Senin, 22 Oktober 2012

Kasih Sayang Orang Tua

Gak tau kenapa, tiba-tiba kangen sama orang tua...air mata ini mau keluar tapi aku tahan, karena banyak orang disini, gak tau kenapa, aku merasa bersyukur banget dikaruniai Allah orang tua seperti itu.
Alhamdulillah, terima kasih banyak ya
Allah.
Orang tuaku, keduanya anak petani di Desa Kaliwuluh, KarangAnyar, Solo, Jawa Tengah.
Mereka sekolah dulu penuh derita, baju seadanya, buku..? kalo ada.

Gak pake parfume seperti halnya saat mereka selalu membelikanku dulu waktu aku masih sekolah.
Uang jajan...boro-boro, biaya sekolah dan perlengkapan sekolah saja minim banget.

 
Ya
Allah, aku ingin membalas kebaikan mereka sebanyak mungkin, jagalah kesehatan mereka, lindungilah kedua orang tuaku itu, berikanlah mereka keselamatan di dunia dan di akhirat, panjangkanlah umur mereka melebihi umurku, karena aku tidak ingin melihat mereka sedih, kuatkanlah hati mereka untuk selalu bertakwa dan istiqamah kepada-Mu, bimbinglah mereka ke hadapan-Mu dengan baik, aku tidak ingin ya Allah, aku tidak ingin azab-Mu sedikit pun menyentuh mereka, lindungilah mereka ya Allah.

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).
(QS. Ibrahim:41) 
Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.
(QS. Al-Isra:24)

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.
(QS. Nuh:28)

Ya Allah, perkenankanlah do'aku.
Tiada yang lebih kucintai daripada Engkau, Ya Allah,
Tiada manusia yang lebih kucintai daripada Rasulullah,
Tiada manusia yang kukenal sepanjang hidupku yang lebih kucintai daripada Ibu dan Bapakku.
Tiada manusia yang lebih kucintai melebihi diriku selain saudara dan saudariku serta kerabat-kerabatku.

Aku hanyalah hamba-Mu yang tidak berdaya, yang memohon pertolongan kepada-Mu ya Allah.

Minggu, 21 Oktober 2012

Aku Tidak Mau Kalau Tanpa Allah

Karena kalau cuma cantik...aku pernah "kenal" yang jauh lebih cantik.
Kalau cuma kaya...aku pernah juga "kenal" yang kaya banget juga *sampe mangap (((( ;°Д°))))
Kalau  cuma pinter...pernah juga "kenal" yang pinter banget * inget, pinter beda sama cerdas ya.
Aku belum pernah "kenal" yang shalatnya rajin, baca Al-Qur'annya pinter, hatinya kaya, dan mandiri.
Mandiri dalam artian sebenernya ya.

(︶︹︺)
Kalo dipikirin jadi sedih, "What the hell happened back there...?? Seriously?"
Well, what's done is done.
karena itu aku jadi gak tertarik lagi...sama kecantikan, kekayaan, dan hanya pintar doang.
Walaupun masih tetap senang sama yang cantik, kaya, dan pintar.
Tapi, tanpa Allah ada di hatinya...semua itu percuma...Hell Yeah kalo milih mereka.
Naudzubillah.

Jadi, seperti apa yang kita cari?
Sebenernya aku gak nyari juga, terserah aja, kalo ada yang nyamperin dan OK ane sih ok-ok aja.
"Dah berapa orang yang kamu tinggalin begitu saja setelah *ok-ok* tadi...?"  (¬▂¬)
Lho, kita kan harus memperhatikan juga kelemahan dan kekurangan mereka, setelah semua yang terjadi, kata-kata *cintailah kekurangannya* itu sepertinya memang bener, tapi bagaimana dengan orang yang tidak mau mengakui kekurangannya, kita harus jeli untuk hal-hal seperti itu, karena hal seperti itu akan membawa masalah di masa depan.

Wa Allahu A'lam sih, tapi kita harus waspada jangan sampai salah pilih, semua petunjuk Allah, akal, pikiran, dan pengalaman harus di aktifkan *full awareness*.
Walaupun kelihatan serampangan, tapi itu benar, makhluk ini selalu aware...kalo dia tidak suka tapi, kalo suka beneran...he'd even fight with fire...tch, alesannya banyak sekali kalo dia tidak suka...seperti punya dictionary lengkap untuk beralasan n what a luck biasanya logis (benar) pula.
Lagian you're the bad boy (menurut mereka :D), tau karena apa?
Ya salah satunya itu tadi, kamu kalau *deket* sama cewek, berlaku baik banget dan sebagainya seolah mereka satu-satunya wanita yang ada di dunia, lalu...suka pergi begitu saja tanpa angin tanpa hujan seolah tidak pernah terjadi apa-apa, seperti Krisna yang lain yang ada dihadapan mereka *seolah tidak pernah mengenal dekat, makan berdua dengan wajah saling berhadapan berjarak satu jengkal*,  setelah kamu menemukan kekurangan fatal mereka.


Kenapa hal itu jadi masalah? Padahal Demi Allah, aku tidak melakukan apa-apa yang tidak pantas kulakukan, Naudzubillah.
Ya, karena itu, you're famous for your *bad boy* (the worst one if I should say) attitude, reputation and rumours, semua itu menjadi masalah bagi yang tidak tahu,
Mereka akan bilang, "Krisna kemarin jalan sama ini, dll." atau "Weh, Krisna ganti lagi"
Dan, taukah kamu, kalu mereka (kalau laki-laki yang bicara begitu), mereka iri padamu, karena kalau di posisimu (jalan sama si A, B, atau C dll itu), mereka akan bertahan sampe mati, bahkan pake ke dukun segala, semoga kamu tidak melakukan hal yang sangat dibenci dan tiada diampuni seperti itu (Amin).
Sedangkan kalau perempuan (yang belum nikah khususnya), itu karena mereka bertanya-tanya, "kenapa Krisna gak *nyentuh* aku sama sekali, no contact sama sekali, walaupun aku dah kasih nomor HP (nekat), dan jalan sama dia, padahal katanya dia nakal, dsb".

*Speechless* ... (o_ _)o 
Naudzubillah.
#dia mengakui kalau itu benar (soal tudahn sering mainin itu) di dalem hatinya, tapi memang gak begitu main-main juga, karena kalau dari semua yang dikenalnya itu ada yang mempunyai Allah dihatinya, dia bakal serius.
Maaf ya, kalau ada yang merasa dipermainkan.
m(¬0¬)m
Kalo minta maaf yang ikhlas..!!
  (¬、¬) aih...
Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
(QS. An-Nisa:144)
Nggak, makasih...iya...maaf...
m(._.)m
Astaghfirullah al-Adzim

Minggu, 14 Oktober 2012

Rasa Ingin Tahu

Kadang, aku berharap aku tidak tahu banyak, tapi kadang rasa ingin tahuku akan segala sesuatu mengalahkan ketakutanku untuk tahu, Rasa haus, haus pengetahuan. 
Seperti kenapa semut bisa hidup dan bisa berkomunikasi tanpa HP. Bisa beranak pinak tanpa ada dokter. Seperti apa yang ada di dasar laut, kenapa ikan disana bisa ada yang punya lampu, padahal tidak ada toko elektronik atau toko bahan bakar disana.
Tidak melulu soal Ilmu Pengetahuan yang seperti itu.
Aku juga penasaran, kenapa musibah itu bisa menimpa seseorang.
Ketika aku tahu, aku takut hal itu juga akan menimpaku, aku takut hal itu bisa saja terjadi padaku.
Naudzubillah.


Dulu, aku suka bermain api dan suatu ketika api itu melilit tanganku dan menyebabkan sedikit luka bakar. Aku berhenti main api...gak lama tapi (^v^) <--- bandel
Gak berapa lama, main api lagi seolah luka itu tidak berarti apa-apa.
Sampai suatu hari aku diingatkan akan neraka, mimpi atau nyata...Wa Allahu A'lam.
Tapi aku disana, berdiri seperti orang bodoh yang tidak tahu dimana dirinya berada, yang ada hanya langit yang merah dan suara yang bertanya.
Aku kaget dan berpikir bahwa itu benar, ketika aku menonton film Constantine.
Neraka yang ada di film itu persis (kurang lebih sama) dengan neraka yang kulihat dan kurasakan.

FYI: aku bermimpi (?) pada Tahun 2003/2004 (saat masih kuliah ST*N) n Constantine ditayangkan di bioskop pada Tahun 2005.
I was standing on top of a burned car and looking up at the sky. I wasn't scared until I heard some voice that was talking to me (warning? or threat).

Kalau kupikirkan panas api di dunia ini,
Maka sesungguhnya api jahannam dilebihkan 69 kali lipat panasnya, dan setiap bagiannya (dari 69 ini) mempunyai panas yang sama seperti api di dunia.
(HR. Al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)
Σ(゜ロ゜;) Hell, I don't want no hell!
Demi Allah, neraka Jahannam itu sangat mengerikan bagiku (ntah bagi kalian), karena panas dunia saja sudah cukup tidak kusukai.


Jadi, aku berpikir untuk selamat, menyelamatkan diriku sendiri paling tidak.
Dengan berusaha sebisa mungkin tidak melakukan dosa yang tidak perlu, dengan belajar ilmu pengetahuan sebanyak mungkin, dengan sabar sesabar mungkin, dengan menangis sebanyak mungkin, dengan berbuat kebaikan sebanyak mungkin, dengan tidak melakukan apa-apa yang dibenci Allah.

Tapi kurasa...itu belum cukup.
Karena aku masih hidup...kewajiban dan tugasku belum selesai.

Aku masih hidup (; T.T))
"Astaghfirulllah al-Adzim"
 I had many stories, many memories, my heart is already in danger.
I take my self as an already dead person.
Have no will as an alive person should have, a common person.
Too may sins to be washed off, and yet I don't want hell as my rest place.
Naudzubillah.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Do You Really Want This?

 Kamu tidak akan pernah mengerti betapa mengerikannya "tujuan" hidupmu. Disuruh pake jilbab saja susahnya minta ampun. Listen, itu bukan buatku tapi buat dirimu sendiri.
Ruginya apa sih...?
Susahnya apa...?
Lagian, saya jamin, kamu akan lebih cantik kalo pake jilbab, kalo kagak uang kembali deh  (*≧▽≦)ノシ))
Hahahahahahahaha...
Nah, just kidding. But, seriously....
Kamu merasa aman kan...?
Ok, kalo gitu....kamu kan gak tau kalau kamu selama ini aman karena ada yang melindungimu.
Yup, tanpa kamu tau, sadar pun nggak, ngeh pun nggak, hidup pun nggak, mati pun nggak.
Gini aja, kalau sampai akhir tahun ini masih gak mau pake jilbab juga, aku akan melepaskanmu, membiarkan (bahkan nyuruh) setan untuk...yah taulah.
Gw gak mau kayak gitu, tapi sepertinya, karena kamu tidak tau + tidak melihat + tidak mendengar, maka kamu akan merasakannya langsung, bahwa setan itu ada.
Dan tanpa aku, mereka akan bebas "mengapa-apakanmu".
Dan aku akan melihat (kalau aku punya hati untuk melihat langkah awal neraka bagimu itu),
━Σ(゚Д゚|||)━ WHAAA...?? Neraka apaan?

Yup, tepat sekali. These guys will start as soon as I give up on you.
 Pertama, setan akan menyerangmu...berkali-kali sampai membuatmu ingin mati, tapi gak bisa, kamu gak akan bisa mati sebelum Malaikat Maut menjemputmu, kalaupun kamu mencoba bunuh diri...useless...paling banter lumpuh dan/atau mengalami kerusakan otak, tapi tetap hidup.
(⌒▽⌒)* menurutmu gimana?

Kedua, setelah itu, tentulah kamu akan menyalahkan aku, semua orang, semua makhluk, bahkan Allah. Audzubillah, aku berlepas diri darimu, wahai manusia kufur.
* Dirimu adalah hal terakhir yang akan kamu salahkan, kesombongan yang tidak berarti.


Ketiga, akhirnya aku bosan nonton, dan benar-benar tidak perduli, that'd be the end. Mungkin kamu akan tetap hidup, tapi hatimu akan mati seiring proses 123 itu.
ヾ(^∇^) Congratulation...

PS:

Oh, ketika semua ini terjadi...kamu gak akan tau apa-apa, semua akan tampak "normal", kalo kata Selena Gomez: "It comes Naturally".
CMIIW


PUT YOUR FUCKING HANDS UP!!
I can't wait coz my heart is already in danger.
It's so tiring that it could lead me into my berserk mode.
That's why, I want my old "controller" back.
The new one is just useless, not good enough.

Senin, 08 Oktober 2012

You Have To Be Strong

Kamu harus kuat, dan ingatlah,
Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah.
[HR. Bukhari dan Muslim]
Sesungguhnya Allah berfirman:
“Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya.” 
(HR. Bukhari) 
Memaafkan orang-orang yang telah menyakiti, mencoba menyakiti dan memusuhi kita bukanlah perkara yang mudah bagi setiap manusia.
Tentulah perasaan ingin membinasakan muncul tiba-tiba, dan jika kita tidak bisa mengendalikan diri maka akan menjadi gelap mata, dimana dalam keadaan itu...Qarin takes over, and that's not gonna be good. (一。一;;)
Honestly speaking, that Qarin would do something that is inhuman while using our body, our appearance, our personality, and know no mercy neither love.
(well, what do you expect from something made of fire).
Pada saat marah, Qarin, dan mungkin setan-setan lain temennya juga, akan membangkitkan nafsu amarah di dalam hati, hingga seluruh kejelekan bisa masuk ke dalam diri kita. 
Marah adalah kunci dari segala keburukan dan kejahatan,
(Imam Ja'far As Shiddiq)
Oh, mumpung lagi membicarakan setan, kita bahas yuk dari pintu mana saja setan terkutuk bisa masuk (selain Qarin kampret itu tentunya karena dia telah mendampingiku bahkan sebelum aku menghisap oksigen di dunia ini, semoga Allah mengampuniku karena kesel sama Qarin).
  1. Pintu pertama:
    Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
    Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.”
    (HR. Muslim no. 2564)
  2. Pintu kedua:
    Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.
    Cara meredam amarah atau setidaknya terhindar dari perbuatan merusak:
    ....kalau kalian marah maka diamlah.
    (H.R. Ahmad)
    Ngucap :D
    Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu Billahi minasyaithaanirrajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
    (H.R. Bukhari Muslim)
  3. Pintu ketiga:
    Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
    Ingatlah, bahwasannya setan  sudah putus asa untuk disembah di negeri kalian ini.
    Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan setan akan meridhainya.

    (HR. Turmudzi dalam Shahih Sunannya)
  4. Pintu keempat:
    Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.
    Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya.
    Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya.
    Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga [dari perutnya] untuk makanannya.
    Sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.

    [ HR Imam Tirmidzi dan Hakim ]
  5. Pintu kelima:
    Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.
    Sesungguhnya mayoritas sunnah dan kebenaran bertentangan dengan pendapat pribadi.
    [HR. Bukhari].
    “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman?
    Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka.
    Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.
    Allah telah menyediakan bagi mereka adzab yang keras.
    Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
    (QS. Al Mujaadilah [58]: 14-15).
  6. Pintu keenam:
    Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah SAW bersabda,

    Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.
    (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
  7. Pintu ketujuh:
    Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.
    Orang-orang  yang  makan  (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang  yang kemasukan  setan  lantaran  tekanan penyakit  gila
    (QS. Al-Baqarah:275)
  8. Pintu kedelapan:
    Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
    Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya untuk mengajarkan kepada kalian apa yang  kalian belum ketahui yang pada hari ini Allah baru saja mengajarkannya kepada saya.
    Allah berfirman:
    "Seluruh  harta yang Aku karuniakan  kepada hamba adalah halal.
    Aku
    menciptakan hamba- hamba-Ku semuanya suci, bersih  dan lurus.
    Hanya saja,
    setan datang menggoda mereka. Setanlah yang memalingkan mereka dari agama  mereka  yang lurus, setan juga yang mengharamkan apa yang Aku halalkan  kepada   mereka.
    Mereka juga   menganjurkan dan  mengajak   para   hamba   untuk menyekutukan-
    Ku dengan sesuatu yang Aku sendiri belum menurunkan ilmu kepadanya"

    (HR. Muslim)
  9. Pintu kesembilan:
    Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling penting dalam agama ini yaitu masalah aqidah.
    ...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...
    (QS. Al-Baqarah:185)
  10. Pintu kesepuluh:
    Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (su’udzon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

    Apabila kamu mendengar seseorang mengatakan ‘manusia telah rusak’, maka orang itulah yang paling rusak di antara mereka.”
    (HR Muslim)
    Wahai orang-orang yang beriman,
    jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.

    (Al-Hujurat: 12)
 
You're The Original,
No matter how many copies of you out there, you're the original, it's only there to irritates you :D
So, take it easy, they are not you.

Aku Takut Kehilangan Allah

Melebihi ketakutanku akan kehilangan apapun, aku paling takut kehilangan Tuhanku.
Aku tak peduli jika aku tidak bisa menikmati semua kesenangan dunia ini.
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan.
Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya.
Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan apa yang ia niatkan.

(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1, 54, 2529), Muslim (no. 1907), Abu Dawud (no. 2201), at-Tirmidzi (no. 1647), an-Nasa-i (I/85-60, VI/158-159, VII/13), dan Ibnu Majah (no. 4227) dari Shahabat ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu.)
Aku bertaubat karena Allah, bukan karena wanita, bukan karena siapapun manusia yang hidup di dunia ini, bukan karena apa-apa.
Aku tidak akan melakukan ini, aku tidak akan melakukan itu, jika bukan karena Allah.

Aku tidak menginginkanmu, bukan karena kamu tidak menarik atau tidak cantik, atau tidak pintar, atau tidak kaya, tapi karena aku takut kepada Allah.

Aku yakin, masih banyak laki-laki lain yang menginginkanmu, tertarik kepadamu, dan mungkin sampai tahap memujamu, Audzubillah.
Batas aku mencintaimu hanya "aku mencintaimu karena Allah", hanya itu...tidak lebih dari itu dan tidak kurang dari itu.
Ya, karena Allah menyuruhku begitu...aku nurut  ((-_-))
Tapi, jika kamu tidak mendengarkanku...aku berhak untuk pergi darimu, detik itu juga ketika aku sadar bahwa kamu "bukanlah seseorang yang dikirimkan Allah untukku", karena seseorang yang dikirimkan Allah untukku adalah seseorang yang mempunyai Allah dihatinya, takut, tunduk, sekaligus mencintai-Nya.

Jadi, maaf, jika aku tidak merespon semua pancinganmu, semua kodemu, semua keberanianmu, semua kenekatanmu, semua keinginanmu...
karena aku tidak mau kehilangan Allah karenamu, kamu tidak menolongku, kamu malah akan menjauhkanku dari Allah.
Apa yang aku inginkan untuk tidak jatuh ke lubang yang sama

Senin, 24 September 2012

Berlaku Lemah Lembut

Berjanjilah untuk satu hal, bahwa kamu akan berlaku lemah lembut terhadap siapa pun. Sesungguhnya mereka hanya mengagumimu dan mencintaimu dengan cara mereka sendiri, baik yang menunjukkan kebencian kepadamu yang hanya dikarenakan rasa cinta yang mereka dustakan dengan kedengkian mereka, karena itu tunjukkanlah sikap lemah lembutmu.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. 
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
 
(QS. Ali Imran:159) 

Aku tahu kamu bisa, karena itu Aku memberitahumu. 
Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan berhati-hati.
 (HR. Muslim no. 5225)
dan,
Sesungguhnya Allah Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.
(HR. Al Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
 karena...
....Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.
(Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no.220)
bahkan kepada Fir'aun, sebagaimana perintah Allah SWT:
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas.
Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.
[QS. Thaha:43-44]
karena,
Sesungguhnya sejelek-jelek pengembala ternak adalah orang yang kasar kepada hewan gembalaannya.
(HR. Muslim no. 1830)
Permudahlah jalan orang untuk mendekat padamu, yang tertarik dengan cahayamu, cahaya yang kamu bersumber dari Allah yang berada di hatimu, yang memancar melalui seluruh tubuh, tutur kata, dan gerak-gerikmu.
Beritahukanlah tentang Pemilik cahaya itu, beritahukanlah segala kekuasaan Allah Sang Pemilik Cahaya itu.
Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734 dari Anas bin Malik. 
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 1732 dari Abu Musa)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Anbiya:35)
"Dead?"
"Astaghfirullah al-Adzim, Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un"
PS: 
Aku baru tau belakangan ini kalau kamu suka bersikap keras dan langsung menolak  dengan keras dan kasar bagi sebagian orang. 
Mau mati muda?
Mau terbaring dalam kubur tanpa bekal yang cukup?
Cukuplah kematian sebagai peringatan bagimu.
Cukuplah kematian sebagai peringatan (berharga).
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd)
"Oh God, that scared me T_T..."
Ya Allah Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah (yang patut disembah) kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku di atas janjiku kepada-Mu semampuku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku perbuat.
Aku mengakui untuk-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku.
Dan aku mengakui dosa-dosaku terhadap-Mu, maka ampunilah aku.
Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

(HR. Bukhari, juz 7/150)

Sabtu, 22 September 2012

Thank You

First and the most important, I have to thank My God, Allah for giving me another chance. Alhamdulillah.
And I have to thank everyone who has lived up my live, makes it so colourfull: thank you.
That's real, I didn't mind who are you, I don't mind, and insya Allah, I won't mind.
I didn't mind if you were trying to hurt me, harassed me, even if you were trying to get me killed, I love you still as I am an Allah's servant. I have no strong faith to hate people, even the baddest people on earth.
* but...I did mind, I do mind, and I will always mind, insya Allah, if you did something good to me, I can't stand it, because I have to repay it somehow.
Sometimes, a tear would come up, sometimes I was trying to covered it up by laughing like crazy when I feel touched.

I loves humans faster than a leave would fall to the ground, don't know why, don't know how, I don't mind either because that might have caused some collateral damages.
I
love them when I saw them smiling.
I love them when I heard their voices singing for me.
I love them even when they told me to stop smoking (which is I already know,but I don't have enough reason to "cease fire", yet).
But thank you, to make it easy for me to love you.
Your fears was always amusing me, it's so kawaiii (cute), what did you afraid of?
And actually even now, I found that parts is still funny, because The Owner of The Sky is my Guardian, maybe insya Allah, I won't fall again.
Subhan Allah, Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.

I hope you will not suffer, neither have I :D Hahaha
and I hope you'd be responsible for your own choice, because no one was pushing us for making a choice.
Because the second you left you choice, someone would felt somekind of feeling that usually called hurt, and that too, have some collateral damages.
By making a choice, we must realise that it's  not easy and it's involving so many people with "the choice". (Whatttt...?)
^_^

What the F you're gonna do...?
You want it...?
COME AND GET IT !!

Once, again thank you.
All praises for Allah.
If I did something good, it was because of Allah, but if I did something bad, it was my mistake.
^_^

Kamis, 20 September 2012

Kerusakan Menjelang Akhir Zaman

Beberapa waktu yang lalu, aku bertanya-tanya...bagaimana mungkin semua orang yang beriman akan mati sebelum kiamat, dan bagaimana mungkin semua ulama "ditarik" dari dunia ini, sementara umat muslim (atau setidaknya yang mengaku Islam dan/atau yang mengira dirinya muslim) masih banyak dan semakin bertambah setiap hari...?
Marilah kita bahas secara kronologis "kenapa"...
Pertama, simaklah baik-baik hadits shahih berikut:
Sesungguhnya termasuk diantara tanda terjadinya Kiamat adalah ditariknya ilmu agama, kebodohan yang merajalela, tersebarnya perzinaan dan dianggap suatu kelaziman, khamer dijadikan minuman kegemaran, berkurangnya jumlah laki-laki dan semakin mendominasinya kaum perempuan, sehingga lima puluh perempuan hanya mempunyai satu orang pendamping.
( Muttafaqun ‘alaih, sebagaima diriwayatkan oleh Imam al Bukhari, Jilid 1 hadits 81. Juga oleh Imam Muslim, Jilid 4 bab Ilmu hadits nomor 9. Diriwayatkan pula oleh Imam at Tirmidzi, Jilid 4 hadits nomor 2205. Juga oleh Ibnu Majah, Jilid 2 hadits nomor 4045. Dan oleh Imam Ahmad, Jilid 3 hal 176.)
Nah, dari situ kita menemui berbagai hal yang sudah menjadi seperti kebiasaan dan menganggapnya sebagai hal biasa:

  1. Berkurangnya jumlah laki-laki dan semakin mendominasinya kaum perempuan, sehingga lima puluh perempuan hanya mempunyai satu orang pendamping.
    Diakui atau tidak, di sekitar kita lebih banyak bayi perempuan yang dilahirkan, dibandingkan bayi laki-laki, aku mulai menyadarinya beberapa tahun yang lalu. Aku tidak tahu jumlah pastinya, tapi itu sangat jelas sekali.
    Tingkat kematian laki-laki juga lumayan tinggi dibandingkan tingkat kematian perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
    Belum lagi soal dominasi perempuan, perhatikanlah...beberapa perempuan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada kebanyakan laki-laki....ah, maaf, aku rasa lebih banyak dari yang aku kira, karena beberapa perempuan itu berada di dekatku, sepupu-sepupuku, mantan-mantan pacarku, teman-temanku, dan kenalan-kenalanku.
    (Ngeluh dikit: itulah kenapa kadang gw males pake bahasa Indonesia, karena ngetiknya kepanjangan, bisa aja pake: My Cousins, My Ex-Girlfriends, My Friends, and My Acquintances...kan...lebih singkat -___-*).
  2. Khamer dijadikan minuman kegemaran.
    Ada berapa merek wine, beer, and brandy sekarang?
    Ada berapa night club (klub malam, diskotik, bar, tempat clubbing/dugem) yang baru dibuka dan happening, sekarang?
    Apakah disana ada yang minum cola (soda)? Atau air putih doang? dah jelas kalau yang minum air putih ini biasanya pake pil kecil yang lebih marak disebut ecstasy atau inex...lebih parah -__- (Audzubillah).
    Dan berapa banyak cafe atau tempat main billiard yang menyediakan minuman beralkohol (masuk golongan khamer ini gan) baik yang jenis berat maupun yang tersamar menjadi cocktail?
  3. Tersebarnya perzinaan dan dianggap suatu kelaziman.
    Bisa kita lanjutkan membahas yang lain gak? Soalnya aku rasa semua sudah tahu ini.
    Sekarang anak perempuan SLTP (Junior High School) saja dah banyak yang "berdagang",
    pergaulan sudah mulai rusak alias sudah dikenalkan sama yang namanya FREE SEX (SEKS BEBAS) sejak usia sedini itu...bahkan sebenarnya lebih dini lagi.
    Berapa banyak pasangan yang bukan suami-istri yang sah yang melakukannya?
    Hitung dari yang cuma pacaran, cuma teman, cuma HTS (Hubungan Tanpa Status), cuma TTM (Teman Tapi Mesum), perselingkuhan, suami yang muke gile doyan makan ayam mude :D, atau istri yang kurang kasih sayang mau disayang semua laki-laki setan yang bawa "pedang".
    Itu hitung yang tanpa paksaan, dan mereka berbuat dosa sendiri tanpa paksaan.
    (Audzubillah).
    Lalu hitung lagi yang dengan "paksaan", rayuan maut, gombal dan sebagainya...hitung berapa banyak kasus pencabulan dan perkosaan beberapa tahun terakhir.
    Mulai dari tetangga, paman, sampai kakek gak jelas...
    Mulai dari preman jalanan sampai kelas kantoran...
    Mulai dari orang buta agama sampai guru ngaji + habib n kyai serakah.
    Dan yang lebih mengejutkan, ada juga perempuan yang "memaksa" laki-laki.

    (Audzubillah)
  4. Kebodohan yang merajalela.
    Berapa banyak yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat?
    Berapa banyak yang tahu kalau kita akan mati, dan itu pasti, dan gak boleh bawa hp?
    Berapa banyak yang membantah hadits shahih atau bahkan al-Qur'an, demi ajaran ustad/kyai/habibnya?
  5. Ditariknya ilmu agama.
    Whaat? Kok bisa? Kan buku agama banyak...Al-Qur'an dan Kitab Sunnah juga banyak beredar di pasaran?
    Sesungguhnya ilmu agama tidak ditarik dengan mencabutnya dari manusia.
    Akan tetapi, ilmu tersebut ditarik dengan diwafatkan-Nya para ulama.
    Hingga apabila tidak ada lagi ulama, maka manusia mengambil para pemimpin dari orang-orang yang bodoh, dimana mereka ditanya lalu memberikan fatwa tanpa ilmu.
    Mereka pun tersesat dan menyesatkan.

    ( Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari, Jilid 1 hadits nomor 100. Juga oleh Imam Muslim, Jilid 4 bab Ilmu hadits nomor 13. Diriwayatkan pula oleh at Tirmidzi, Jilid 5 hadits nomor 2652. Juga oleh Ibnu Majah, Jilid 1 hadits nomor 52. Dan Imam Ahmad Jilid 2 hal 162)
Nah, sampai disini, apa sih ulama itu, apakah semua yang mengaku ulama, atau semua yang pakai pakaian putih, atau semua yang pakai sorban, atau semua orang keturunan arab (ada pula yang nyebut dirinya "habib", atau semua yang pakai peci, itu adalah ulama?
^_^ tentulah tidak seperti itu menurut
Allah dan semua orang-orang yang dekat pada-Nya.
Menurut Allah SWT:
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya).
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.
Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(QS. Fatir:28)
Menurut orang-orang yang dekat dengan-Nya:
  • Ibn Katsir (w. 774 H) menafsiri ayat di atas sebagai berikut:
    {Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama}, maksudnya hanyalah ulama yang ‘arif billah yang benar-benar takut pada-Nya, karena sesungguhnya ketika ma’rifat pada zat yang maha agung, berkuasa, mengetahui dan semua sifat-sifat baik itu semakin sempurna dan pengetahuan tentang-Nya juga semakin sempurna, maka khasyyah (takut) pada-Nya juga semakin besar dan banyak.
  • Ali Ibn Abu Tolhah meriwayatkan maksud ayat di atas dari Ibn Abbas ra, yaitu:
    Ulama yang dimaksud adalah orang-orang yang yakin bahwa
    Allah maha berkuasa atas segala sesuatu. 
  • Berkata Ibn Abu Lahi’ah dari Ibn Abu ‘Umrah dari ‘Ikrimah dari Ibn Abbas:
    Orang yang alim dengan Allah adalah orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, menghalalkan yang dihalalkan-
    Nya, mengharamkan yang diharamkan-Nya, menjaga wasiat-Nya serta yakin bahwa ia akan bertemu dengan-Nya untuk menghisab semua amal perbuatannya.
  • Berkata Sa’id Ibn Jubair:
    al-Khasyyah
    [1] adalah sesuatu yang bisa menjauhkan dari maksiat pada Allah SWT. 
  • al-Hasan al-Bashri berkata:
    Orang yang alim adalah orang yang takut pada Allah yang tidak dilihatnya, senang dengan apa yang di senangi-Nya dan menjauhi diri dari apa yang dibenci-Nya lantas al-Hasan membacakan ayat di atas
    .
  •  Ibn Mas’ud ra berkata:
    Ilmu itu tidak diukur dengan banyaknya meriwayatkan Hadits, tapi dengan banyaknya al-Khasyyah.
  • Berkata Ahmad Ibn Saleh al-Mashri dari Ibn Wahb dari Malik:
    Ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat, tapi dengan adanya nur yang Allah letakan dalam qolb
    .
  • Lalu Ahmad Ibn Saleh al-Mashri memberi penjelasan;
    Artinya bahwa al-Khasyyah itu tidak bisa dihasilkan semata dengan banyaknya riwayat, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu yang diwajibkan itu terkait dengan al-Qur’an, al-Sunnah dan apa-apa yang datang dari para Sahabat serta para Imam itu hanya bisa didapat dengan cara periwayatan.
    Maka takwil makna Nur adalah pemahaman ilmu dan mengerti makna-maknanya
    .
  • Berkata Sufyan al-Tsauri dari Abu Hayan al-Taimi dari seorang ulama yang berkata bahwa ulama itu dibagi tiga macam, yaitu:
    1) Alim bi Allah dan bi amr
    Allah,
    2) Alim bi
    Allah, tapi tidak alim bi amr Allah dan
    3) Alim bi Amr
    Allah, tapi tidak alim bi Allah.
    Dan kelompok pertama itulah tipikal ulama yang khasyyah pada Allah juga  mengerti akan hudud (batasan-batasan) dan faraidl (kefardluan).
    Adapun kelompok kedua adalah tipikal ulama yang punya khasyyah tapi tidak mengerti hudud dan faraidl.
    Sedangkan kelompok ketiga adalah tipikal ulama yang mengerti hudud dan faraidl tapi tidak punya khasyyah pada Allah SWT.
     
Dah jelas kan...? ^_^"
Ah iya makna al-Khasyyah[1] ya:
“Makna “al-khasyyah” lebih tinggi dari”al-khauf” karena “al-khasyyah” diambil dari kata-kata “syajarah khasyyah” artinya pohon yang kering.
Jadi arti “al-khasyyah” adalah rasa takut yang sangat, sedangkan ”al-khauf” berasal dari kata “naqah khaufa” artinya onta betina yang berpenyakit, yakni mengandung kekurangan.
Di samping itu “al-khasyyah” ialah rasa takut yang timbul karena agungnya pihak yang di takuti meskipun pihak yang mengalami takut itu seorang yang kuat. 
Dengan demikian “al-khasyyah” adalah ”al-khauf” atau rasa takut yang disertai rasa hormat (takdzim), sedangkan ”al-khauf” adalah rasa takut yang timbul karena lemahnya pihak yang merasa takut kendati pihak yang ditakuti itu remeh. 
Akar kata “al-khasyyah” terdiri atas kha’, syin, dan ya’ di dalam tashrifnya menunjukkan sifat keagungan dan kebesaran. 
Seperti “as-Syaikh” yang berarti as-sayyid al-kabir dan al-khaisy (al-ghalidz min libaas) yang artinya pakaian yang kasar. 
Oleh karena itu kata “al-khasyyah” sering digunakan berkenaan dengan hak Allah. “
Sekian dulu ya, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.