▼□▼
ใƒก) <-- shocked + muka kesal

* hmfp..fufufu,, (*
▽≦)๏พ‰๏ฝผ)) ....FUHAHAHAHAHA...!
Sorry, I couldn't resist.
FUHAHAHAHA 
*Laughing Out Loud for nearly 15 minutes non stop
It seems I'm not the only audience this show has ^_^ 
(Allah melihat, Malaikat sekitar melihat, beberapa manusia lain melihat...anak buah Iblis juga kurasa...)

Gw gak tau ngapain, kenapa, ada apa, siapa aku, aku akan kemana, hpku yang hilang dulu dimana...
tapi melihat hal itu...priceless...hahaha...
 Oh...oh...background ceritanya baru "masuk" nih:
Ternyata cowok itu gak tau apa-apa, gak PDKT juga, tapi emang ada rasa suka.
Dan yang cewek, suka sama cowok itu, tapi karena gak pernah tau dunia luar (apalagi pacaran) dan pengen selalu sama cowok itu...makanya bilang, "Friend Forever" tadi.
Gyahahahaha...  (*▽≦)๏พ‰๏ฝผ))
* ketawa sampe keringetan

Akhirnya sadar lagi...Alhamdulillah.
ฯ†(
 ̄ใƒผ ̄ )ใƒŽ...ok lanjut.
Jaman sekarang, hal itu sering terjadi...
bukan hanya cowok ke cewek, tapi sebaliknya juga....melupakan realita bahwa kalau anda sudah pergi berdua dengan lawan jenis, hal seperti itu atau cinta itu..sangat dimungkinkan terjadi.
 * sebentar...laptopnya annoying banget...tombol "up"nya kekecilan...kepencet "shift" terus ( เฒ  เฒ  )
Astaghfirullah al-Adzim, <sadar lagi, Alhamdulillah>

Nah, balik lagi ke lokasi (pembahasan), FYI saudari-saudari...
Cowok sekarang sangatlah berbeda dengan cowok jaman dulu (jadul), 
Karena cowok jaman dulu pantang minder. 
Terus mengejar-ngejar walau tak dapat-dapat. 
Dan menyimpan cinta yang sangat dalam untuk waktu yang sangat lama. 
Sedangkan cowok jaman sekarang pantang mengejar. 
Kalau ditolak, ya sudah ---> Langsung lenyap bak ditelan bumi atau naik ke langit.
"Do you know who am I really are?"
Pengertian penolakan yang dimaksud, gak melulu pas dia "nembak" atau nyatain cinta...terlalu jauh itu, yang dimaksud dengan penolakan itu antara lain:
1. SMS dibales lama (apalagi gak dibales);
2. Chat dibales lama (apalagi gak sempet kebales);
3. Telp gak diangkat, walaupun cuma buat nanya "beli peniti dimana ya?"...wkwkwkwk
4. Diajak jalan gak mau, cowok langsung mikir, "whew...".
5. dsb. 

Perbedaan yang paling nyata,cowok jaman dulu bakalan tetap nembak walaupun yakin bakalan ditolak. 
Sedangkan cowok jaman sekarang nggak bakalan nembak kalau nggak yakin bakal diterima. 
Ya, perubahan supply and demand dalam hal ini sangat berpengaruh.
Jadi kalau cewek jaman sekarang pengen ditembak, maka dia harus repot-repot menunjukkan sinyal hijau yang terang benderang, bahkan kalau perlu tanya secara langsung: 
"kamu nggak pengen nembak aku kah?"
"Whoa...whoa...?"
(*▽≦)๏พ‰๏ฝผ)) * Gyahahaha...bener lho tapi....

Pesen ane sih...kalo ente dah yakin sama seseorang...tempel terus gan...kupas kulitnya...
kalo ente mau bener, kenalan sama orang tuanya <---> izin prinsip.
kalo ente mau gak bener, ah gak ah...ntar ane dimarahin Allah kalo ngajarin gak bener, Naudzubillah  

(๏พ‰_ _)๏พ‰
hehehehehe... * tiba-tiba pucat.

Yah, lebih baik satu selamanya kan daripada ente sana ok sini ok, malah kehilangan sana sini, n berakhir jadi Bujang atau Gadis Rambutan (Rame-rame dikerubutin setan).
(*▽≦)๏พ‰๏ฝผ)) * Gyahahaha, Naudzubillah.

Oh, ini, ane dapet lagi petunjuk dari Allah (Alhamdulillah):
A.    Beberapa kriteria memilih calon istri:

  1. Beragama Islam (muslimah). Ini adalah syarat yang utama dan pertama.
  2. Memiliki akhlak yang baik. Wanita yang berakhlak baik insya Allah akan mampu menjadi ibu dan istri yang baik.
  3. Memiliki dasar pendidikan Islam yang  baik. Wanita yang memiliki dasar pendidikan Islam yang baik akan selalu berusaha untuk menjadi wanita sholihah yang akan selalu dijaga oleh Allah SWT. Wanita sholihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
  4. Memiliki sifat penyayang. Wanita yang penuh rasa cinta akan memiliki banyak sifat kebaikan.
  5. Sehat secara fisik. Wanita yang sehat akan mampu memikul beban rumah tangga dan menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu yang baik.
  6. Dianjurkan memiliki kemampuan melahirkan anak. Anak adalah generasi penerus yang penting bagi masa depan umat. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW menganjurkan agar memilih wanita yang mampu melahirkan banyak anak.
  7. Sebaiknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah menikah. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara keluarga yang baru terbentuk dari permasalahan lain.
  8. (Syarat paling penting menurut ane), mencintai Allah melebihi apapun di dunia dan akhirat. (─‿‿─)
 B.      Beberapa kriteria memilih calon suami:

  1. Beragama Islam (muslim). Suami adalah pembimbing istri dan keluarga untuk dapat selamat di dunia dan akhirat, sehingga syarat ini mutlak diharuskan.
  2. Memiliki akhlak yang baik. Laki-laki yang berakhlak baik akan mampu membimbing keluarganya ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
  3. Sholih dan taat beribadah. Seorang suami adalah teladan dalam keluarga, sehingga tindak tanduknya akan ‘menular’ pada istri dan anak-anaknya.
  4. Memiliki ilmu agama Islam yang baik. Seorang suami yang memiliki ilmu Islam yang baik akan menyadari tanggung jawabnya pada keluarga, mengetahui cara memperlakukan istri, mendidik anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga secara halal dan baik.
 Referensi:
1.    Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
2.  “Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)
3.  “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)
4.    “Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)
5. “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
6.  Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
7.   Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”
8.  “ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)
9.   “Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)
10. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
11. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi WaSallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)
12.  Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki : “Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”
Subhan Allah Wa Alhamdulillah Wa Laa ilaha illa Allah Wa Allahu Akbar
Aku?
Semua ini dari Allah, dengan begini aku menyadari ilmu Allah SWT yang aku miliki hanya sedikit saja, jadi aku masih mau dan perlu belajar banyak dari Allah.
Oh, btw....pas lagi puasa (rahasia waktunya kapan), tiba-tiba merasa haus n gak sanggup lagi...mau pingsan rasanya (#+_+), mana keinget cerita Abu Hurairah ra (perawi hadits terbanyak) pernah kejang-kejang nahan laper, trus aku tidur (berharap pertolongan Allah, baca "Audzubillah Laa Haula Walaa Quwwataa Illa Bilah, Laa Ilaha Illa Allah" sebelum tidur)...wehehehe, di mimpiku ada yang bawain minuman kaleng banyak banget, mmpir ke tempatku lalu (lupa kalau puasa) kuminumlah secukupnya "glek...glek...glek...." dah tuh kebangun, Masyaa Allah (kaget, shocked....tadi apa ya?). Segar seperti semula...gak haus lagi.
Alhamdulillah....hehehe (Pertolongan Allah itu amat dekat, Dia melakukan apapun yang Dia kehendaki, Subhan Allah).
Nah, sekian dulu ya, ane ada urusan lain.
See you next time, insya Allah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Sabtu, 11 Agustus 2012

The Bystander: Tugas Sebagai Hamba Allah

Bismillah ir Rahmaan ir-Rahiim,
Aku tidak bingung, tapi aku merasa kasihan, karena aku melihat sesuatu yang salah...tapi aku sudah memperingatkan dan tidak bisa bicara tentang yang sesungguhnya karena itu rahasia, dan akan malah dikira dan/atau menjadi fitnah.
Jadi, aku diam...and...like usual....walks away in silence.
Karena tidak ada peraturan selain aturan Allah, yang mengikatku untuk "stay", aku bebas kemana saja, aku bebas melihat apa yang ingin kulihat, tanpa ikut terjun ke dalam "jebakan betmen" wkwkwkw...
(gitu aku menganalogikan jebakan Iblis n setan…anu...kamu...bukanlah "jebakan betmen" karena kamu sedang berada di dalamnya, aku hanya mencoba menarik tanganmu, aku bisa terjebak disana juga kalau aku menurutimu, Naudzubillah)
Pola kehancuran seperti ini sudah sering kulihat, n gak lama lagi manusia itu bakal "lost hope", blaming me, blaming my God, Astaghfirullah al-Adzim.
Padahal kami sudah memperingatkan, bahkan aku "interfere" langsung...menyempatkan waktuku meninggalkan kemalasanku untuk melakukan itu, kalo dia sadar kenapa tiba-tiba aku muncul (pertanyaannya sendiri).
"Berjihadlah kalian menghadapi kaum musyrikin (kafirin) dengan harta, jiwa dan lisan kalian" 
(HSR Abu Daud dan lainnya)
Zabur 106:
39Thus were they defiled with their works,
And prostituted themselves in their deeds.
42Their enemies also oppressed them.
They were brought into subjection under their hand.
43Many times he delivered them,
But they were rebellious in their counsel,
And were brought low in their iniquity.
44Nevertheless he regarded their distress,
When he heard their cry.
45He remembered for them his covenant,
And relented according to the multitude of his loving kindnesses.

 * 2 Korintus 11:14
Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.

* Efesus 6:11
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Semua itu tampak jelas maksud dan maknanya.
Hah, kalian mempertanyakan kenapa aku mengambil ayat Allah dari Zabur, Taurat, dan Injil juga selain Al-Qur'an?
“Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’kub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dan Rabbnya. 
Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. 
(Al-Baqarah: 136).
Ya, aku mempelajari semuanya, Alhamdulillah, aku mempelajari semua perintah Allah dalam semua kitab-kitab Allah yang aku ketahui, mempelajari segala tipu daya Iblis dan setan, serta seluruh keturunan dan pengikutnya, ketika aku menyadari semua itu...
Aku kaget dan merasa putus asa, sebelum Allah menegurku:
“Katakanlah, Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar:53)
Dengan mengetahui, berarti ada beban dan tanggung jawab, serta sebagai karunia dan rahmat Allah untuk menyelamatkan diriku sendiri, minimal.
Melihat, mengamati, memahami, bagaimana manusia bisa masuk surga atau neraka, yang merupakan kehendak Allah sekaligus pilihan mereka sendiri...tugasku hanyalah memperingatkan.
Dulu aku suka sedih, tapi sekarang Alhamdulillah nggak lagi, karena Allah meneguhkanku, menguatkan hatiku, memahamkanku akan "system".
"....Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih..."
(QS. Fussilat:30)

"Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo'a:
"Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku.
Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu.
Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku."
kecuali akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan."
Tiba-tiba ada yang bertanya: "Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do'a ini (kepada orang lain)? Maka Rasulullah menjawab: "Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain)."
(HR. Ahmad no.3712 dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy)

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain."
(HR. Al-Bukhari 7/158 dari Anas ra)
 Aku terbiasa menangis (setelah aku mengetahui "system"), karena aku melihat kebodohanku dan kebodohan manusia pada umumnya, Astaghfirullah al-Adzim, sampai aku memutuskan untuk tidak akan menolong manusia lagi karena akan menyakiti diriku sendiri dalam prosesnya dan ada kemungkinan aku terseret ke dalam kubangan mereka...Naudzubillah.
Sampai Allah mengingatkanku, (yang intinya)
"Kamu dahulu adalah termasuk orang zalim yang suka melampaui batas dan berbuat kerusakan, sebelum Kami menyelamatkanmu, apakah kamu akan berdiam diri?
Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu bisa menghapus kejahatan-kejahatanmu dulu, jika Allah menghendaki.
Sudah sepantasnya kamu bersyukur kepada Tuhanmu, Maha Suci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Dialah Allah."
(Rangkuman dari berbagai perintah Allah yang kulihat, kudengar, dan kupahami...sebenernya banyak lagi, tapi jika seluruh air di lautan menjadi tinta pun, tidak akan cukup untuk menggambarkan kebesaran Allah)
  ∑(O_O) <---- shocked, nearly crushed his heart, he thought
"Sesungguhnya kematian itu lebih baik daripada kemurkaan Allah, gemetaran seluruh sel ditubuhku, semua akal dan logikaku merangkum semua kejadian begitu cepat, setiap kepingan jiwaku berhamburan ketakutan mau lari entah kemana, karena Dialah tempat kembaliku...Laa ilaha illa Allah."
Jadi, sejak itu aku bergerak...hehehe...gila apa, dah diperingatkan masih bersikeras, Naudzubillah, aku ingin kembali kepada Allah dengan keadaan yang baik yang Rabb-ku itu tersenyum kepadaku dan aku pun tersenyum kepada-Nya.

Tapi, jalanku tidak mudah (selalu dimudahkan Allah tapi...hehehe...Alhamdulillah), karena tentulah Iblis dan seluruh anak buahnya pasti akan menghalang-halangiku.
Bahkan terhadap nasib seorang manusia yang ingin kulindungi,
“Akan datang pada manusia tahun-tahun yang menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; orang yang penipu dipercaya, dan orang yang amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. 
Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orang lemah)?” 
Beliau bersabda, “Dia adalah seorang hina (dungu) berkomentar tentang urusan umum”. 
[HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036). Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no.1887)]

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. 
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah jahannam; 
dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya”. 
(QS. Ali Imraan: 196-197).
 Ya, itu tadi...itu pilihan manusia, aku tidak bisa memaksa mereka.  (─‿‿─)
karena hidayah itu milik Allah, Dia memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki dan menahannya dari siapapun yang Dia kehendaki pula.
Yang penting aku sudah berusaha, (Yah, Dia seneng kalo aku bergerak dan mengajariku tentang sebab-akibat, Subhan Allah).
Aku minta maaf, aku tidak bisa menangis ataupun menunjukkan kesedihanku, karena hanya Allah tempatku mengadu.
Lagian apapun pilihan manusia, aku seneng-seneng aja, mereka mau selamat dan mendengarkan apa yang kusampaikan, Alhamdulillah, mereka mau kafir (meragukan dan/atau tidak percaya) pun terserah juga, Naudzubillah, berarti aku ada tontonan, melihat kehancuran itu salah satu pelajaran juga,
"Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa. Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan".
(QS. An-Naml:69-70)

"Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu."
(QS. As-Saffat:73)

"Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu."
(QS. Az-Zukhruf:25)
N then, I am watching (setelah menyampaikan apa yang harus aku sampaikan).
Aku sering menyampaikan peringatan itu dengan senyum  (yang mana malah sering dituduh main-main) hehehe, Astaghfirullah al-Adzim, padahal itu adalah wajah yang sangat friendly bagi manusia (smile), mereka akan ketakutan kalau melihat ekspresiku dikala aku berhadapan dengan Iblis dan/atau anak buah-anak buah iblis yang terkutuk, Naudzubillah.
 Yeah, whatever it is, I am merely an Allah's servants, whether you believe me or not is completely up to you.